UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Wisuda Ke-76, Lantik 1.428 Mahasiswa UIN Bandung

UIN Bandung menggelar wisuda ke-76 dengan jumlah lulusan 1.428 Mahasiswa, 41 diantaranya mendapat predikat pujian dan 1 Tafhiz Al-Quran. Kegiatan wisuda kali ini dibagi ke dalam dua sesi, mengingat jumlah wisudawan yang meningkat hingga tiga kali lipat. Acara tersebut digelar di Aula Anwar Mussadad, Minggu, (6/10/19).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, wisuda kali ini menggunakan sistem ganjil genap. Yakni, mahasiswa yang mendaftar dan mendapat nomor urut ganjil mereka mengikuti wisuda ke-75 yang dilaksanakan 22 September 2019 lalu. Sementara itu, yang mendapat nomor urut genap mereka mengikuti wisuda ke-76 yang dilaksanakan 6 Oktober 2019.

Kepala bagian akademik, Dina Mulyati menjelaskan, sebelumnya sistem wisuda yang dipakai yaitu per empat fakultas. Namun, karena dirasa kurang efektif, Wakil Rektor 1 memutuskan untuk memakai sistem ganjil genap agar dekan setiap fakultas dapat hadir dan melantik para wisudawan.

“Agar setiap dekan dapat hadir saat wisuda maka pada aplikasinya kami menggunakan sistem ganjil genap sesuai nomor pendaftaran. Namun, untuk kedepannya kami masih mengkaji kembali untuk perubahan sistemnya apakah akan menggunakan sitem kuota. Tetapi, kami masih mematangkan rencana tersebut,” jelasnya saat ditemui Jurnalposmedia.

Dalam sambutannya Rektor UIN Bandung, Mahmud mengharapkan agar semua prodi yang ada di UIN Bandung mendapat predikat A. Adapun, wisudawan dapat sukses menjalani kehidupan melalui ikhtiar baik secara lahir maupun batin sehingga seimbang antara keduanya.

“Bukan hanya level nasional UIN Bandung harus dapat menuju level internasional. Maka dari itu perjalanan hidup harus ibaratkan ban mobil sehingga seimbang antara lahir dan batin agar apa yang kita tuju jelas arahnya,” harapnya.

Selanjutnya, Mahmud juga berpesan, mengingat perkataan Ibnu Ruslan, setiap orang yang beramal tanpa ilmu, tertolak tidak diterima amalannya itu.

“Gunakan pendekatan lahir dan batin, birrul walidain berbakti dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, tetapi jangan kau tinggalkan juga pesan dari guru mu,” pungkasnya. (Retno Nur Hidayati, Nazmi Syahida)


Sumber, Jurnal Pos Media, 06 Oktober 2019