UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Wakil Rektor III UIN SGD Lepas 151 Kontingen Pionir IX UIN Malang

Wakil Rektor III, Prof. Dr. H. Muhtar Solihin, M.Ag. melepas 151 peserta kontingen Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pionir) IX Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia, di gedung O. Djauharudin AR, Kampus I, Jalan A.H. Nasution 105 Kota Bandung, Selasa (9/7/2019).

Para peserta yang terdiri dari 108 atlet, 43 official, pelatihan dan pendamping akan mengikuti kompetisi Pionir dari tanggal 15 sampai 21 Juli 2019 di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Pionir merupakan ajang kompetisi keilmuan, olahraga, seni, dan riset tingkat nasional bagi mahasiswa PTKIN yang diselenggarakan 2 tahun sekali. Kegiatan ini untuk mencari mahasiswa unggul, baik dalam prestasi akademik maupun keolahragaan dan seni.

“Di samping itu untuk memperkuat silaturahmi antar-PTKIN di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Muhtar seusai acara.

Menurutnya, kegiatan yang diperlombakan dan dipertandingkan pada Pionir itu bidang ilmiah, olahraga, seni, dan riset. Untuk bidang ilmiah meliputi debat bahasa Arab, debat bahasa Inggris, musabaqah makalah Qur’ani (MMQ) dan musabaqah qiraatul kutub (MQK). Cabang olahraga, lanjutnya, meliputi futsal, bola voli, tenis meja, bulu tangkis, catur, panjat dinding, takraw, pencak silat, basket, dan karate.

“Bidang seni meliputi musabaqah tilawatil Quran (MTQ), musabaqah hifdzil Quran (MHQ), musabaqah syarhil Quran (MSQ), kaligrafi, pop solo islami, desain dan peragaan busana muslim, puitisasi Alquran, dan marawis. Bidang riset meliputi karya tulis dan karya inovatif mahasiswa,” terangnya.

Muhtar berpesan kepada seluruh peserta untuk memupuk kepercayaan diri, menjunjung tinggi sportifitas, menjaga etika dan akhlakul karimah sebagai identitas dari perguruan tinggi Islam.

“Menanamkan sikap kepercayaan pada diri sendiri ini sebagai sumber untuk meraih kesuksesan di acara Pionir. Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas yang ditandai siap menang dan siap kalah. Kami akan mengedepankan akhlak karimah dalam bertanding di arena laga,” tegasnya.

Target juara umum

Muhtar menargetkan, pada Pionir kali ini UIN SGD Bandung keluar sebagai juara umum. Pihaknya mengaku sangat optimistis karena materi peserta yang dibawa pada tahun ini cukup bagus dan sudah dipersiapkan secara matang.

“Sudah saatnya tuan rumah tidak menjadi juara umum. Saya yakin, percaya UIN SGD Bandung bisa dan mampu meraih juara dengan bermodalkan 30 cabang mata lomba yang diikuti. Oleh karena itu di Malang nanti kami optimistis akan keluar sebagai juara,” tegasnya.

Meskipun demikian, tuturnya, pihaknya tetap meminta agar para peserta Pionir tidak perlu merasa terbebani oleh target juara umum yang ditetapkan. Namun, imbuhnya, yang paling penting bermain secara maksimal, mengerahkan semua teknik, taktik, dan strategi disertai doa yang ikhlas.

“Semuanya serahkan kepada Allah. Kami hanya bisa berikhtiar. Motivasi ini kami tanamkan secara bersama-sama untuk mendapatkan juara. Tekad kami, tidak pulang tanpa gelar juara,” paparnya.

Rencananya, kata Muhtar, untuk teknis pemberangkatan kontingen UIN SGD Bandung ke acara Pionir IX di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang ini menggunakan bus pariwisata pada hari Sabtu (13/7/2019) malam pukul 19.00 WIB.

“Diawali dengan melakukan salat magrib bersama di mesjid Iqomah dan berdoa bersama dipimpin Imam mesjid. Mohon doa dan dukungan dari civitas akademika untuk kontingen UIN SGD Bandung,” pungkasnya.

Sumber, Galamedia News 09 Juli 2019