Mahasiswa FDK Kunjungi Redaksi ‘PR’

[www.uinsgd.ac.id] Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung kunjungi  Redaksi Pikiran Rakyat, Jl. Soekarno-Hatta 147 Bandung, Kamis (18/01/2013). Kedatangan aktifis mahasiswa tersebut didorong oleh kebutuhan akan pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola media.

Menurut Pembantu Dekan III, Dr. Ujang Saefullah, sehari sebelumnya, mengatakan, rencananya 40 mahasiswa yang ikut pelatihan jurnalis muslim tersebut dituntut untuk merealisasikan program penerbitan jurnal pada jurusannya masing-masing. Oleh karena itu menurut Ujang, tujuan kedatangannya ke redaksi PR tersebut adalah untuk menimba pengalaman teknis mengelola media khususnya media cetak. “PR telah memberikan pencerahan kepada umat dan bangsa. Setelah meberikan dan praktik mahasiswa diharapkan  bisa menerbitkan jurnal, tabloid atau majalah. Oleh karena itu, mohon pihak PR berkenan untuk memberikan pencerahan kepada mahasiswa.

Pihak ‘Pikiran Rakyat’yang hadir, Erwin Kustiman dan Ida Munfarida masing-masing sebagai redaktur opini dan redaktur bidang pendidikan menyambut kedatangan peserta pelatihan jurnalistik tersebut dengan baik.

Erwin Kustiman menganalisis bagaimana masa depan surat kabar di Indonesia di tengah persaingannya dengan media online. Baginya, masa depan media cetak di Indonesia masih sulit diprediksikan. Karena perkembangan industri media begitu sangat cepat.

“Kehadiran internet berdampak pada media cetak, karena semua orang sudah bisa mengakses informasi kapanpun dan dimanapun. Ada yang meramalkan bahwa tahun 2020 media cetak akan musnah, wallstreet journal sudah tidak terbit lagi dan lebih berfokus ke media online. Apakah di akan terjadi juga di tanah air?” tuturnya dengan menyisakan tanya.

Erwin menjelaskan, Pikiran Rakyat sendiri dengan 43 juta penduduk Jawa Barat hanya beroplah 150 sampai 200 ribu eksemplar. Oleh karena itu masih ada celah pasar yang belum tergarap. Seninya adalah dengan mengambil strategi konvergensi dan mempertahankan karakteristik pada platformnya. Ini menjadi strategi terbaik media cetak ke depan, kredibilitas dan pemahaman terhadap suatu peristiwa harus menonjol.

Ida Munfarida redaktur pendidikan, menjelaskan, Pikiran Rakyat harus menyentuh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, hal ini dapat dilihat dari suplemen-suplemen pikiran rakyat seperti Percil, Kampus, Belia, Khazanah.

Setelah sesi tanya jawab, 40 mahasiswa mengunjungi dapur redaksi, mulai dari meja wartawan, meja redaksi, help desk bahasa, dan lay out.***[dudi]

 

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *