UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN Sunan Gunung Djati Optimis Raih Akreditasi A

[www.uinsgd.ac.id] UIN Sunan Gunung Djati Bandung optimis bakal menjadi perguruan tinggi yang terakreditasi A oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BANPT), dengan target pencapaian nilai 370. Dengan pendekatan pencerahan, pemberdayaan, dan pengembangan di semua unit, UIN SGD semakin kondusif dan kultur akademik semakin meningkat. Di bidang akademik, kelembagaan, dan administrasi pun semakin sistematis.

“Bahkan, ada peningkatan kualitas dan inovasi yang berorientasi pada jaminan mutu, ditandai dengan pengembangan jaringan melalui pola kemitraan dan kerjasama. Modernisasi manajemen pendidikan dan pelayanan administrasi ditata sedemikian rupa, menuju profesionalisasi institusi yang efektif dan efisien,” jelas Rektor UIN SGD Bandung Prof Dr H Mahmud, M.S seusai acara Simulasi Visitasi Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) UIN SGD Bandung, di Aula LP2M, Selasa (23/10/2018).

Rektor Didampingi Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama, para dekan, dan para ketua lembaga/pusat di lingkungan UIN SGD.

Simulasi dipandu oleh Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr H Dindin Jamaluddin, M.Ag; menghadirkan dua asesor BANPT Dr Narayana Satrawiguna, MM, M.Pd dan Efriyanto, SE, MM.

Dalam standar I (Visi, Misi, Tujuan Dan Sasaran, Serta Strategi Pencapaian), UIN SGD mengukuhkan diri menjadi universitas teknologi, dengan indikatornya: technology based management; science and technology improvement; utilization of technology throught halal labeling.

“Masih banyak potensi yang belum tergali untuk dimasukkan ke dalam borang guna meningkatkan nilai pada setiap standar,” ujar Mahmud.

Dalam simulasi tersebut, kedua asesor secara rinci membahas borang usulan akreditasi, dari standar I hingga standar VII. Keduanya mengingatkan bahwa dokumen borang harus disusun secara apik dan teliti, dilengkapi dokumen yang akurat.

“Dalam visitasi nanti (rencananya pada akhir Desember tahun ini) hindari perdebatan dengan asesor,” katanya.

Menurut Efriyanto, mengelola pendidikan sama dengan mengelola kuliner, intinya mempertahankan trust (kepencayaan) dari konsumen (masyarakat), dalam hal ini direpresentasikan oleh mahasiswa. Karenanya, mengevaluasi dan menggali potensi mahasiswa menjadi sangat penting dalam meraih nilai akreditasi. (B.47)

Sumber, Galamedia 25 Oktober 2018