UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Upaya Meningkatkan Mutu Madrasah di Jabar

BANDUNG, (PRLM).- Rektor UIN SGD Nanat Fatah Natsir mengatakan, madrasah kesulitan dalam mengembangkan diri, karena anggaran yang dialokasikan dari pemerintah untuk madrasah masih sangat minim. Menurut Nanat, sampai saat ini tidak ada kewajiban dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran madrasah.

Nanat menjelaskan, jika dibandingkan pada tahun ini, Kementerian Agama yang membawahi madrasah mengalokasikan anggaran Rp 14,5 triliun untuk sekitar 40.000 madrasah se-Indonesia yang sebagian besar swasta. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Nasional mengalokasikan Rp 44 triliun untuk sekolah yang sebagian besar negeri.

“Bagaimana mau meningkatkan kualitas, kalau anggarannya saja tidak seimbang. Padahal ada potensi sumber daya manusia di madrasah, karena saat ini ada sekitar tujuh juta siswa madrasah di Indonesia,” ungkap Nanat pada diskusi “Membangun Sinergi untuk Meningkatkan Mutu Madrasah di Jawa Barat”, yang berlangsung di Aula Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Kota Bandung, Rabu (2/3).

Untuk itulah diperlukan sinergitas semua pihak untuk sama-sama meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajer Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) YPM Salman ITB Syamril mengungkapkan, sinergitas ini terdiri dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, media massa, tokoh masyarakat, lembaga dana seperti CSR perusahaan, serta organisasi guru, LSM pendidikan, dan yayasan dakwah. (A-187/das)*** Sumber Pikiran Rakyat Online

BANDUNG, (PRLM).- Rektor UIN SGD Nanat Fatah Natsir mengatakan, madrasah kesulitan dalam mengembangkan diri, karena anggaran yang dialokasikan dari pemerintah untuk madrasah masih sangat minim. Menurut Nanat, sampai saat ini tidak ada kewajiban dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran madrasah.

Nanat menjelaskan, jika dibandingkan pada tahun ini, Kementerian Agama yang membawahi madrasah mengalokasikan anggaran Rp 14,5 triliun untuk sekitar 40.000 madrasah se-Indonesia yang sebagian besar swasta. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Nasional mengalokasikan Rp 44 triliun untuk sekolah yang sebagian besar negeri.

“Bagaimana mau meningkatkan kualitas, kalau anggarannya saja tidak seimbang. Padahal ada potensi sumber daya manusia di madrasah, karena saat ini ada sekitar tujuh juta siswa madrasah di Indonesia,” ungkap Nanat pada diskusi “Membangun Sinergi untuk Meningkatkan Mutu Madrasah di Jawa Barat”, yang berlangsung di Aula Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Kota Bandung, Rabu (2/3).

Untuk itulah diperlukan sinergitas semua pihak untuk sama-sama meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajer Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) YPM Salman ITB Syamril mengungkapkan, sinergitas ini terdiri dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, media massa, tokoh masyarakat, lembaga dana seperti CSR perusahaan, serta organisasi guru, LSM pendidikan, dan yayasan dakwah. (A-187/das)*** Sumber Pikiran Rakyat Online

BANDUNG, (PRLM).- Rektor UIN SGD Nanat Fatah Natsir mengatakan, madrasah kesulitan dalam mengembangkan diri, karena anggaran yang dialokasikan dari pemerintah untuk madrasah masih sangat minim. Menurut Nanat, sampai saat ini tidak ada kewajiban dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran madrasah.

Nanat menjelaskan, jika dibandingkan pada tahun ini, Kementerian Agama yang membawahi madrasah mengalokasikan anggaran Rp 14,5 triliun untuk sekitar 40.000 madrasah se-Indonesia yang sebagian besar swasta. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Nasional mengalokasikan Rp 44 triliun untuk sekolah yang sebagian besar negeri.

