Kesempatan Bertaubat saat Ramadhan, Perhatikan 4 Syarat Ini


Memasuki edisi 9 Ceramah Tarawih (Cetar) Ramadhan 1441 H/2020, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. H. Tata Sukayat, M,Ag mengingatkan momen ampunan di Bulan Ramadan ini.

Taubat, menjadi tema yang dibahas dalam Cetar Ramadhan 1441 H/2020.

Kang Tata, sapaanya, mengingatkan kisah orang-orang pilihan Allah, yang di masa lalunya dikenal berbuat dosa besar, bahkan ada yang memusuhi agama Allah dan Rasulnya.

Namun, ketika menyesali, memohon ampun, taubat pada Allah dengan sunguh-sunguh, maka Allah tempatkan di tempat yang mulia.

Ada 4 syarat yang dijelaskan dalam edisi 9 Cetar Ramadhan 1441 H/2020. Berikut ulasannya, dan di akhir artikel bisa diakses kanal YouTube Pikiran-Rakyat.com.

Besarnya Potensi Berbuat Dosa

Ramadhan disebut juga sebagai Syahrul Maghfirah, bulan yang bertabur ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ini sangat penting bagi kita yang merasa punya noda dan dosa dalam kehidupan.

Pertanyaannya apa ada manusia yang tidak berdosa? Semua manusia memiliki potensi berbuat dosa, berbuat khilaf.

Dan kesalahan orang yang baik, adalah dengan menyadarinya dan segera memperbaiki segala kesalahan yang pernah dilakukan.

Orang buruk punya masa depan, orang baik punya masa lalu. Dan Islam punya konsep yang disebut dengan taubat.

Seseorang akan bertaubat jika memiliki syarat-syarat yang diisyaratkan sebagai syarat taubat.

Pertama, menyadari segala kesalahan. Maka, berbahagialah orang yang salah menyadari segala kesalahannya.

Kedua, memperbanyak istighfar. Dosa-dosa kecil akan hilang dengan istighfar. Dan dosa-dosa besar akan hilang dengan taubat.

Kisah orang bertaubat atas segala dosa dan kesalahannya, Nabi Adam. Ketika berbuat khilaf dan salah di hadapan Allah, maka beristighfar bersama-sama istrinya.

Ketiga, timbulkan rasa penyesalan yang mendalam. Karena makna taubat adalah kembali.

Timbulkan penyesalan yang mendalam, perbanyak istighfar. Ikuti perbuatan burukmu dengan perbuatan baikmu.

Keempat, syarat taubat adalah tidak mengulangi perbuatan buruk yang pernah dilakukan. Jika sudah melakukan kesahan, taubat dan menggantinya dengan perbuatan-perbuatan baik.

Sahabat setingkat Umar Bin Khattab dijanjikan Allah akan masuk surga. Tetapi, masa lalunya? Kita semua paham, kita semua tahu. Bertaubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pengampunan Allah seperti samudra yang tak pernah bertepi.

Pengganti Ceramah di Masjid

Sebelumnya, Pikiran-Rakyat.com menjadi inisiator Ceramah Tarawih (Cetar) Ramadhan 1441 H secara offline melalui akun YouTube.

Untuk menyuksekan Cetar Ramadhan 1441 H di saat Pandemi COVID-19 ini, Pikiran-Rakyat.com menjalin kerja sama dengan tiga lembaga pendidikan.

Pertama menggandeng Fakultas Dakwah dan Komunikasi, kedua Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ketiga, melibatkan para penda’i dari lembaga pesantren, Daarul Qur’an. Masing-masing lembaga, menyampaikan pesan dakwah melalui Cetar Ramadhan 1441 H.

Para penceramah akan silih berganti menyampaikan tausiah seusai sholat Isa atau sekitar pukul 19.30 WIB.

Program Cetar Ramadhan 1441 H ini dibuat sebagai pengganti ceramah Ramadhan yang seharusnya digelar di masjid-masjid.


“Sementara ini tidak bisa langsung menyampaikan pesan-pesan keagamaan melalui ceramah-ceramah di masjid-masjid. Melalui program ini, mereka (ustad dan kiai) masih bisa tetap menyampaikan berbagai macam pesan, tausiah, dan informasi keagamaan kepada masyarakat luas,” jelas Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Dr. Ahmad Sarbini, M.Ag.***

VIDEO EDISI 9 Program Cetar Ramadhan 1441 H (KLIK LINK)

Sumber, Pikiran Rakyat 1 Mei 2020, 19:32 WIB

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *