UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Wagub Jabar : “Tingkatkan Mutu PTKIS”

[www.uinsgd.ac.id] Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengharapkan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) bisa menyerap mahasiswa putera daerah sebanyak-banyaknya. Ini penting dalam rangka meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) Jabar  yang masih  rendah (17.76%) jika dibandingkan dengan APK Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Harapan Wagub Jabar disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Koordinatorat Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wil  II Jabar dan Banten, di Bandung, Rabu (15/11/2017). Rakor yang bertemakan “Disiplin Regulasi untuk Meningkatkan Akreditasi” ini dihadiri oleh 131 pimpinan yayasan dan PTKIS, pimpinan Kopertais II,  dan perangkat Pememintahan Daerah. 

Wagub mengakui, APK masyarakat Jabar dalam mengenyam pendidikan tinggi lebih rendah dibandingkan Jawa Tengah dan Jawa Timur. “APK kita 17,76 persen, padahal Jabar  memiliki PT lebih banyak daripada provinsi lain. Ada apa gerangan?” tanya Wagub, seraya mengajak pimpinan PTKIS untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan, sehingga memudahkan masyarakat dalam mengakses pendidikan tinggi. 

Menurut analisis Wagub, rendahnya APK perguruan tinggi bisa disebabkan oleh tingginya jumlah penduduk di Jawa Barat, yang kini mencapai kurang lebih 47 juta orang, ditambah dengan kurang cepatnya sejumlah perguruan tinggi berubah status menjadi negeri. 

Wagub juga mempertanyakan keberpihakan PTN di Jawa Barat terhadap putera-puteri di daerahnya. Soalnya, dalam rekrutmen mahasiswa baru PTN di Jabar lebih memilih puteri-puteri dari luar Jabar karena alasan prestasi. Kemungkinan lain, lanjut Wagub, rendahnya animo masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bisa menjadi penybeb rendahnya APK Jabar.

Wagub menaruh harapan besar kepada PTKIS dalam mengantisipasi rendahnya APK ini. “Pemprov Jabar memberikan sejumlah bantuan kepada perguruan tinggi swasta agar bisa menyerap putera daerah sebesar-besarnya. Pada 2018 kita tagetkan APK Jabar bisa naik menjadi 25 persen,” harapnya. 

Koordinator Kopertais II Jabar Banten Prof Dr H Mahmud, M.Si menyatakan siap bekerja keras membangun PTKIS di bawah binaannya. Karenanya, ia banyak melakukan evaluasi dan menggali berbagai problematika PTKIS, agar bisa menata ulang pelayanan akademik, dan sedikit demi sedikit permasalahan PTKIS bisa teratasi; antara lain menyangkut kualitas kelembagaan, sumber daya manusia (SDM), kurikulum, pembelajaran, mahasiswa, kerja sama, sarana prasarana, dan manajemen.  

Prof Mahmud beserta dan jajaran Kopertais II tetap konsisten memperjuangkan PTKIS mengembangkan kultur akademik, dengan meningkatkan kualitas yang berorientasi pada jaminan mutu dan inovatif, dengan mengembangkan jaringan melalui pola kemitraan dan kerjasama dengan instansi lain. Tidak lupa modernisasi manajemen pendidikan dan pelayanan administrasi melalui penataan dan profesionalisasi institusi yang efektif dan efisien. 

Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jawa Barat, atas bantuan dana untuk pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) PTKIS di Jawa Barat. “Ini erat kaitannya dengan harapan Wagub dalam meningkatkan APK PT di Jabar. Bahkan dalam peningkatan SDM, Pemprov membantu beasiswa studi lanjut untuk satu dosen per PTKIS,” jelas Prof Mahmud, yang juga Rektor UIN SGD Bandung.

Rencana ke depan, ia akan melakukan percepatan akreditasi agar PTKIS punya posisi tawar, sekaligus bisa menyerap putera-puteri daerah yang ingin  melanjutkan studinya. “Seratus lebih dosen UIN Bandung diperbantukan di PTKIS, untuk membentu peningkatan kualitas dan percepatan di berbagai bidang,” pungkas Prof Mahmud.[Nanang Sungkawa]