FAH Hadirkan Pengusaha Bangkitkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa

(UINSGD.AC.ID) Alumni Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN SGD Bandung tidak sekadar meraih ijazah untuk mencari pekerjaan, tetapi juga dididik dan dibina agar memiliki kemampuan dan keterampilan berwirausaha. Dengan harapan, mereka bisa hidup mandiri, terlebih bisa menciptakan berbagai peluang pekerjaan bagi orang lain.

Demikian dijelaskan Dekan FAH UIN SGD Dr H Setia Gumilar, M.Si saat membuka acara workshop “Entrepreneurship Mahasiswa FAH”, yang digelar secara daring, Sabtu (20/11/2021). Workshop menghadirkan narasumber pengusaha/pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Setia Herlina, SE; dan pengusaha Iwan Setiawan, S.Ag., S.Pd.  

Menurut Dekan, perkembangan zaman yang semakin maju menuntut mahasiswa untuk lebih tanggap dan mampu beradaptasi dengan masyarakat sosial. “Kami ingin alumni FAH memiliki mental dan berjiwa wirausaha, jangan samapai menjadi problem masyarakat, akibat pengangguran,” ujar Dekan.  

Terlebih jika mengacu pada kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), mahasiswa mesti dibekali kemampuan lebih “wirausaha”, selain memiliki ilmu pengetahuan secara substantif.

“Kami berusaha menciptakan berbagai program dan peluang yang bisa menanamkan jiwa wirausaha di kalangan mahasiswa. Selain pintar, mahasiswa kita juga memiliki pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan mengelola suatu usaha,” jelasnya.

Banyak peluang bagi mahasiswa yang bisa dijadikan sebagai lahan berwirausaha. Misalnya, di Jurusan Sejarah Peradaban Islam (SPI), berbagai potensi bisa dimanfaatkan mahasiswa sebagai garapan wirausaha, misalnya membuat film dokumenter mengenai objek-objek bersejarah, termasuk potensi wisata-wisata religi.

Wakil Dekan III FAH –sekaligus Ketua Penyelenggara Workshop—Dr H Ading Kusdiana, M.Ag menjelaskan bahwa sedianya acara workshop ini digelar secara offline, namun kondisinya belum memungkinkan karena masih pandemi Covid-19. Namun demikian, program kewirausahaan akan terus digencarkan sebagai program unggulan, melalui pola kerja sama dengan pihak lain.

Workshop, lanjut Dr Ading, menjadi jendela pertama peluang usaha bagi 700 orang mahasiswa. Mereka generasi muda, diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu berinovasi dan melakukan perubahan-perubahan positif. Mereka juga harus mampu menciptakan peluang, dengan mengubah tantangan menjadi sebuah inovasi yang mampu mendorong transformasi dunia ke arah yang lebih baik.

Karenanya FAH terus meningkatkan kemampuan mahasiswa melalui workshop kewirausahaan, yang diselenggarakan melalui kerjasama dengan para praktisi ekonomi/bisnis. “Mudah-mudahan mahasiswa bisa meresponnya dengan baik,” harap Dr Ading.[nanang sungkawa]

WhatsApp
Facebook
Telegram
Print
Twitter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *