UINSGD.AC.ID (Humas) — Himpunan Mahasantri Ma’had Al-Jami’ah (HIMAJA) bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Mahasiswa (LDM) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Roadshow Mukjizat Al-Qur’an bertema “Menghidupkan Al-Qur’an melalui Hafalan dan Amalan”, di Masjid Ikomah.
Dengan menghadirkan Naja Hudia Al-Hafidz, juara 2 Hafidz Qur’an Indonesia 2019. Acara yang dihadiri sekitar 700 peserta ini dibuka langsung oleh Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag.
Dalam sambutannya, Prof. Rosihon menyampaikan bahwa Al-Qur’an akan senantiasa hadir pada diri siapa saja yang mencintainya, tanpa memandang keterbatasan fisik maupun non-fisik.
“Ananda Naja menjadi bukti nyata mukjizat Al-Qur’an. Dengan segala keterbatasannya, ia mampu menghafal Al-Qur’an lengkap dengan artinya. Ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berjuang menghafalkan Al-Qur’an,” ungkap Prof. Rosihon, Sabtu (3/5/2025).
Naja Hudia, Hafidz Istimewa dengan Cerebral Palsy
Sejak lahir, Naja didiagnosis mengalami cerebral palsy yang memengaruhi kemampuan motoriknya. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk menghafal seluruh isi Al-Qur’an secara detail. Ia mampu menyebut halaman, urutan bacaan, nama surah, nomor ayat, bahkan letak baris dalam mushaf beserta maknanya dengan tingkat akurasi yang mengagumkan.
Acara berlangsung interaktif, dipandu oleh Sekretaris Ma’had Al-Jami’ah Dr. Aep Saepuloh, M.Si. dan Sekretaris ICMI Orda Kota Bandung Hj. Neneng Athiatul Fauziah, S.Ag., M.I.Kom. Beberapa mahasiswa turut menguji kemampuan Naja dalam menyambung ayat, menafsirkan arti, menyebut halaman tertentu, hingga membaca ayat secara mundur. Salah satu mahasiswa bahkan menangis haru melihat keistimewaan yang Allah berikan kepada Naja, dan menyatakan tekadnya untuk mengikuti jejaknya.
Direktur Ma’had Al-Jami’ah, KH. Abdul Hadi, M.Ag., menyatakan kekagumannya atas kemampuan Naja. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk terus semangat menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah kepada para penghafal Al-Qur’an.
“Kita yang sesungguhnya membutuhkan mereka. Jiwa kita membutuhkan cahaya dari para penghafal Al-Qur’an agar hati, pikiran, dan perbuatan kita senantiasa sejalan dengan pedoman hidup yang sejati,” ujarnya.
Sementara itu, Sugandi Miharja, Ph.D., dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, turut menjadi narasumber dengan membahas kehebatan otak manusia sebagai ciptaan Allah. Ia mengaitkan proses memori dan pengaruh repetisi (muroja’ah) terhadap kemampuan otak dan hati, merujuk pada kisah inspiratif Naja Hudia.
Perwakilan Tim Naja Qur’an Center, Agung Fatwa, menyampaikan apresiasi kepada Ma’had Al-Jami’ah dan LDM atas kerja sama yang baik. “Kolaborasi Himaja, LDM, dan Naja Qur’an Center dalam roadshow ini berjalan sukses dan penuh antusiasme. Semoga memberi banyak manfaat,” ungkapnya.
Ketua HIMAJA, Muhammad Hafizh Rahadian, juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini.
“Semoga roadshow ini mampu membangkitkan semangat para mahasiswa untuk menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” pungkas Hafizh.
Sri Andini, S.Sos., Musyrifah Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Gunung Djati Bandung