UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Urban Farming Jadi Solusi Masalah Ketahanan Pangan

[www.uinsgd.ac.id] Ketahanan pangan merupakan isu yang selalu diperbincangkan oleh elit pemerintahan Indonesia masa kini. Walaupun Indonesia merupakan negara agraris, hal tersebut belum bisa menjamin akan ketahanan pangan di dalam negeri. Beras, Kedelai, bawang merah dan daging sapi merupakan kebutuhan yang belum bisa diproduksi seluruhnya di dalam negeri alias masih membutuhkan barang dari luar negeri.

Urban farming merupakan salah satu contoh konsep pengembangan pertanian yang sehat, mudah dan murah. Urban Farming merupakan salah satu pola gaya hidup sehat yang lebih ditujukan kepada masyarakat perkotaan dengan memanfaatkan kebun/halaman rumah sebagai lahan produktif atau lahan bertani.

Kita dapat terlibat langsung mulai dari penyemaian, penanaman, perawatan dan panen. Oleh karena itu, urban farmer atau pegiat urban farming jarang menggunakan pupuk kimia dalam merawat tanaman.

Urban farming tidak membutuhkan lahan yang luas. Lahan yang sempit dapat dikelola dengan baik asalkan ditangani dengan cermat dan tepat. Tetapi konsep ini juga tidak menutup kemungkinan dapat diterapkan pada masyarakat yang ada di daerah.

“Konsep ini sangat membantu sekali. Minimal 30 persen pengeluaran keluarga dapat di back up dari hasil panen,” kata Fadly vokalis Padi saat menjadi pembicara dalam seminar agrovation yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Agroteknologi UIN SGD Bandung, Senin (23/9), seperti dilansir SuakaOnline.

Fadly sendiri sudah 3 tahun menerapkan konsep urban farming dalam kesehariannya. Fadly bercerita bahwa di halaman rumahnya ditanami berbagai macam pepohonan yang mempunyai nilai kegunaan seperti pohon cabai, pohon kemangi, pohon tomat dan masih banyak pohon-pohon lainnya. Media tanam menggunakan beberapa barang bekas seperti paralon, bathub, bambu, ember bekas cat dan barang yang lainnya.

Di zaman sekarang ini, lanjut Fadly, orang-orang lebih suka memilih makanan yang bersifat instant. Mereka tidak mengetahui higienitas dari bahan-bahan makanan yang mereka makan. “Oleh karena itu konsep urban farming dapat menjadi solusinya,” pungkasnya.

Dengan menerapkan konsep urban farming, masyarakat dapat memproduksi sendiri berbagai macam kebutuhan pangan, terutama sayuran. Dengan begitu masyarakat dapat memenuhi ‘kebutuhan dapur’ nya sekaligus mengurangi ketergantungan pangan dari orang lain dan dari luar negeri.[Riska Amelia, M.Faisa]