UINSGD.AC.ID (Humas) — Wakil Rektor III UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Husnul Qodim, MA., membuka secara resmi UIN Taekwondo Championship 7/2025 yang digelar pada 21–23 November 2025 di Gedung Anwar Musaddad dan Gedung Abdjan Soelaeman.
Kejuaraan nasional yang digagas Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo ini diikuti atlet dari lima provinsi: Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Banten.
Dalam sambutannya, Prof. Husnul menuturkan “Saya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang setinggi-tingginya kepada UKM Taekwondo Indonesia Unit UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang konsisten menghadirkan kejuaraan ini hingga tahun ketujuh. Ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi wujud nyata komitmen mahasiswa dalam membangun budaya sportivitas, kedisiplinan, dan integritas nilai yang sangat selaras dengan visi Rahmatan lil‘Alamin UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” tegasnya, Sabtu (22/11/2025).

Kita patut berbahagia, karena kejuaraan tahun ini diikuti oleh atlet-atlet dari lima provinsi. Hal ini menunjukkan bahwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung semakin dipercaya sebagai pusat penyelenggaraan kegiatan olahraga yang profesional, kompetitif, dan berkelas nasional.
Guru Besar Fakultas Ushuluddin ini menegaskan Taekwondo bukan hanya soal teknik, ia adalah seni membentuk karakter. Di dalamnya terkandung semangat respect, integrity, self-control, dan perseverance. Nilai-nilai itu juga merupakan pilar penting dalam pendidikan tinggi dan kehidupan berbangsa. “Karena itu, melalui kegiatan ini kita tidak hanya melahirkan juara di arena pertandingan, tetapi juga pemimpin masa depan yang bermental kuat, berakhlak mulia, dan mampu bersaing di level global,” jelasnya.
Ketika kita menyelenggarakan kejuaraan ini, sejatinya kita sedang membangun ekosistem kebajikan. “Ekosistem yang menempatkan prestasi sebagai hasil dari kejujuran, disiplin, integritas, dan sportivitas. Inilah yang hari ini dibutuhkan bangsa: pemimpin-pemimpin muda yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi tangguh secara moral,” jelasnya.

Kepada para atlet, “Saya ingin menyampaikan: Bertandinglah secara sportif. Menang itu penting, tetapi menjunjung kehormatan dan integritas jauh lebih bermakna. Jadikan setiap pertandingan sebagai ruang belajar, bukan sekadar ajang mengejar medali. Kepada panitia, pelatih, dan semua pihak yang terlibat, izinkan saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih. Tanpa kerja keras, dedikasi, dan komitmen Anda semua, acara sebesar ini tidak mungkin terlaksana. Semoga segala ikhtiar menjadi amal kebaikan yang diridhai Allah Swt,” bebernya.
Dengan memohon pertolongan Allah Swt., dengan penuh optimisme akademik, dan semangat sportivitas, “Saya nyatakan Kejuaraan Taekwondo UIN SGD Bandung Championship 7 secara resmi dibuka dengan sama sama membaca ummil kitab, dan kepada yang non muslim silahkan menyesuaikan. Semoga kegiatan ini melahirkan juara bukan hanya di atas matras, tetapi juara dalam kehidupan, juara dalam karakter, dan juara dalam kontribusi bagi bangsa. Terima kasih dan mohon maaf sukses untuk kita semuanya.”

Ketua Pelaksana, Aufa Hikam Ghifari, didampingi Master Agus Saptono, pelatih utama UIN SGD sekaligus penyandang Dan 7 Kukkiwon dan penanggung jawab kejuaraan, menjelaskan bahwa ajang ini diikuti oleh lima provinsi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Banten.
Kejuaraan ini mempertandingkan berbagai kategori dan kelompok usia, dengan sistem dan aturan resmi dari World Taekwondo (WT).
Untuk Poomsae, dibagi menjadi dua kategori utama, yakni Poomsae Pemula dan Poomsae Prestasi:
Poomsae Pemula meliputi kelas Super Cadet A hingga Senior, hanya untuk individu putra dan putri.
Poomsae Prestasi mencakup Super Cadet A hingga Senior dengan nomor individu, pair (pasangan), dan beregu.
Sedangkan untuk Kyorugi, juga dibagi menjadi dua kategori, yaitu Kyorugi Pemula dan Kyorugi Prestasi:
Kyorugi Pemula mencakup kelas Super Kids hingga Senior, baik putra maupun putri.
Kyorugi Prestasi meliputi kelas A, B, C, Cadet, Junior, dan Senior putra-putri.
Pertandingan kategori ini menggunakan sistem “Best of Three”, sesuai peraturan resmi World Taekwondo tahun 2022.
“Kami mengikuti sistem terbaru agar para atlet terbiasa dengan standar internasional. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka yang ingin melangkah ke level kompetisi lebih tinggi,” jelasnya.
Master Agus Saptono menegaskan kejuaraan ini hanya terbuka bagi klub dan atlet yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).
“Peserta wajib berasal dari taekwondo yang terdaftar di bawah PBTI. Semua aturan pertandingan yang belum tercantum dalam proposal akan dijelaskan pada technical meeting,” katanya.
Master Agus menambahkan, panitia menerapkan mekanisme keberatan atau protes pertandingan dengan biaya administrasi sebesar Rp3.000.000, sesuai standar kejuaraan nasional.
“Uang protes tidak akan dikembalikan, baik diterima maupun ditolak, sesuai dengan aturan umum kompetisi resmi,” tandasnya.

Pada UIN Taekwondo Championship 7/2025, panitia memberikan penghargaan kepada para atlet terbaik dari berbagai kategori Kyorugi dan Poomsae, baik tingkat prestasi maupun pemula.
Kyorugi Prestasi & Pemula
Juara I: Piagam dan Medali Emas
Juara II: Piagam dan Medali Perak
Juara III: Piagam dan Medali Perunggu (dua atlet)
Poomsae Prestasi & Pemula
Juara I: Piagam dan Medali Emas
Juara II: Piagam dan Medali Perak
Juara III: Piagam dan Medali Perunggu (dua atlet)
Untuk Juara 1, 2, dan 3 kategori Junior Prestasi pada Kyorugi dan Poomsae, serta Atlet Terbaik kategori Junior, panitia memberikan tiket masuk Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung melalui Jalur Prestasi.

Selain itu, kejuaraan ini menetapkan pemenang kategori umum:
Juara Umum I (Prestasi) : Piala Tetap, Piagam, dan Uang Pembinaan
Juara Umum II (Prestasi) : Piala Tetap, Piagam, dan Uang Pembinaan
Juara Umum III (Prestasi) : Piala Tetap, Piagam, dan Uang Pembinaan
Atlet Terbaik (Prestasi) : Piala Tetap, Piagam, dan Uang Pembinaan
Penentuan juara umum dilakukan berdasarkan perolehan medali terbanyak pada kategori prestasi. Medali dari kelas yang pesertanya kurang dari empat atlet dianggap sebagai ekshibisi dan tidak dihitung dalam perolehan total.
Dengan cakupan peserta yang semakin luas, standar pertandingan yang profesional, serta dukungan penuh dari berbagai perguruan tinggi dan pengurus daerah, UIN Taekwondo Championship 7/2025 menegaskan posisinya sebagai ajang pembinaan prestasi yang kredibel bagi para taekwondoin muda Indonesia.
Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi ikut menciptakan generasi muda yang berkarakter, menjunjung sportivitas, dan siap berkontribusi bagi bangsa dan negara tercinta baik di tingkat nasional maupun internasional.