Ibadah Puasa Senin-Kamis Sebagai Metode Bimbingan Keagamaan Remaja (Penelitian di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) K.H. Ahmad Dahlan Sumur Bandung No.118)

Ibadah puasa Senin-Kamis yang berkisar pada penghentian sementara dan sistematis terhadap makan dan minum dari sejak matahari terbit sampai terbenam, merupakan salah satu aktivitas yang dapat mengarahkan remaja pada perilaku positif. Sebab, berpantang terhadap hal-hal yang biasanya halal dan mubah dalam kehidupan karena Allah, dapat memperkuat moralitas dan mengendalikan diri (self control) serta memperkuat kesadaran transpersonal. Oleh karena itu, Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) K.H. Ahmad Dahlan Sumur Bandung melaksanakan puasa pada hari Senin dan Kamis agar menguatkan moralitas dan kesadaran penghuni panti terhadap nilai-nilai agama.

Untuk menentukan arah penelitian, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses Puasa Senin-Kamis, posisinya sebagai metode bimbingan keagamaan remaja dan peran ibadah Puasa Senin-Kamis sebagai metode bimbingan keagamaan remaja di Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) K.H. Ahmad Dahlan Sumur Bandung.

Penelitian ini berdasarkan atas kerangka pemikiran, bahwa masa remaja merupakan fase peralihan dalam perkembangan psikologis manusia, dari anak-anak menuju dewasa. Dalam perspektif psikologi perkembangan, merupakan masa yang sangat produktif dibandingkan dengan masa yang lainnya. Produktivitas akan terwujud apabila mereka dapat mengelola aspek pikir, perasaan, sikap dan tindakan ke arah yang lebih baik. Namun akan terhambat apabila mereka tidak mengisi kehidupan sehari-harinya dengan hal-hal positif, seperti puasa Senin-Kamis, sehingga imbasnya muncul perilaku yang keluar dari norma-norma agama dan masyarakat. Puasa dapat menjadi alat pengontrol nafsu remaja yang sedang dalam masa peralihan.

Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif, dikarenakan permasalahan yang diteliti bersifat faktual dan merupakan kesatuan analisis yang integral. Dalam langkah operasionalnya, penulis tidak hanya mendeskripsikan data-data secara mendetail akan tetapi melanjutkannya dengan menggunakan analisis terhadap sumber tertulis dan tidak tertulis sehingga diperoleh kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Berdasarkan hasil penelitian empirik dan pembahasan teoritik tentang ibadah Puasa Senin-Kamis, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses ibadah puasa Senin-Kamis yang dilaksanakan oleh penghuni PSAA K.H. Ahmad Dahlan Sumur Bandung, berjalan sebagaimana mestinya dan cocok dengan kaidah-kaidah bimbingan keagamaan yang lebih mengoptimalkan aspek-aspek keagamaan. Puasa Senin-Kamis merupakan salah satu metode bimbingan keagamaan yang dilakukan pihak PSAA K.H. Ahmad Dahlan Sumur Bandung untuk mengembangkan aspek kepribadian penghuni asrama ke arah yang lebih mulia dan beradab. Puasa Senin-Kamis yang dilakukan oleh penghuni asrama juga menunjukkan efektivitas sehingga dapat digunakan sebagai salah satu metode bimbingan keagamaan pada remaja.   

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *