UINSGD.AC.ID (Humas) — UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Apel Pagi 17-an dalam rangka Hari Kesadaran Nasional (HKN) di halaman Gedung Al-Jamiah, Rabu (17/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, memperkuat nasionalisme, meningkatkan kedisiplinan, serta merefleksikan kembali nilai-nilai pengabdian sebagai aparatur negara.
Apel pagi ini dihadiri Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Dr. H. Setia Gumilar, S.Ag., M.Si., Sekretaris LP2M Dr. H. Sarbini, M.Ag., Kepala Satuan Pengawas Internal (SPI) Dr. Setia Mulyawan, S.E., M.M., serta diikuti seluruh pegawai ASN dan non-ASN di lingkungan Rektorat UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
Dalam amanatnya, Dr. Setia Gumilar menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas bulanan, melainkan sarana muhasabah (evaluasi diri) untuk memperbaiki kinerja dan memperkuat disiplin sebagai fondasi utama etos kerja aparatur. Ketua LP2M ini mengingatkan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan tugas secara profesional, bertanggung jawab, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Hari Kesadaran Nasional (HKN) sendiri merupakan peringatan bulanan yang jatuh setiap tanggal 17 dan bertujuan memelihara integritas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian ASN. Meskipun secara historis Upacara Kesadaran Nasional pernah mengalami dinamika kebijakan sejak Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1981 hingga pencabutannya melalui Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2000, semangat kesadaran nasional tetap relevan sebagai nilai yang harus terus diinternalisasi dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
Dalam konteks Kementerian Agama, pelaksanaan Upacara Hari Kesadaran Nasional mengacu pada Instruksi Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2021 yang menegaskan kewajiban ASN untuk mengikuti upacara sebagai bentuk pemantapan integritas dan peningkatan kualitas pelayanan publik. “ASN sebagai pelayan masyarakat, bukan sebaliknya, sehingga kesadaran melayani dengan sepenuh hati menjadi nilai yang fundamental,” tegasnya.
Sejalan dengan itu, penguatan empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi landasan moral dan ideologis dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Kinerja aparatur negara menjadi perhatian nasional. Satu tahun pemerintahan Prabowo–Gibran menunjukkan apresiasi publik terhadap sejumlah kementerian. Berdasarkan survei IndoStrategi Research & Consulting, Kementerian Agama menempati peringkat ketiga kementerian dengan kinerja terbaik nasional dengan skor 3,26 poin, berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Luar Negeri.
Berbagai kajian akademik turut menunjukkan bahwa kinerja ASN dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari sistem pemantauan kedisiplinan, lingkungan kerja, hingga aspek psikologis dan sosial. Temuan penelitian Sunaryanta yang dimuat pada Prosiding pemerintahan dan Desa Vol 1 No 1 2025: 74-90 menunjukkan masih adanya kesenjangan antara standar ideal dan praktik di lapangan, sehingga diperlukan evaluasi berkelanjutan, penguatan sistem merit, serta perhatian pada kesejahteraan dan iklim kerja ASN.
Dalam konteks UIN Sunan Gunung Djati Bandung, apel pagi Hari Kesadaran Nasional dimaknai sebagai ruang refleksi bersama untuk memperbaiki diri, meningkatkan disiplin, dan membangun etos kerja yang lebih efektif dan berintegritas. “Apel bukan sekedar rutinitas atau ritual bulanan, ini menjadi muhasabah (evaluasi diri), pengingat bahwa profesionalisme, tanggung jawab, dan semangat pengabdian merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola UIN Bandung yang efektif, tertib, dan melayani dengan sepenuh hati,” bebernya
Apel Hari Kesadaran Nasional ini diharapkan mampu meneguhkan kembali komitmen seluruh sivitas akademika dan tenaga kependidikan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam memberikan kontribusi nyata bagi institusi, masyarakat, serta bangsa dan negara.
