LIBAMA-AF UIN SGD Bandung 2019 Resmi Digelar

Liga Basket Mahasiswa Antar Fakultas (LIBAMA-AF) UIN bandung 2019 resmi dibuka. Pembukaan LIBAMA-AF ini digelar bersamaan Dies Natalies Family of Basket Ball UIN Bandung (FABBIS) ke-21 di Aula Kopertais UIN Bandung, Minggu (1/12/2019).

Acara ini dihadiri sejumlah alumni FABBIS angkatan 1998 hingga angkatan termuda FABBIS 2019 dan perwakilan dari 9 fakultas. Dimeriahkan pula penampilan Rieke Meilani, Ikhsan Kamil & Mas Dhika, juga Sora Sae (Keroncong).

Diadakannya kompetisi basket ini sebagai ajang silaturahim antarjurusan maupun fakultas di UIN Bandung. Selain itu silaturahim antarangkatan dan alumni FABBIS.

“LIBAMA-AF diadakan sebagai bentuk silaturahim antarjurusan dan fakultas di UIN Bandung. Sedangkan Dies Natalies menjadi momentum silaturahim antarangkatan alumni FABBIS,” tutur Ketua Pelaksana, Reza Almeida Irawan.

Berbeda dengan kompetisi sebelumnya, tahun ini peserta LIBAMA-AF bertambah dengan kehadiran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Menurut Reza, hal ini menjadi tantangan bagi fakultas baru tersebut untuk semakin antusias.

Setiap tim fakultas, sangat antusias menantikan pertandingan. Salah satu perwakilan Fakultas Saintek, Ibriah Soniya menuturkan tim basket Fakultas Saintek telah mempersiapkan diri seperti analisa pemain dan pola permainan.

“Fakultas Sainstek mengirimkan dua tim putra-putri. Kami juga sudah mempersiapkan diri dengan sering latihan, analisa pemain dan pola permainan,” ujar Ibriah Soniya.

Senada dengan Soniya, perwakilan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Chariena Rullisanti mengatakan timnya mempersiapkan diri agar tetap kompak. Mereka optimis menggaet kembali gelar juara setelah tahun lalu keluar sebagai juara. Chariena pun mengaku banyak kesan yang dirasakannya sebagai anggota selama berkiprah di FABBIS.

“Luar biasa, karena selain mendapat teman, kita juga menjadi keluarga selagi menyalurkan hobi,” kata Ibriah dan Chaerina saling menimpali.

Kesan mendalam juga dialami Ketua Umum FABBIS 2001-2002, Budiman Eko. Ia bersyukur hingga saat ini FABBIS tetap eksis di usia ke-21 tahun disertai berjalannya estafeta kepemimpinan dan semakin baiknya pelaksanaan kegiatan yang dibangun sejak jauh hari.

Sementara itu, pertandingan tim putri Fakultas Tarbiyah dan Keguruan kontra Fakultas Ushuluddin menjadi pertandingan pembuka pada, Minggu (1/12/2019). Sedangkan tim putra mempertandingķan Fakultas Syariah Hukum versus tim putra Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.

Reza kembali mengingatkan makna the real champion atau pemenang yang sesungguhnya. Menurutya, pemenang tidak terbatas pada gelar juara satu. Baginya yang terpenting tim telah menjadi juara kebanggaan di fakultasnya dan menjadi juara untuk dirinya sendiri. Ia pun menambahkan nantinya para dosen dan karyawan bisa ikut bertanding.

“Agenda selanjutnya, sepertinya kita akan menggelar ulang tahun perak UKM FABBIS Lebih meriah dari (hari) ini. Ada juga kegiatan-kegiatan tidak hanya antarjurusan dan antarfakultas, mungkin kita akan mencoba memperkenalkan tidak hanya UKM FABBIS-nya. Namun juga di lingkungan civitas akademik. Bukan hanya mahasiswa, tapi juga dosen dan karyawan juga,” tutup Reza. (Putri Restia Ariani, Muhammad Fauzan P)

Sumber, Jurnal Pos Media Minggu, 1 Desember 2019

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *