Ikhtiar Membaca Ulang Moderasi Beragama

Telaah Keragaman Penafsiran Agama dan Pancasila dalam Konteks Kehidupan Berbangsa

UINSGD.AC.ID (Humas) — Diskursus moderasi beragama belakangan ini telah menjadi slogan kesepahaman kolektif bagi sebagian warga bangsa di Indonesia. Kementerian Agama Republik Indonesia menjadikan moderasi beragama sebagai slogan bersama bagi umat beragama, yang sering diglorifikasi sebagai “kalimatun sawa” atau titik temu dalam cara beragama, berbangsa, dan bernegara.

Pro kontra dalam interpretasi teks ajaran moderasi beragama memperkaya studi dari berbagai pengamat dan sarjana agama. Terlepas dari kesepakatan atau perbedaan pendapat, diperlukan ikhtiar yang berkelanjutan untuk memahami (verstehen) moderasi beragama dengan melibatkan berbagai khazanah disiplin ilmu agama serta disiplin keilmuan lainnya.

Konotasi moderasi dapat diartikan sebagai posisi yang tidak condong ke arah “kanan” maupun “kiri”, serta tidak terikat pada perspektif Barat atau Timur (la syarqiyyah wa la ghorbiyyah). Secara konseptual normatif, moderasi beragama dinukil dari Al-Qur’an, khususnya istilah ummatan wasathan atau al-din al-wasath, yang berarti “golongan atau agama tengah”. Istilah ini menjadi dasar yang kuat untuk memahami moderasi beragama sebagai prinsip qot’i.

Moderasi beragama bukan hanya sekadar sikap netral, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai seperti keadilan, keseimbangan, dan toleransi. Dalam konteks ini, moderasi beragama mengedepankan penghindaran ekstremisme dan kekerasan, serta mendorong pengamalan ajaran agama yang adil dan seimbang.
Moderasi diharapkan dapat menciptakan masyarakat yang harmonis, di mana perbedaan dihargai dan saling menghormati menjadi landasan interaksi antarumat beragama.

M. Yusuf Wibisono, (Guru Besar Bidang Ilmu Perbandingan Agama pada Pascasarjana)

Untuk mengetahui Naskah lengkap Pidato Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Perbandingan Agama—yang disampaikan pada Sidang Senat Terbuka UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Anwar Musaddad dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu, 23 April 2025—dapat diunduh di laman berikut ini.

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *