UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Bidang Fokus Kampus Pengajaran

Tugas dosen amat berat. Mereka itu bukan peneliti. Tapi dituntut penelitian. Idealnya, pengembangan penelitian adalah tugas peneliti fungsional. Lalu, dosen berperan mengakses hasil-hasil penelitian dari para peneliti fungsional untuk bahan ajar. Jadi, tugas utama dosen ialah pengajaran.

Memang secara umum kampus dibagi dua, yaitu kampus pengajaran dan kampus penelitian. Kampus pertama berperan menyelenggarakan S1. Kampus kedua berperan menyelenggarakan pascasarjana.

Berdasarkan pengalaman dunia, kampus penelitian didirikan secara otonom dalam arti tidak dicampurkan dengan kampus pengajaran. Atau kampus penelitian merupakan pengembangan dari kampus pengajaran yang menyedikitkan penyelenggaraan S1 secara bertahap.

Ini soal fokus apakah kampus pengajaran ataukah kampus penelitian. Keduanya tidak bisa dicampurkan. Kecuali pengembangan dari kampus pengajaran berangsur-angsur mengarah ke kampus penelitian. Tentu seiring dengan konsekuensi-konsekuensinya.

Kampus penelitian harus merekrut banyak para peneliti fungsional. Namun mereka bertugas melaksanakan penelitian dan pendampingan mahasiswa pascasarjana dalam aktivitas-aktivitas penelitian. Kampus penelitian harus melakukan kerjasama dengan litbang, pemerintah, dan dunia usaha/industri untuk isu-isu penelitian berkelanjutan.

Aktivitas penelitian oleh kampus pengajaran memiliki konsekuensi serius. Konsekuensi paling serius adalah tak terpikirkannya pola, model, stategi, dan pengembangan pengajaran. Ini harus menjadi fokus utama kampus pengajaran.

Memang dosen wajib penelitian dan pengabdian di samping pengajaran. Penelitian dimaksud adalah review terhadap hasil-hasil penelitian terkini atau paling mutakhir. Kampus pengajaran harus menguatkan penelitian-penelitian literature review atas hasil-hasil penelitian.

Literature review memiliki banyak fungsi. Antara lain membuka cakrawala pengetahuan, menguatkan wawasan, menajamkan kompetensi, dan mengasah berpikir kritis. Pada gilirannya, literature review akan menghasilkan banyak produk seperti buku teks atau bahan ajar, buku referensi, dan monograf. Akan banyak dihasilkan guide books dan hand books dari tindakan literatue review.

Produksi pengetahuan berbasis literatue review erat kaitannya dengan pengelolaan pengetahuan (knowledge management). Aktivitas ini menuntut tersedianya berbagai sarana seperti desain thinking atau berpikir kritis, reformulasi teori-teori dasar, re-konseptualisasi (re-thinking), HOTS, dan ABCD. Kampus pengajaran harus mengelola pengetahuan yang dimiliki dari berbagai perspektif untuk menghadirkan tindakan praktis bagi partisipasi masyarakat atau komunitas.

Semua di atas itu sebuah ide awal untuk pemikiran pengajaran, penelitian, dan pengabdian. Suatu tugas dosen.()

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag, Kepala Puslitpen LP2M UIN SGD Bandung