International Community Service: Kolaborasi Sosial Kemanusiaan FEBI UIN Bandung – UiTM Malaysia

UINSGD.AC.ID (Humas) — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bersama Faculty of Business and Management Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia menggelar International Community Service atau Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di dua lokasi berbeda: Panti Asuhan Al-Hadiyyin dan Pesantren Tuna Netra Sam’an Darussudhur, Bandung, Senin (2/6/2025).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi lintas negara dalam bidang sosial dan kemanusiaan, serta menjadi langkah strategis mempererat hubungan antar institusi pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.

Program pengabdian dikemas dalam bentuk edukasi dan aksi kemanusiaan (charity) yang disambut hangat oleh para peserta. Di Pesantren Tuna Netra Sam’an Darussudhur, acara berlangsung penuh kehangatan. Para civitas akademika FEBI dan UiTM berdialog langsung dengan para santri penyandang disabilitas netra dalam diskusi interaktif, penyerahan bantuan sembako, serta sesi motivasi untuk menumbuhkan semangat belajar dan kemandirian.

Wakil Dekan III FEBI UIN Bandung, Dr. H. Kadar Nurjaman, MM, menyampaikan “Kegiatan pengabdian ini diharapkan membawa manfaat nyata bagi para penerima sekaligus memperkuat komitmen kami dalam mewujudkan amanat Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami bangga bisa bersinergi dengan UiTM dalam program ini. Ini menjadi titik awal kolaborasi berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya kegiatan ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga implementasi nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin melalui kerja sama global.
PKM kedua dilanjutkan di Yayasan Rumah Yatim Al-Hadiyyin, tempat civitas akademika FEBI dan UiTM berinteraksi langsung dengan anak-anak yatim dan dhuafa. Selain penyerahan donasi, acara juga diisi dengan sesi edukatif dan permainan yang menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan kasih sayang.

Ketua Program Studi Manajemen FEBI UIN Bandung, Prof. Dr. Lilis Sulastri, S.Ag., MM, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran holistik mahasiswa. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Kegiatan PKM ini menjadi media pembelajaran penting untuk menanamkan nilai empati, kepemimpinan, dan kerja sama lintas budaya,” tuturnya.

PKM Internasional ini menjadi bukti bahwa solidaritas antarbangsa dapat terjalin melalui aksi nyata yang berdampak, sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas bidang di masa depan. Perwakilan UiTM, Mohd Izham, turut menyampaikan rasa syukur atas sambutan hangat dan kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan sosial di Indonesia.
“Kami senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Kami bersyukur ketika tahu bahwa apa yang kami bawa dan kami berikan ternyata bermanfaat di sini,” pungkasnya. (NRA)

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *