Mahasiswi UIN Bandung Sabet Juara Umum Duta Santri Nasional 2025, Berhadiah Umrah & Trip ke Mesir

UINSGD.AC.ID (Humas) — Puncak acara Penganugerahan Duta Santri Nasional 2025 berlangsung meriah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (24/10/2025).

Dengan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, H. Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin.

Dalam sambutannya, Gus Yasin mengapresiasi para santri yang terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui inovasi, intelektualitas, dan semangat dakwah yang moderat.

Para santri yang saat ini belajar di pondok pesantren, diminta menguasai ilmu tentang kepemimpinan. Hal itu sebagai modal untuk menjadi pemimpin masa depan.

“Pengetahuan santri tentang kenegaraan maupun undang-undang harus ada, agar benar-benar siap untuk menjadi pemimpin bangsa ini,” tegasnya.

Menurutnya, sudah banyak tokoh yang saat ini mengisi jabatan kepala daerah maupun profesinya lainnya, dulunya belajar di pondok pesantren. Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan banyak tokoh-tokoh yang berasal dari lulusan pesantren.

Untuk itu, imbuh wagub, pengetahuan santri tentang kepemimpinan dan pemerintahan, harus betul-betul disiapkan. Namun, nilai-nilai akhlak yang diajarkan di pondok pesantren harus tetap dijadikan sebagai fondasi, dalam menjalani kehidupan apapun.

“Perlu dipraktikkan betul, cara bagaimana menghormati orang tua, cara bagaimana menempatkan diri ketika ada orang-orang yang perlu dihormati, dan seterusnya. Termasuk, instansi-instansi yang dari luar kalangan pondok pesantren,” ujarnya.

Acara bergengsi ini diikuti oleh 5.995 peserta dari seluruh Indonesia dan melewati proses seleksi yang sangat ketat. Para peserta harus melalui berbagai tahapan, mulai dari seleksi berkas, wawancara, bootcamp, pitching, karantina, semifinal, hingga grand final.

Penganugerahan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah sebagai bentuk kolaborasi dalam mendukung penguatan peran santri di era modern.

Setelah melalui perjalanan panjang tersebut, Hayun Halimatul Umah dari Pondok Pesantren Salafiah Al Muawwanah, Bandung, Jawa Barat, yang juga merupakan mahasiswi Ilmu Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, berhasil meraih Juara Umum Duta Santri Nasional 2025.

Sebagai bentuk apresiasi, Hayun berhak mendapatkan hadiah Umrah dan Trip ke Mesir yang disponsori oleh Rehlata Travel. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkiprah di kancah nasional maupun internasional.

Acara Penganugerahan Duta Santri Nasional kelima tahun 2025 ini juga menjadi momentum untuk memperingati Hari Santri Nasional, yang diperingati setiap 22 Oktober, serta menegaskan kembali peran penting santri sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Atas capaian prestasi yang membanggakan kampus tercinta ini Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat yang setinggi-tingginya kepada Hayun Halimatul Umah, mahasiswi Program Studi Ilmu Hukum, yang berhasil meraih Juara Umum Duta Santri Nasional 2025.

Hayun, yang merupakan santri dari Pondok Pesantren Salafiah Al Muawwanah, Bandung, Jawa Barat sukses menorehkan prestasi membanggakan di ajang tingkat nasional tersebut. Keberhasilannya menjadi Juara Umum Duta Santri Nasional 2025 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung mampu berprestasi tidak hanya di bidang akademik, tetapi dalam pengembangan karakter, kepemimpinan, dan dakwah kebangsaan.

Dalam kesempatan ini, Dekan Fakultas Syariah dan Hukum, Prof. Dr. H. Fauzan Ali Rasyid, M.Si menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam atas pencapaian tersebut.

“Atas nama pimpinan dan civitas akademika Fakultas Syariah dan Hukum, kami menyampaikan selamat dan sukses kepada Saudari Hayun Halimatul Umah. Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung, khususnya Fakultas Syariah dan Hukum. Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” ujarnya.

Wakil Dekan III Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Dr. H. Burhanuddin, SH., MH menambahkan bahwa semangat santri dan nilai-nilai keislaman yang berbasis rahmatan lil alamin diinternalisasi di lingkungan pesantren serta kampus menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang unggul dan berakhlakul karimah.

“Prestasi ini menjadi bukti sinergi antara pendidikan pesantren dan perguruan tinggi dalam melahirkan generasi santri intelektual yang siap berkiprah di kancah nasional maupun internasional,” jelasnya.

Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam pengembangan potensi, baik akademik maupun non-akademik, guna mencetak lulusan yang berintegritas dan berdaya saing global.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *