UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Ikhlas Melayani

Diriwayatkan dari Jabir, Rasulullah SAW bersabda, “Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia,(HR Thabrani dan Daruquthni).

Hadis tersebut memerintahkan kita agar menjadi manusia yang ramah kepada sesama sekaligus bermanfaat. Jauh dari mudarat, merusak, dan zalim, melainkan bermanfaat bagi lingkungan. Menghormati dan melayani sesama dengan adil, penuh dedikasi, dan profesional.

Sikap ramah ini akan mengiringi setiap perbuatan yang lahir dari hati tulus dan ikhlas. Islam mengajarkan beramal kebajikan baiknya disembunyikan, tanpa campuran ria, sum’ah, dan ujub.Hanya mengharapkan pahala Allah semata.

Nilai manfaat tidak harus berupa materi, bisa juga ilmu, tenaga, sikap santun, bahkan memberi kan pelayanan terbaik untuk sesama. Siapa yang melakukannya akan selalu memper sembahkan hal terbaik.Merasa ringan dijalani, tanpa ada tekanan. Rasulullah SAW bersabda, Janganlah sekali-kali meremehkan perbuatan baik walaupun menyambut saudaramu dengan muka ceria.(HR Bukhari dan Muslim).

Membantu mengurusi pekerjaan orang lain merupakan pintu kebaikan.Seorang yang beriman tak akan menyia-nyiakan kesempatan berbuat baik dan melakukannya berulang- ulang. Mendedikasikan diri dan jiwanya semata-mata agar apa yang ia lakukan bisa bermanfaat bagi diri dan sesama. Ia meyakini bahwa melayani sesama memiliki kedudukan mulia di hadapan Allah. “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah.” (HR Muslim).

Alangkah indahnya seorang pedagang membantu memudahkan urusan pembeli dengan berlaku adil, tak mengurangi timbangan, melayani dengan sikap ramah. Begitu pula dengan profesi lain. Barang siapa yang memudahkan kesulitan seorang mukmin dari berbagai kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitannya pada hari kiamat. Dan siapa yang memudahkan orang yang dalam kesulitan, niscaya akan Allah mudahkan baginya di dunia dan akhirat. (HR Muslim).

Ingatlah, setiap amal akan kembali kepada orang yang berbuat.Ketika memberikan manfaat kepada orang lain, manfaatnya akan kembali untuk kebaikan sendiri, demikian pula sebaliknya. Latihlah terus keikhlasan dalam melayani, bersikap profesional, mau belajar memperbaiki kesalahan, dan terus memberikan yang terbaik.[]

Iu Rusliana, Dosen Jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung.

Sumber, Republika Senin 10 September 2018 16:13 WIB