UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Waspada, Kenali Modus Penipuan Penerimaan Mahasiswa Baru!

Pimpinan UIN SGD Bandung mengimbau kepada masyarakat umum agar waspada apabila ada siapapun yang menjanjikan dapat membantu calon mahasiswa diterima masuk ke UIN SGD Bandung. Hal ini terkait banyaknya laporan penipuan yang dilakukan sekelompok orang tidak bertanggung jawab dengan syarat memberikan sejumlah uang sebagai jaminan bisa diterima di UIN SGD Bandung.

Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Asep Muhyidin, M.Ag menegaskan, untuk seleksi jalur Sarjana (S-1) UIN SGD Bandung hanya mengacu pada hasil lima jalur:

Pertama, SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri).Kedua, SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri).Ketiga, SPAN-PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).Keempat, UM-PTKIN (Ujian Masuk-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri).Kelima, PMB Mandiri dengan sistem CBT (Computer Based Testing), jalur khusus tahfidz al-Qur’an (minimal 5 Juz) dan jalur prestasi seni dan olahraga.

Jadi, tidak ada seorang pun, baik dari dalam maupun luar UIN SGD Bandung yang memiliki wewenang untuk memasukkan calon mahasiswa ke UIN SGD Bandung di luar jalur tersebut.

Dalam penerimaan mahasiswa baru, “UIN SGD Bandung murni hanya melihat prestasi siswa. Tidak ada kemampuan dari dosen atau orang kepercayaan yang bisa meloloskan siswa masuk UIN SGD Bandung. Bahkan pimpinan universitas maupun fakultas pun tidak bisa,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (21/06/2019).

Menurut Prof. Asep, setidaknya ada banyak modus operandi penipuan. Seperti, oknum meyakinkan (orang tua) calon mahasiswa secara lisan bahwa dapat menjamin meloloskan siswa masuk UIN SGD Bandung. Oknum meminta korban mentransfer sejumlah uang sebagai jaminan.

Tidak tanggung-tanggung, oknum tersebut meminta uang jaminan kepada korban sebesar jutaan rupiah. Menurut Prof. Asep, korban penipuan yang telah terungkap melalui laporan kepolisian di antaranya masyarakat yang memang kurangnya pengetahuan mengenai penerimaan mahasiswa baru.

Modus selanjutnya adalah pelaku menjanjikan bahwa UIN SGD Bandung akan menggelar seleksi tambahan bagi calon mahasiswa yang tidak diterima melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, UMPTKIN, SPANPTKIN, Mandiri dan oknum tersebut membantu meloloskan seleksi tambahan tersebut, dengan tanda kelulusan tersendiri. Padahal UIN SGD Bandung tidak menyelenggarakan seleksi seperti itu.

Oleh karena itu, banyaknya terungkap kasus penipuan tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat umum, agar tidak berulang lagi. Dampak dari tindak penipuan ini tidak hanya terkait soal uang yang hilang, tapi juga dampak psikologi bagi para korban dan keluarganya. Beberapa korban terbukti mengalami depresi hingga mengganggu kehidupannya sehari-hari. “Silakan segera laporkan oknum tersebut ke kepolisian,” kata Prof. Asep.

Apabila ditemukan kasus serupa, Prof. Asep pun mengimbau masyarakat untuk mengonfirmasi langsung ke layanan resmi UIN SGD Bandung, di Gedung O.Djauharuddin AR, Kampus I, Jl. A.H. Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung melalui telepon Humas Al-Jamiah di nomor (022) 78002525, email ke humas_aljamiah@uinsgd.ac.id