UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Analisis Ranking Produktivitas Publikasi Ilmiah Berbasis h-Index Google Scholar

Index H belum populer di UIN SGD bahkan di perguruan tinggi di Indonesia. Meskipun begitu kita sudah mencoba cara penghitungannya dalam artikel ini :

http://digilib.uinsgd.ac.id/5722/

Top saintis versi webometrik yg berbasis index H google scholar mungkin mereka sedang menyusun metodologi yang lebih kualitatif dibandingkan jumlah sitasi.

Menurut Dirjen Pendis, Kemenag RI sudah lama menjuangkan agar penilaian usulan Guru Besar untuk lingkungan PTKI cukup di Kemenag RI tidak perlu diteruskan ke Ristek Dikti. Usulan ini sudah banyak mendapat persetujuan sehingga optimis penilaian GB cukup di Kemenag bisa disetujui. Penilaian itu menitik beratkan pada aspek kualitas distingsi PTKI.

Memang, di masa depan, index H dan NIDN akan menjadi bursa dosen di “pasar” pendidikan tinggi dunia. Dosen produktif “direbut” atau dikontrak oleh perguruan tinggi yg membutuhkan. Malaysia sudah mulai membidik dosen-dosen produktif untuk pindah ke sana atau menjadi dosen tamu. Di Indonesia, di Bandung, Tel-U termasuk antusias mencari dosen2 produktif, khususnya untuk penguatan desain paten.

Kami sangat minat atas manifesto Leiden. Semoga ada kesempatan untuk mempelajari substansinya.

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung