UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Unpad, UIN Bandung & SMA Krida Kerjasama Selenggarakan UTBK SBMPTN


Pada 2019 ini sistem penerimaan mahasiswa jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) memiliki banyak perubahan yang signifikan. Sebelum mengikuti SBMPTN, peserta diharuskan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Terjadinya perubahan sistem ini pun dikarenakan pihak pengelola dari tahun sebelumnya berganti.  Kini di pegang oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) yang masih dalam naungan Kemenristek Dikti.

Jika di tahun sebelumnya di awal peserta  memilih jurusan dan universitas yang dituju kemudian ujian serentak dalam satu hari. Kali ini peserta harus melalui ujian terlebih dahulu, yaitu UTBK. Setelah mendapat hasil dari ujian yang nantinya akan dikirim langsung ke rumah peserta, peserta dapat memilih jurusan dan universitas yang diinginkan melalui SBMPTN.

Perubahan lainnya, yaitu pada tahun sebelumnya peserta dapat memilih 3 jurusan yang diinginkan, sekarang perserta hanya dapat memilih 2 program studi. Pihak Humas UIN Bandung, Rohman Setiaman, mengatakan peserta diperbolehkan mengikuti ujian sebanyak 2 kali.

“Peserta diperbolehkan untuk mengikuti ujian 2 kali. Misalnya, hasil yang didapat diujian pertama tidak memuaskan. UTBK ini dibuka 2 kali pendaftaran terhitung bulan April dan Mei” ujarnya, Jum’at (29/03/2019).

LTMPT menetapkan UNPAD sebagai salah satu perguruan tinggi yang menyelenggarakan UTBK. Karena diperlukan banyaknya jaringan komputer, maka UNPAD bermitra dengan UIN Bandung dan SMA Krida dalam penyelenggaraannya.

Menurut Wakil Rektor I, Erihadiana, terdapa beberapa fasilitas yang digunakan untuk UTBK tahun 2019.

“UIN Bandung menjadi koordinator lokasi, dan di UIN sendiri kita memakai 3 gedung yaitu gedung Leicture Hall, laboratorium komputer saintek, dan laboratorium terpadu. Kita menyediakan 650 komputer, yang dipakai 550, dan cadangan 100,” ujar Eri, Senin (01/04/2019).

UTBK tidak dilakukan dalam satu hari. Ujian ini dilakukan setiap hari sabtu dan minggu dalam 10 minggu. Dimulai 13 April – 26 Mei 2019 yang terbagi menjadi 2 sesi, yaitu pagi dan siang. Kemudian di UIN Bandung sendiri, digunakan selama 3 minggu. Khusunya pada  bulan April dan tanggal 20 April diadakan 4 sesi.Tetapi, jika jumlah peserta membludak kemungkinan besar  UIN Bandung juga akan dipakai juga pada bulan Mei.

Untuk penyelenggaraannya sendiri, menurut Eri, tidak akan mengganggu efektivitas kegiatan mahasiswa.

“Tidak akan mengganggu kegiatan mahasiswa termasuk perkuliahan. Karena yang digunakan hanya laboratorium komputer dan memang waktunya hanya pada sabtu dan minggu, kebanyakan mahasiswa libur kuliah,” katanya.

Eri pun menuturkan mengenai kelebihan dari SBMPTN tahun ini, persiapannya tidak begitu rumit karena tidak dipakai lagi kertas-kertas ujian. SBMPTN tahun ini juga memudahkan peserta dalam mengisi soal.

“Pada tahun-tahun sebelumnya pengisian soal cetak sama sekali tidak boleh ada kesalahan dalam menghitamkan jawaban, ataupun kertas jawaban yang tidak boleh terlipat karena akan berpengaruh pada hasil. Sekarang menggunakan komputer, sehingga memudahkan peserta. Kelemahannya, jika terdapat masalah di jaringan komputer maupun listrik, maka dari sekarang harus sudah diantisipasi salah satunya dengan kerjasama dengan PLN,” pungkas Eri. (Afiffah Rahmah Nurdifa, Muhammad Fauzan P, Abdul Latief)

Sumber, Jurnal Pos Media 6 April 2019