Mahasiswa MKS UIN Bandung Jadi Moderator Webinar Internasional ESG dan Teknologi Berkelanjutan

UINSGD.AC.ID (Humas) — Mahasiswa Program Studi Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kembali menorehkan capaian akademik di tingkat global. Mahasiswa semester VII, Moh. Alam Ridwan ZMS, dipercaya menjadi moderator dalam International Webinar bertajuk “ESG and Technology: Driving Sustainable and Responsible Innovation” yang diselenggarakan secara daring, Minggu, (11/1/2026), pukul 15.00–18.00 WIB.

Webinar internasional ini diikuti oleh lebih dari 300 peserta yang berasal dari berbagai negara, antara lain Yordania, Maroko, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Indonesia. Tingginya partisipasi lintas negara tersebut menunjukkan kuatnya minat akademisi dan praktisi terhadap isu Environmental, Social, and Governance (ESG) serta peran teknologi sebagai pilar utama inovasi berkelanjutan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh International Association of Economics and Business (IAEB), dan kolaborasi internasional antara sejumlah institusi dan asosiasi akademik, di antaranya European Muslim Management Association (EUMMAS), Universiti Teknologi MARA (UiTM), Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM), Arab Open University (AOU) Jordan, serta Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kolaborasi lintas negara ini mencerminkan sinergi akademik global dalam mendorong inovasi yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Dalam opening speech-nya, President of IAEB, Prof. Ts. Dr. Shafinar Ismail dari UiTM Malayasia, menegaskan peran IAEB sebagai platform akademik internasional yang mendorong kolaborasi lintas disiplin untuk merespons tantangan global di bidang ekonomi, teknologi, dan keberlanjutan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, prinsip ESG harus menjadi landasan utama agar inovasi tidak hanya berorientasi pada efisiensi dan pertumbuhan, tetapi juga pada tanggung jawab etis, keberlanjutan lingkungan, serta dampak sosial jangka panjang.

Dalam kegiatan itu, Moh. Alam Ridwan yang merupakan Duta Keterbukaan Informasi Publik UIN SGD Bandung Tahun 2024, berperan sebagai moderator yang memandu dialog akademik lintas negara dengan menghadirkan narasumber dari Yordania, Malaysia, dan Indonesia. Bertugas menjaga alur diskusi agar berjalan terstruktur, memastikan setiap sesi berlangsung efektif, serta mengintegrasikan beragam perspektif pembicara dalam satu kerangka diskusi yang utuh dan koheren terkait isu ESG dan perkembangan teknologi global.

“Sebagai moderator, saya memastikan diskusi tetap fokus, mendalam, dan relevan dengan tema. Tantangannya adalah mengintegrasikan sudut pandang para pembicara dari latar belakang negara dan keilmuan yang berbeda agar diskusi tetap koheren,” ujarnya, Senin (12/1/2026).

Webinar internasional ini menghadirkan sejumlah akademisi dari berbagai perguruan tinggi. Alam merangkumkan materi yang dibawakan oleh sejumlah pemateri tersebut. Luai Jraisat dari Arab Open University, Yordania, membahas topik “Sustainable Supply Chains: Innovation and Technology”.

Dalam paparannya, menekankan peran inovasi, digitalisasi, dan penerapan Industry 4.0 dalam membangun rantai pasok yang berkelanjutan dan adaptif terhadap tantangan global.

Asrul Nasid Masrom dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia menyampaikan materi berjudul “Building the Future: Immersive Technology in Community Engagement for Green Infrastructure Development”. Pemanfaatan teknologi imersif untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pembangunan infrastruktur hijau yang inklusif dan berkelanjutan.

Pembicara berikutnya, Ahmad Rais Mohamad Mokhtar dari Universiti Teknologi MARA, membahas “Using Digital Tools to Build Sustainable and Resilient Supply Chains”. Paparan ini menekankan pentingnya teknologi digital dalam meningkatkan visibilitas, ketahanan, dan keberlanjutan rantai pasok.

Dari Indonesia, Rumaisah Azizah Al Adawiyah dari Universitas Pendidikan Indonesia mengulas topik “From ESG Reporting to Responsible Innovation: Lessons from Islamic Banks and Sustainability Disclosure”. ESG reporting sebagai instrumen tata kelola dan pembelajaran organisasi dalam mendorong inovasi yang bertanggung jawab, khususnya di sektor perbankan syariah.

Sebagai moderator, Alam menilai tema webinar tersebut sangat relevan dengan dinamika global saat ini. Menurutnya, percepatan teknologi harus diarahkan oleh prinsip ESG agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya efisien secara teknis, tetapi memiliki legitimasi sosial, keberlanjutan lingkungan, serta tata kelola yang kuat.

Ketua Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Dr. H. Dadang Husen Sobana, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal IAEB Jawa Barat, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas keterlibatan mahasiswanya dalam forum akademik internasional tersebut. Menurutnya, peran mahasiswa sebagai moderator dalam forum berskala global, bukanlah hal yang mudah dan menuntut kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi yang matang.

“Tidak mudah menjadi moderator dalam forum internasional dengan menggunakan bahasa Inggris secara penuh. Dibutuhkan kepercayaan diri, ketenangan, dan kemampuan menjaga dinamika diskusi agar acara tetap hidup dan tidak membosankan. Alhamdulillah, saudara Alam mampu membawakan perannya dengan cool, calm, dan penuh confidence,” ujarnya.

Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., mengapresiasi keterlibatan tersebut sebagai capaian yang membanggakan. Menurutnya, “Ini merupakan pencapaian awal tahun yang dapat diakselerasi untuk mendukung internasionalisasi kelembagaan sekaligus peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM). Dengan berharap capaian ini tidak berhenti pada Alam saja, tetapi dapat berlanjut ke alam-alam lainnya, mengingat banyak mahasiswa FEBI yang memiliki kemampuan penguasaan bahasa asing yang mumpuni,” pungkasnya.

Keterlibatan mahasiswa MKS sebagai moderator dalam forum internasional ini mencerminkan penguatan kapasitas akademik mahasiswa FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk berpartisipasi aktif dalam diskursus global, sekaligus memperluas pengalaman akademik lintas negara di bidang keberlanjutan dan inovasi teknologi.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *