UINSGD.AC.ID (Humas) — Sebanyak 7.310 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2025 dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 26 s.d 28 Agustus 2025 mulai pukul 07.00 WIB s/d 16.00 WIB di Gedung Anwar Musaddad, Tugu Kujang, Abdjan Soelaiman, Aula Utama eks Fakultas Bisnis dan Ekonomi Islam (FEBI).
Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun 2025 bertajuk “Gunung Djati Muda Penggerak Literasi, Pelopor Ekoteologi Berbasis Rahmatan Lil Alamin” ini dibuka oleh Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si.

Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi Mahasiswa Baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung merupakan bagian tidak terpisahkan dari penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas, yang berorientasi pada kecerdasan intelektual, kedewasaan dalam berpikir dan bertindak, serta mengedepankan jiwa nasionalisme.
“Atas nama keluarga besar Senat UIN Sunan Gunung Djati Bandung, kami menyampaikan selamat datang kepada putera-puteri terbaik bangsa sebagai calon mahasiswa baru yang sebentar lagi akan dilantik oleh rektor menjadi mahasiswa UIN Bandung dan akan menimba ilmu di kampus, yang memiliki visi “menjadi universitas Islam negeri yang unggul, kompetitif, dan inovatif berbasis rahmatan lil alamin di asia tenggara tahun 2029,” tegasnya.
Sungguh saudara amat terpuji, jika pada saat berbahagia ini mengucapan syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT., atas perkenan-nya, saudara diterima di kampus yang bergengsi ini. Demikian juga ucapan terima kasih saudara hantarkan kepada kedua orang tua saudara, baik yang masih ada maupun yang telah tiada, yang telah mendoakan dan mendorong saudara, hingga diterima menjadi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Perlu diketahui bahwa dari tahun ke tahun peminat yang ingin menjadi mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus mengalami peningkatan. “Oleh karena itu, saudara telah menjadi mahasiswa pilihan, unggul, terbaik dan hebat. maka, saudara harus membuktikan keunggulan dan kehebatan saudara dengan belajar sungguhsungguh, tekun, kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, selesai tepat waktu, serta berprestasi sesuai dengan cita-cita dan harapan kedua orang tua saudara,” jelasnya

Kita tentu patut berbangga dan bersyukur kepada Allah SWT, serta menyampaikan apresisasi yang setinggi-tingginya kepada Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., atas berbagai prestasi yang telah diraih oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung di bawah kepemimpinannya. “Kita berdoa mudah-mudahan ke depan UIN Sunan Gunung Djati Bandung lebih maju lagi, sehingga tercapai apa yang telah ditetapkan dalam visi dan misinya. âmîn.”
Rektor serta hadirin yang kami banggakan, mari kita buka Sidang Senat ini dengan sama-sama membacakan basmallah “bismillahirrahamaanirrahim”. Secara resmi Sidang Senat Terbuka dalam rangka Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) calon mahasiswa baru UIN Sunan Gunung Djati Bandung, tahun akademik 2025/2026, secara resmi dibuka untuk umum. Selanjutnya, kami persilahkan kepada Yth. Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar., untuk memimpin prosesi acara Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) calon mahasiswa baru ini.

Kuasai Enam Literasi dan Moderasi Beragama
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., menegaskan pentingnya peran mahasiswa baru sebagai generasi penggerak literasi sekaligus pelopor ekoteologi berbasis Rahmatan lil ‘Alamin. “Selamat datang di kampus unggul, kompetitif, dan inovatif berbasis Rahmatan lil ‘Alamin. Tema PBAK tahun ini adalah Gunung Djati Muda, Penggerak Literasi, Pelopor Ekoteologi Berbasis Rahmatan lil ‘Alamin,” tegasnya.
Prof. Rosihon berharap mahasiswa UIN Bandung harus menguasai enam jenis literasi, baca-tulis (iqra), numerasi, sains, digital, finansial, serta budaya dan kewargaan. Khusus di UIN Bandung, literasi tersebut diperkaya dengan literasi keagamaan sebagai penguatan moderasi beragama. “Semua literasi, termasuk sains dan teknologi, harus dilandasi agama, iman, Islam, dan ihsan,” tegasnya.

