Kompetisi dan Mimpi

UINSGD.AC.ID (Humas) — Dari sambutan ke sambutan. Dalam satu minggu ini lebih dari tiga sambutan. Pagi tadi menyambut mahasiswa baru FISIP Angkatan 2025. Dalam kegiatan PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan).

Dalam sambutan pagi ini saya memberikan ucapan selamat kepada para mahasiswa baru. Kurang lebih 550 mahasiswa. Saudara-saudara adalah mahasiswa pilihan. Mahasiswa yang terseleksi dari ribuan yang daftar. Terseleksi karena kompetisi. Kompetisi adalah kunci.

Dalam rentang kehidupan, kita dihadapkan pada kompetisi. Bahkan sebelum lahir sekalipun. Sejak orang tua kita memilih pasangan. Sudah kompetisi. Pembuahan ovum pun tidak lepas dari kompetisi. Sampai nanti akhir hayat. Dunia tak lepas dari kompetisi. Karenanya, wahai mahasiswa baru siapkan diri anda untuk berkompetisi. Dan siapkan diri anda untuk jadi pemenang.

Dalam dunia marketing. Kompetisi menjadi kunci. Kata Carl Shapiro (2012) dalam Competition and Innovation: Did Arrow Hit the Bull’s Eye?, karena kompetisi maka konsumen pasti diuntungkan. Kompetisi bisa mengantarkan kepada banyaknya variasi produk. Lihatlah, karena kompetisi ingin merebut pasar, pilihan air mineral menjadi banyak. Karena kompetisi, mie instant bukan hanya satu merk. Begitu juga dengan pasta gigi dan produk lainnya.

Kompetisi juga mendorong lahirnya produk-produk berkualitas. Begitu juga inovasi-inovasi kreatif muncul karena ada kompetisi. Karenanya wahai para mahasiswa teruslah berkompetisi agar anda menjadi alumni yang punya kompetensi, berkualitas tinggi dan inovatif.

Berkompetisilah dengan sehat. Kalau Collin Powell menyebut bahwa sukses adalah hasil dari persiapan yang matang, kerja keras dan belajar dari kegagalan, maka dalam proses menuju sarjana, buatlah perencanaan yang matang. Jangan Lelah untuk bekerja keras. Serta belajarlah dari kegagalan masa lalu. Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi agama. Selain apa yang dinasehatkan Powell, iringi kompetisi anda meraih sarjana dengan doá dan sholat malam. Jika selama menjadi mahasiswa anda melangengkan sholat malam. Niscaya diakhir perjalanan jadi mahasiswa. Maqomam mahmuda akan anda raih. Itu janji Ilahi.

Anda masuk FISIP. Maka nilai-nilai yang kita kembangkan harus menjadi pegangan anda. Kita kembangkan nilai Flexibility: jadilah mahasiswa-mahasiswa yang fleksibel. Tidak merasa benar sendiri. Siap menerima berbagai macam pemikiran. Luwes dalam bergaul dan beradaptasi. Anda bukan lagi siswa tapi anda siswa yang maha, mahasiswa. Meskipun flexible, anda harus punya Integrity. Integritas dan komitmen akan kebenaran. Komitmen akan aturan, harus menjadi pegangan. Sebagai mahasiswa anda juga punya tanggung jawab sosial, Social Responsibility. Tengok tetangga sebelah di kampung anda.

Jangan-jangan anda hanya satu dari sekian penduduk di kampung anda. Yang memiliki kesempatan menjadi mahasiswa. Sejak mahasiswa sampai nanti menjadi alumni, jangan lupakan tanggung jawab social anda. Tanggung jawab mengabdi kepada Masyarakat sekitar. Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan tinggi. Dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa, jadilah insan-insan yang innovative, karenanya Innovation menjadi salah satu core values yang dikembangkan. Tapi ingat semuanya tidak akan berkah tanpa nilai terakhir yang kita kembangkan yaitu Politeness. Kesopanan, akhlak karimah menjadi nilai terpenting. Dahulukan akhlak dan kesopanan selama kuliah daripada kepandaian. Jadilah akademisi yang menjunjung tinggi akhlak al-karimah.

Dengan core values FISIP (Flexibility, Integrity, Social responsibility, Innovation dan Politness), mari sama-sama menggapai mimpi menjadi alumni-alumni yang sukses. Mimpi adalah kunci kata Nidji dalam Laskar Pelangi.

Tapi tidak cukup hanya mimpi. Mimpi perlu dikejar agar menjadi realitas. John Maxwell, penulis best seller New York Times dalam Put Your Dream to the Test mewanti-wanti agar mimpi sukses bisa tercapai. Maxwell menyebut ownership menjadi kriteria pertama agar mimpi tercapai. Anda harus benar-benar menjadi pemilik mimpi, bukan mimpi orang lain. Menjadi sarjana FISIP harus menjadi mimpi anda. Bukan mimpi orang tua anda. Apalagi sekedar mimpi pacar anda.

Kriteria kedua adalah Realistis. Anda harus punya mimpi yang realistis. Selaraskan antara kebiasaan anda dengan mimpi. Match your habits to your dream, kata Maxwell. Kebiasaan itu berhubungan dengan kriteria selanjutnya yaitu passion. Sesuaikan mimpi anda dengan passion anda. Karenanya selama perkuliahan gali terus kebiasaan dan passion anda. Salurkan passion anda di UKM-UKM yang ada di kampus. Setelah passion, kunci sukses selanjutnya adalah pathway. Rencanakan dan kembangkan Langkah-langkah strategis untuk menggapai mimpi.

Jika kompetisi dan mimpi anda gabungkan dengan kerja keras dan doá. Insya Allah dalam maksimal empat tahun ke depan anda menjadi alumni-alumni FISIP yang siap bersaing merebut pasar kerja, atau bahkan menciptakan pekerjaan-pekerjaan demi masa depan yang lebih baik.

Terakhir, mari kita nyanyikan bersama lagu Laskar Pelangi dari Nidji:

Mimpi adalah kunci
Untuk kita menaklukkan dunia
Berlarilah tanpa lelah
Sampai engkau meraihnya

Laskar pelangi
Takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu di angkasa
Warnai bintang di jiwa

Menarilah dan terus tertawa
Walau dunia tak seindah surga
Bersyukurlah pada Yang Kuasa
Cinta kita di dunia Selamanya
Takkan terikat waktu, uh, oh

Ahmad Ali Nurdin, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Gunung Djati Bandung

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *