UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Workshop Evaluasi Kurikulum KKNI Fakultas Adab dan Humaniora UIN SGD Bandung

Untuk mengingatkan kualitas mutu akademik, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Workshop Evaluasi Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dengan menghadirkan narasumber: Dr. Awaludin Nugraha, M.Hum (Praktisi Kurikulum KKNI, Dosen Departemen Sejarah dan Filologi Universitas Padjajaran), Dr. Luki Lukmanul Hakim, M.Pd (Praktisi Kurikulum KKNI) yang dibuka oleh Rektor, Prof. H. Mahmud, M.Si di Hotel Puri Khatulistiwa, Jl. Raya Jatinangor, No. 208 Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Rabu (22/05/2019).

Dalam sambutannya Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si sangat mengapresiasi kegiatan workshop evaluasi kurikulum untuk memperbaiki, meningkatkan kualitas mutu akademik di lingkungan UIN SGD Bandung.

“Sudah saatnya kita berusaha meningkatkan mutu akademik melalui perbaikan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan tantangan yang dihadapi pada era revolusi industri 4.0. Sebelumnya, kampus hanya memfokuskan pada penguatan kelembagaan. Alhamdulillah hari ini telah selesai dengan diraihnya nilai APT A,” tegasnya.

Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menuturkan pada saat dilantik menjadi Rektor nilai B untuk akreditasi APT, 4 Prodi yang mendapatkan nilai A dan 24 Prodi yang meraih nilai C. “Saat itu saya katakan moratorium untuk pembukaan Prodi baru. Alhamdulillah setelah mendapatkan nilai A untuk APT, 20 Prodi di lingkungan kampus yang meraih A dan 3 Prodi meraih A di Fakultas Adab. Silahkan Fakultas membuka Prodi Indonesia, Sunda atau Parawisata Halal, untuk meningkatkan mutu akademik,” jelasnya.

Menurut Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si perbaikan kurikulum menjadi penting untuk mencetak lulusan yang unggul, kompetitif yang berbasis pada wahyu memandu ilmu dan berakhlak karimah. “Hadirnya kurikulum dan mata kuliah anti korupsi, seperti yang telah dilakukan oleh kampus ITB, Paramadina menjadi penting untuk memperbaiki kondisi bangsa dalam rangka memutus mata rantai tindakan korupsi sejak di bangku kuliah,” paparnya.

Percepatan Guru Besar, penulisan artikel dan publikasi di jurnal internasional kata Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si “hal ini harus menjadi bagian penting dan mesti diutamakan Fakultas untuk meningkatkan SDM, kualitas mutu akademik melalui percepatan GB, jurnal internasional, memberikan pelayanan terbaik pada mahasiswa, alumni, penggunaan, sehingga lulusannya siap bersaing dengan perguruan tinggi lain yang sangat memegang falsafah telur ayam daripada telur bebek,” ujarnya.

Dekan FAH, Dr. H. Setia Gumilar, M.Si. didampingi Wakil Dekan I, Dr. Ading Kusdiana, M.Ag., Wakil Dekan II, Dr. Dedi Supriadi, M.Hum., Wakil Dekan III, Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. menyiapkan terselenggaranya workshop evaluasi ini merupakan hasil rekomendasi dari Seminar Nasional Sejarah dan Sastra.

Dekan FAH, Dr. H. Setia Gumilar, M.Si. menuturkan setiap perguruan tinggi di Indonesia sebagaimana diwajibkan dalam Standar Nasional Perguruan Tinggi memiliki kewajiban untuk melakukan evaluasi kurikulum setiap lima tahun. Mengingat penyelenggaraan pendidikan tinggi harus mengacu pada UU No 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.
Untuk meningkatkan daya saing bangsa dalam menghadapi globalisasi di segala bidang salah satunya melalui pengembangan Kurikulum berbasis KKNI.
Sebagai contoh tantangan di era revolusi industri 4.0 yang harus dihadapi oleh civitas akademika itu “ketika perusahaan atau user tidak hanya melihat pada izasah dan gelar seseorang dalam menerima pegawai atau karyawan, tapi diminta keahlian bidang secara spesifik. Untuk menjawab tantangan itu, Fakultas berusaha menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki keahlian bidang adab dan humaniora, tapi mesti menguasasi bidang teknologi digital yang dibuktikan dengan sertifikat keahlian,” ujarnya.

Dekan FAH, Dr. H. Setia Gumilar, M.Si. menjelaskan melalui kerjasama dengan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) “yang dibuktikan dengan memiliki 3 asesor di BSNP, yaitu Prof. Dr. H. Sulasman, M.Hum., Dr. Usman Supendi, M.Pd., dan Dr. Andang Saehu, M.Pd. ini mudah-mudahan dengan adanya tiga asesor itu dapat mempercepat usaha Fakultas dalam rangka mewujudkan lulusan yang unggul, kompetitif dalam bidang kajian adab dan humaniora,” paaprnya.

Dekan FAH, Dr. H. Setia Gumilar, M.Si. berharap “dengan digelarnya workshop evaluasi kurikulum ini meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mutu akademik di lingkungan Fakultas, sehingga lulusanya dapat siap bersaing dan berkompetisi serta diserap oleh suatu perusahaan atau pengguna yang siap bekerja dan memberikan kontribusi yang positif terhadap civitas akademika, masyarakat sekitar dengan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak karimah,” tegasnya.

Dekan FAH, Dr. H. Setia Gumilar, M.Si. menegaskan, “hadirnya panduan Kurikulum berdasarkan KKNI ini dapat digunakan oleh para anggota ADIA (Asosiasi Dosen Ilmu-ilmu Adab/Humaniora) sebagai kerangka acuan dalam penyusunan kurikulum,” pungkasnya.