UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Berkah Umrah Ramadhan

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Setiap ibadah dan kebaikan dibalas dengan pahala berlipat ganda. Salah satu ibadah yang dianjurkan di bulan Ramadhan adalah ibadah umrah. Berikut ini adalah beberapa keutamaan dan pahala khusus dari keberkahan umrah di bulan Ramadhan.

Pertama, bernilai sama dengan haji. Bukhari (1782) dan Muslim (1256) telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada seorang wanita dari kalangan Anshar. “Apa yang menghalangimu untuk melakukan haji bersama kami?” Dia berkata, “Kami hanya punya dua onta, yang satu dibawa oleh bapak dan anaknya, yang satu lagi kami gunakan untuk menyiram kebun.” Maka nabi berkata,”Jika datang bulan Ramadan, lakukanlah umrah, karena umrah itu sama dengan haji.” Dalam riwayat muslim, “Sama dengan menunaikan haji bersamaku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Jika Ramadhan tiba, berumrahlah saat itu karena umrah Ramadhan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari no. 1782 dan Muslim no. 1256).


Kedua, pahala berlipat ganda. Rasulullah SAW bersabda :“Wahai sekalian manusia, telah datang pada kalian bulan yang mulia. Di bulan tersebut terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Puasanya adalah kewajiban. Shalat malamnya adalah amalan sunnah. Siapa yang melakukan kebaikan pada bulan tersebut seperti ia melakukan kewajiban di waktu lainnya. Siapa yang melaksanakan kewajiban pada bulan tersebut seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban di waktu lainnya.” (HR. Al-Mahamili dalam Al-Amali 5: 50 dan Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya 1887. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini munkar seperti dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah no. 870).

Ketiga, tamu Allah yang dikabulkan doanya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda “Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah, maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban).

Keempat, penghapus dosa. Berumrah di tengah berbagai keutamaan Ramadhan insya Allah berbuah ampunan dari Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda,“Ibadah umrah ke ibadah umrah berikutnya adalah penggugur (dosa) di antara keduanya, dan haji yang mabrur tiada balasan (bagi pelakunya) melainkan surga” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Kelima, jauh dari kefakiran. Rasulullah SAW bersabda: “Iringilah antara ibadah haji dan umroh karena keduanya meniadakan dosa dan kefakiran, sebagaimana alat peniup api menghilangkan kotoran (karat) besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur melainkan surga” (HR. At Tirmidzi, An Nasa’i, dan lainnya).

Keenam, Jihad bagi wanita. Salah satu jihadnya kaum wanita adalah umroh, terutama di bulan Ramadhan. Dari Aisyah RA, ia berkata: “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga wajib berjihad?” Rasulallah SAW menjawab, “Iya. Dia wajib berjihad tanpa ada peperangan di dalamnya, yaitu dengan haji dan umroh.” (HR. Ibnu Majah).

Ketujuh, melipat-gandakan pahala umrah dengan shalat di Quba, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa telah bersuci (berwudlu) di rumahnya. kemudian mendatangi masjid Quba, lalu shalat di dalamnya dua rakaat, baginya sama dengan pahala umrah.” (Sunan Ibn Majah).

Kedelapan, menjadi pribadi yang lebih sabar. Menjalankan puasa Ramadhan sambil melaksanakan umroh memerlukan kesabaran yang lebih tinggi karena selain menjaga diri dari hal-hal yang membatalkan puasa, dituntut pula untuk melaksanakan umroh dengan sempurna. Allah Swt, berfirman, “Rabb (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?’’ (Q.S. Maryam : 65).

Kesembilan, wafat saat umroh mendapat pahala hingga kiamat. Wafat saat umroh di bulan Ramadhan berarti ia wafat dalam keadaan melaksanakan dua ibadah sekaligus.

Rasulullahi SAW bersabda, “Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga. Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga.” (HR. Ahmad 23324 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Aden Rosadi, Pembimbing Haji Umrah Qiblat Tour dan Dosen FSH UIN SGD Bandung

Sumber, Pikiran Rakyat 23 April 2019