“Bagaimana mau meningkatkan kualitas, kalau anggarannya saja tidak seimbang. Padahal ada potensi sumber daya manusia di madrasah, karena saat ini ada sekitar tujuh juta siswa madrasah di Indonesia,” ungkap Nanat pada diskusi “Membangun Sinergi untuk Meningkatkan Mutu Madrasah di Jawa Barat”, yang berlangsung di Aula Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Kota Bandung, Rabu (2/3).

Untuk itulah diperlukan sinergitas semua pihak untuk sama-sama meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajer Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) YPM Salman ITB Syamril mengungkapkan, sinergitas ini terdiri dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, media massa, tokoh masyarakat, lembaga dana seperti CSR perusahaan, serta organisasi guru, LSM pendidikan, dan yayasan dakwah. (A-187/das)*** Sumber Pikiran Rakyat Online

BANDUNG, (PRLM).- Rektor UIN SGD Nanat Fatah Natsir mengatakan, madrasah kesulitan dalam mengembangkan diri, karena anggaran yang dialokasikan dari pemerintah untuk madrasah masih sangat minim. Menurut Nanat, sampai saat ini tidak ada kewajiban dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran madrasah.

Nanat menjelaskan, jika dibandingkan pada tahun ini, Kementerian Agama yang membawahi madrasah mengalokasikan anggaran Rp 14,5 triliun untuk sekitar 40.000 madrasah se-Indonesia yang sebagian besar swasta. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Nasional mengalokasikan Rp 44 triliun untuk sekolah yang sebagian besar negeri.

“Bagaimana mau meningkatkan kualitas, kalau anggarannya saja tidak seimbang. Padahal ada potensi sumber daya manusia di madrasah, karena saat ini ada sekitar tujuh juta siswa madrasah di Indonesia,” ungkap Nanat pada diskusi “Membangun Sinergi untuk Meningkatkan Mutu Madrasah di Jawa Barat”, yang berlangsung di Aula Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Kota Bandung, Rabu (2/3).

Untuk itulah diperlukan sinergitas semua pihak untuk sama-sama meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajer Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) YPM Salman ITB Syamril mengungkapkan, sinergitas ini terdiri dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, media massa, tokoh masyarakat, lembaga dana seperti CSR perusahaan, serta organisasi guru, LSM pendidikan, dan yayasan dakwah. (A-187/das)*** Sumber Pikiran Rakyat Online

BANDUNG, (PRLM).- Rektor UIN SGD Nanat Fatah Natsir mengatakan, madrasah kesulitan dalam mengembangkan diri, karena anggaran yang dialokasikan dari pemerintah untuk madrasah masih sangat minim. Menurut Nanat, sampai saat ini tidak ada kewajiban dari pemerintah kabupaten/kota untuk mengalokasikan anggaran madrasah.

Nanat menjelaskan, jika dibandingkan pada tahun ini, Kementerian Agama yang membawahi madrasah mengalokasikan anggaran Rp 14,5 triliun untuk sekitar 40.000 madrasah se-Indonesia yang sebagian besar swasta. Sementara itu, Kementerian Pendidikan Nasional mengalokasikan Rp 44 triliun untuk sekolah yang sebagian besar negeri.

“Bagaimana mau meningkatkan kualitas, kalau anggarannya saja tidak seimbang. Padahal ada potensi sumber daya manusia di madrasah, karena saat ini ada sekitar tujuh juta siswa madrasah di Indonesia,” ungkap Nanat pada diskusi “Membangun Sinergi untuk Meningkatkan Mutu Madrasah di Jawa Barat”, yang berlangsung di Aula Pikiran Rakyat, Jln. Soekarno-Hatta No. 147, Kota Bandung, Rabu (2/3).

Untuk itulah diperlukan sinergitas semua pihak untuk sama-sama meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajer Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) YPM Salman ITB Syamril mengungkapkan, sinergitas ini terdiri dari pemerintah pusat dan daerah, perguruan tinggi, media massa, tokoh masyarakat, lembaga dana seperti CSR perusahaan, serta organisasi guru, LSM pendidikan, dan yayasan dakwah. (A-187/das)*** Sumber Pikiran Rakyat Online