UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Publikasi Dosen UIN SGD Meningkat, Apa Rahasiahnya?

Dosen memiliki banyak kewajiban di antaranya publikasi di jurnal ilmiah, baik Nasional maupun Internasional. Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung memiliki publikasi ilmiah skala internasional bereputasi global index Scopus 52 dokumen pada Tahun 2015. Capaian publikasi tersebut meningkat tajam menjadi 369 dokumen sampai tanggal 07 April 2019. Apa rahasiahnya yang menyebabkan lonjakan tajam itu?

Mula pertama dilakukan tinjauan kebijakan Nasional. Pemerintah mengarahkan perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing salah satunya melalui peningkatan publikasi ilmiah. Selanjutnya, kebijakan Nasional diturunkan ke dalam keputusan internal UIN SGD. Berdasarkan keputusan internal ini disusunlah perencanaan strategis peningkatan produktivitas dosen melalui indicator kinerja utama meliputi kualitas dan kuantitas publikasi di jurnal ilmiah.

Baseline 52 dokumen publikasi index Scopus pada Tahun 2015 dijadikan rujukan awal pemetaan sumber daya dosen mencakup kompetensi inti, aktivitas, capaian, dan produktivitas. Tentu saja ini merupakan assets atau modal utama untuk basis peningkatan publikasi ilmiah. SDM internal publikasi ilmiah diapresiasi untuk menempati posisi dan peran sentral menjadi fasilitator. Melalui saluran itu manajemen publikasi ilmiah UIN SGD memulai untuk menghimpun spirit, belajar dari kisah sukses, menimba pengalaman, dan mengenal solusi-solusi efektif dalam mengatasi tantangan publikasi ilmiah.

Pada saat yang sama, informasi di berita media seputar peningkatan publikasi ilmiah sangat gencar. Manajemen publikasi ilmiah UIN SGD bersama stakeholders menyiapakan Kelas Menulis (KM) untuk mengakses informasi baru. KM berperan efektif dalam merumuskan informasi-informasi baru menjadi pengetahuan sistematis yang secara kontekstual digunakan untuk acuan prinsip sekaligus teknis penulisan artikel dan berikutnya mekanisme publikasi ilmiah. KM melalui manajemen publikasi ilmiah UIN SGD bersiaga untuk tidak ketinggalan informasi baru dan menjelma menjadi semacam laboratorium pemecahan tantangan dan problem-problem publikasi ilmiah.

Keberadaan KM diupayakan mendapat pengaruh, perhatian, dan dukungan dari stakeholders kunci para pengampu kebijakan. Agar keberadaan KM menjadi kuat, efektif, dan efisien. Berbagai ahli dihadirkan di KM untuk menyampaikan perkembangan terbaru, menyoal efektifitas, dan orientasi sukses. Dalam perjalannya, KM berkembang dalam bentuk simbol-simbol kultur akademik yang menyebar di pojok-pojok Fakultas dengan pembicaraan topik khas terkait efektivitas publikasi ilmiah. Di sini terjadi proses timbal balik dari struktur membentuk kultur dan sebaliknya dari kultur menegaskan struktur dalam hal tugas dan peran. Pelajaran dari hal ini urgensitasnya bukan keberadaan KM melainkan pembentukan atmosfer kondusif untuk produktivitas publikasi ilmiah.

Adalah fenomena menarik di mana para penulis pemula tampak tergerak untuk melaksanakan pembimbingan kepada penulis utama didasarkan atas kesediaan. Penulis utama diukur berdasarkan jam terbang, produktivitas, dan jumlah publikasi. Mulai berangsurlah setahap demi setahap terbentuk komitmen, tumbuh pembiasaan, tergali integritas, dan kesiapsediaan meningkatkan kapasitas dan produktivitas publikasi ilmiah. Di situ, berlangsung adaptasi yang intensif terhadap perkembangan mutakhir dunia kepenulisan jurnal ilmiah. Dalam hal ini, tumbuh geliat penulisan artikel dan publikasi ilmiah.

Terbentuk pula komunitas antarsejawat berkenaan dengan finalisasi bahan artikel. Terbentuknya ragam komunitas yang semacam peer-group ini telah membuahkan hasil signifikan. Sivitas yang belum lancar menulis menjadi pandai menulis, dan sivitas yang telah terbiasa menulis makin hari makin produktif jumlah publikasinya. Kondisi ini telah menciptakan ruang berbagi untuk saling menghargai, mendukung, mengapresiasi, dan sebagainya.

Adanya pemeringkatan publikasi ilmiah melalui otoritas Nasional telah memacu gairah tersendiri. Grafik peningkatan publikasi terpantau secara berkala. Di sisi lain publikasi telah memudahkan pengisian rubrik beban kerja yang wajib dipenuhi. Publikasi ternyata pula melancarkan pemenuhan syarat yang wajib ada untuk kenaikan jabatan akademik. Selebihnya, publikasi sangat berguna bagi kebutuhan dan kepentingan akreditasi program studi.

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung.