UINSGD.AC.ID (Humas) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar International Youth Leadership Seminar bertajuk “Bangkit Bersama di Masa Ketidakpastian: Strategi Agile untuk Ekonomi ASEAN yang Inklusif dan Tangguh” di Gedong Bodas, Kampus II, Senin (24/11/2025).
Kegiatan yang mengusung semangat “Terinspirasi, Terhubung, Jadilah Pemimpin ASEAN Berikutnya” ini menghadirkan dua narasumber, yakni H. Wawan Gunawan, M.Ag. (Pembina Jaringan Kerja Sama Antar Umat Beragama/Jakatarub) dan Hamdan Nursidik, S.E., M.E. (Sekjen DPD KNPI Kabupaten Bandung), dengan moderator Akbar Riskal Amani, S.E., MSM.
Sebanyak 30 peserta dari Indonesia, Vietnam, Malaysia, Thailand, Somalia, dan Filipina turut mengikuti perkemahan akademik internasional tersebut. Dalam pemaparannya, H. Wawan Gunawan, yang akrab disapa Kang Wawan menekankan pentingnya strategi agile dalam membangun ekonomi ASEAN yang inklusif dan tangguh di tengah ketidakpastian global. Dengan mencontohkan praktik dialog antaragama di Indonesia yang menjadi modal sosial penting bagi stabilitas masyarakat.
Kang Wawan menyoroti peran komunitas Jakatarub sebagai ruang aman untuk saling memahami lintas iman, yang terbukti efektif mengurangi potensi konflik dan menciptakan lingkungan yang kondusif. “Kerja-kerja akar rumput merupakan infrastruktur sosial yang sering terlupakan. Jejaring sosial inilah yang menjadi fondasi ketahanan bottom-up,” ungkapnya.
Direktur Pusat Studi dan Pengembangan Perdamaian Nawang Wulan, turut memperkuat pandangan tersebut dengan menguraikan strategi agile berbasis komunitas, antara lain mendengarkan suara kelompok marjinal, memperkuat kolaborasi lintas agama dan lintas disiplin, memadukan teknologi dengan pendekatan humanis, serta menanamkan investasi pada kepercayaan, tidak semata pada infrastruktur fisik.
Hamdan Nursidik menjelaskan bahwa youth leadership merupakan fondasi strategis bagi masa depan ASEAN dalam menghadapi era ketidakpastian global (VUCA). Menurutnya, kaum muda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga aktor utama dalam menentukan arah pembangunan berkelanjutan.
Dengan menguraikan berbagai teori kepemimpinan, seperti transformational leadership, servant leadership, adaptive leadership, dan youth empowerment yang menekankan kemampuan pemimpin muda untuk menginspirasi perubahan, membangun empati, beradaptasi dengan dinamika digital, serta membuka ruang partisipasi yang setara. Tantangan generasi muda ASEAN hari ini meliputi ketimpangan sosial-ekonomi, disrupsi teknologi, krisis lingkungan, dan fragmentasi geopolitik yang menuntut inovasi, diplomasi, serta ketahanan tinggi.
Sekjen DPD KNPI Bandung menegaskan bahwa pemimpin muda memegang peran penting dalam menciptakan inovasi sosial, memastikan prinsip leave no one behind, mengembangkan teknologi digital dan green tech, serta memimpin berbagai gerakan lingkungan. “Penguatan kapasitas melalui pendidikan STEAM, akselerasi mentorship, peningkatan peran dalam tata kelola publik, hingga pembangunan identitas regional ASEAN menjadi langkah strategis dalam membentuk kepemimpinan yang adaptif,” jelasnya.
Dekan FEBI, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, S.Ag., M.Ag., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan forum ilmiah strategis untuk memperluas ruang dialog, memperkuat jejaring global, serta membangun kontribusi nyata bagi kemaslahatan masyarakat ASEAN.
“Kehadiran kita pada kegiatan ini bukan sekadar memenuhi agenda akademik rutin, tetapi merupakan langkah afirmatif dalam memperluas ruang berpikir, ruang dialog, dan ruang kontribusi global bagi kemajuan keilmuan dan kemaslahatan masyarakat,” tegasnya.
Wakil Dekan I FEBI, Prof. Dr. Iwan Setiawan, S.Ag., M.Pd., M.E.Sy., menyampaikan bahwa pertemuan pemimpin muda ini menjadi momentum untuk mempererat kolaborasi akademik lintas budaya dan memperluas cakrawala keilmuan mahasiswa.
International Youth ini dapat memperluas wawasan, memperdalam pemahaman lintas budaya, serta memperkuat kemampuan kita dalam menerjemahkan nilai-nilai ekonomi dan manajerial Islam ke dalam aksi nyata. “Melalui seminar ini, FEBI UIN Bandung berharap dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan pemuda agar lebih adaptif, kolaboratif, dan siap berkontribusi bagi terwujudnya masa depan ekonomi ASEAN yang lebih resilien, inklusif, dan berdaya saing,” paparnya.
Dengan terselenggaranya International Youth Leadership Seminar ini, FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung berharap para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi mampu membangun jejaring lintas negara untuk memperkuat kolaborasi dan kepemimpinan pemuda ASEAN. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen FEBI dalam mendorong lahirnya generasi muda yang adaptif, inklusif, dan siap menjawab tantangan regional di masa depan.