Rektor menekankan pentingnya konsep ekoteologi, yaitu pendekatan keagamaan yang memadukan ajaran agama dengan kepedulian lingkungan. Menurutnya, menjaga kelestarian alam adalah bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT. “UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengambil peran menjadi pelopor penggerak dalam mempraktikkan dan bertindak nyata mengatasi masalah lingkungan, mulai dari pencemaran, perubahan iklim, hingga eksploitasi berlebihan,” ungkapnya.
Sebagai wujud nyata, UIN Bandung telah bekerja sama dengan Novooleum untuk mengolah minyak jelantah menjadi energi terbarukan seperti bioavtur, serta menggandeng WAHU (Wahu Waste Hub) untuk mengelola limbah plastik agar bernilai guna. Dari hasil pengelolaan limbah tersebut, mahasiswa berkontribusi pada dana beasiswa melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kampus.

“Ini adalah wujud nyata ekoteologi berbasis Rahmatan lil ‘Alamin. Perilaku sederhana, seperti menggunakan tumbler pengganti botol plastik sekali pakai, adalah bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan,” jelasnya.
Menurutnya, kuliah bukan hanya soal ruang kelas, tetapi pembelajaran di alam. “Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung bukan hanya penguasa kelas, tetapi juga pengelola alam bebas, khalifah fil ardh. Selamat datang mahasiswa baru di kampus unggul, kompetitif, dan inovatif. Selamat berproses. Mari kita wujudkan kampus ini sebagai pelopor pergerakan ekoteologi yang memberi cahaya bagi peradaban. Amiin ya Rabb,” bebernya.

Aksi Nyata Penggerak Literasi, Pelopor Ekoteologi
Dalam laporannya Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Husnul Qodim, MA., CRCE, menjelaskan PBAK merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa baru sesuai dengan Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2939 Tahun 2024 tentang Pedoman Umum Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan pada PTKIN.
“PBAK UIN Bandung tahun ini mengusung tema Gunung Djati Muda: Penggerak Literasi, Pelopor Ekoteologi Berbasis Rahmatan lil-‘Alamin. Tema ini menegaskan bahwa ilmu dan iman tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab menjaga alam, sekaligus harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

PBAK 2025 dilaksanakan dalam tiga agenda utama: Hari pertama, 26 Agustus 2025: Sidang Senat Terbuka dan pembekalan materi tingkat universitas. Hari kedua, 27 Agustus 2025: Pengenalan organisasi kemahasiswaan intra kampus (UKM/UKK). Hari ketiga, 28 Agustus 2025: Pengenalan di tingkat fakultas.
Kegiatan ini melibatkan unsur birokrasi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Panitia menyediakan 94 stand organisasi mahasiswa, mulai dari UKM, UKK, HMJ, Senat Mahasiswa hingga Dewan Mahasiswa yang berlokasi di selasar Kampus I UIN Bandung.

ke-7.310 mahasiswa baru itu berasal dari sembilan fakultas: Fakultas Ushuluddin 584 mahasiswa, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 1.450 mahasiswa, Fakultas Syariah dan Hukum 999 mahasiswa, Fakultas Dakwah dan Komunikasi 1.175 mahasiswa, Fakultas Adab dan Humaniora 757 mahasiswa, Fakultas Psikologi 275 mahasiswa, Fakultas Sains dan Teknologi 706 mahasiswa, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik 551 mahasiswa, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam 810 mahasiswa.
Prof. Husnul menjelaskan, tema literasi dan ekoteologi diwujudkan dalam sejumlah aksi nyata. Pertama, Penggerak literasi. Mahasiswa baru didorong berdonasi buku yang akan disalurkan melalui pengabdian UKM di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) di Indonesia.


Kedua, Pelopor ekoteologi, ini diwujudkan dalam tiga langkah, yaitu penggunaan tumbler sebagai pengganti botol sekali pakai; kolaborasi dengan Novoolium untuk mengolah minyak jelantah menjadi energi terbarukan; serta kerja sama dengan Wahu untuk mendaur ulang limbah plastik.
“Menariknya, hasil pengolahan limbah dari kedua mitra ini akan dikonversi ke dalam bentuk nilai rupiah melalui aplikasi resmi mereka. Dana tersebut kemudian disalurkan melalui UPZ UIN Bandung untuk dikelola menjadi beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu. Dari mahasiswa, untuk mahasiswa,” jelasnya.

Guru Besar Fakultas Ushuluddin ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya PBAK 2025. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar, sukses, dan membawa keberkahan bagi kampus tercinta,” paparnya.
Para mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan PBAK pada hari ini semua menerima tumbler. Tumbler ini pengganti botol plastik sekali pakai yang lalu dibuang begitu saja. Perilaku kecil ini sejatinya adalah wujud nyata tindakan ekoteologi berbasis rahmatan lil alamīn karena menjalani kehidupan yang ramah dan sayang lingkungan, sederhana namun penuh makna.
