UINSGD.AC.ID (Humas) — Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag. didampingi oleh Rektor Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Sekretaris Senat Universitas Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag., meresmikan Galeri UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang ditandai dengan penggoyangan angklung di Gedung Riset dan Sejarah Peradaban Islam, Kampus II, Kamis (5/2/2026).
Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dirjen Pendis, Sekretaris Senat Universitas, serta seluruh undangan yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan untuk menghadiri acara launching Galeri UIN Bandung.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak Dirjen Pendidikan Islam, Sekretaris Senat Universitas, dan seluruh tamu undangan. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan dan keberkahan,” tegasnya.
Rektor menjelaskan bahwa Galeri UIN Bandung merupakan hibah dari almarhum Komjen Pol (Purn.) Syafruddin Kambo, yang kebaikannya diharapkan terus mengalir sebagai amal jariah. Galeri ini dirancang untuk menjadi perpustakaan literatur Sirah Nabawiyah, yang merekam jejak Rasulullah SAW dan perkembangan peradaban Islam, yang terintegrasi dengan konteks keilmuan dan sejarah UIN Sunan Gunung Djati Bandung, terutama khazanah Islam Nusantara dengan wali songo.
“Galeri ini tidak hanya menghadirkan kisah Rasulullah SAW, tetapi perjalanan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang ditampilkan secara digital di lantai dua, serta koleksi pustaka manual yang merekam sejarah institusi. Ke depan, galeri ini menjadi bagian dari Pusat Riset Peradaban dan dapat dimanfaatkan secara produktif melalui skema BLU,” jelasnya.
Kehadiran galeri UIN Bandung diharapkan menjadi ruang ikonik, edukatif, dan multifungsi, yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan akademik dan kebudayaan, seperti talkshow, diskusi ilmiah, hingga kegiatan sosial dan budaya. “Mari kita jadikan galeri untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari wisata religi dan wisata edukasi, yang terhubung dengan aktivitas akademik kampus,” bebernya.
Dalam arahannya, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI Prof. Dr. H. Amin Suyitno, M.Ag. menegaskan bahwa galeri kampus memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai destinasi wisata religi, tetapi sebagai destinasi islamic studies (studi Islam) yang berpijak pada Sirah Nabawiyah dan sejarah kejayaan peradaban Islam.
“Kita doakan almarhum Komjen Pol (Purn.) Syafruddin Kambo, semoga hibah ini menjadi amal jariah yang terus mengalir pahalanya. Galeri ini penting untuk menghadirkan Islam sebagai peradaban ilmu, dari masa Rasulullah SAW hingga hari ini,” tuturnya.
Dirjen Pendis menekankan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan jaringan keislaman, dengan menghadirkan tokoh-tokoh dan cendekiawan Muslim dalam narasi galeri. Dengan mencontohkan karya besar Prof Azyumardi Azra tentang Jaringan Islam Nusantara yang menunjukkan bagaimana sejarah Islam tumbuh, berkembang, dan terhubung lintas zaman.
“Dengan landasan ainul yaqin, galeri ini menjadi contoh bagaimana sejarah Islam dapat dihadirkan secara hidup di lingkungan akademik, serta menguatkan integrasi keilmuan dan jejaring Islam dari masa Rasulullah hingga era kontemporer,” pungkasnya.

