UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Wirausahawan FSH Ditantang Berbisnis Teh

[www.uinsgd.ac.id] Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung terus memupuk kreativitas mahasiswa dalam berwirausaha (entrepreneurship). Ini penting agar mahasiswa dan alumni FSH mampu menyelesaikan masalah, sekaligus brilian dalam melihat peluang usaha. Mereka tidak akan susah mencari penghidupan karena punya bekal kemandirian, bahkan bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

Demikian catatan penting dari sambutan Dekan FSH UIN SGD Bandung, Dr Ah Fathoni, M.Ag dalam Talkshow “Bisnis Kreatif Teh untuk Entrepreneur Muda dalam Realitas Nusantara” yang digelar Senat Mahasiswa (Sema) FSH, Jumat (27/11/2015). Talkshow ini menghadirkan narasumber: Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Departemen Pertanian Yusni Emilia Harahap, MM; hadir juga dari PT Arafah Tea, Ifa Saripah; Kepala Dinas Perkebunan Prov Jabar, Ir Yayan Cahya Permana, MM;  dan Peneliti Perkebunan Nusantara PPTK Gambung Ir Uhendi Haris M.Si.

Talkshow dihadiri oleh 200 orang peserta, dari semua fakultas yang ada di UIN Bandung, dengan  mederator Muhammad Hasanudin, M.Ag (Sekretaris Jurusan Muamalah). Pada kesempatan yang sama, Sema FSH menerima sumbangan seribu pohon dari Dinas Perkebunan Provinsi Jabar, untuk penghijauan di lingkungan Kampus UIN SGD.

“Kita harus mampu berinovasi dalam mengelola sumber daya alam. Salah satunya komoditi teh, hasil pertanian yang sangat potensial di Jawa Barat ini. Teh tumbuh dan bersumber dari bumi Allah yang halal dan baik. Halal berarti dalam memperoleh zat dan proses dilakukan dengan benar, thayib berarti menyehatkan,” jelasnya.

Sementara, menurut Ketua Sema FSH, Boby Herlambang, program ini sangat bermanfaat dalam memupuk jiwa kewirausahaan dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam  yang melimpah ruah di nusantara ini. “Harapan saya, setelah ini ada program yang berkelanjutan dan bersinergis, terutama dengan Kementerian Pertanian RI,” harapnya.

Misi lain, lanjut Boby, talkshow ini bisa mencetak mahasiswa yang unggul dan kompetitif. Setelah lulus kuliah menjadi sarjana yang kreatif dan inisiatif serta piawai dalam berbisnis. “Terlebih dalam persaingan global dan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), dibutuhkan lulusan-lulusan yang memiliki karakter entrepreneurship dan kompetensi keilmuan yang mapan,” kata mahasiswa Jurusan Muamalah semester IX ini. [Nank]