UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN Siapkan Generasi Qurani

[www.uinsgd.ac.id] Kebijakan wajib hapal Al-Quran juz 30 sebagai syarat utama untuk mengikuti ujian Komprehensif, sidang Skripsi (Munaqosah) di lingkungan UIN SGD Bandung, maka jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) menggelar perlombaan “Senandung Ayat Anak Bangsa (SAAB)” sebagai usaha menyiapkan generasi dan lulusan UIN SGD Bandung yang Qurani yang diikuti oleh 16 peserta yang terdiri dari 8 orang putra dan 8 orang putri yang dilaksanakan di Auditorium UIN SGD Bandung, Jumat (10/5)

Menurut Ramlan Burhanuddin, Ketua Perak (Pekan Raya Pendidikan Kimia) tahun 2013 menjelaskan acara perlombaan tahfidz merupakan rangkaian dari Perak 2013. “Jumlah pesertanya 16 orang. 8 puta dan 8 putri. Untuk tahun sekarang perlombaan tahfidz ini masih terbatas di lingkungan internal Kimia. Mudah-mudahan tahun depan bisa melibatkan seluruh mahasiswa UIN SGD Bandung,” tegasnya.      

Sebelumnya telah digelar perlombaan Chemistry Quiz (CQ) “Think Smart to be a Winner” tingkat SMA/MA Se-Jawa Barat yang dibagi 5 regional; I (Karawang, Purwakarta, Bekasi dan Subang), II (Cianjur, Sukabumi dan Bogor), III (Majalengka, Indramayu, Kuningan dan Cirebon), IV (Ciamis, Tasikmalaya, Pangandaran dan Banjar) dan V (Bandung Raya, Garut dan Sumedang). “Untuk perlombaan CQ yang telah dilaksanakan hari kemarin dimenangkan oleh SMA 22 Bandung, MA Cipasung,” paparnya.

Ihwal kriteria yang diperlombakan pada Tahfidz ini, “Makhorijul huruf, Hafalan, Nada. Caranya dengan menebak surat, meneruskan bacaan, bacaan sebelumnya dan  ayat ini termasuk suarat apa?” jelasnya.

“Untuk tim Juri semuanya dari UPTQ UIN SGD Bandung yang telah diakui ketahfidzannya,” sambungnya.

Ramlan berharap “Mudah-mudahan dengan adanya perlombaan tahfidz di tingkatan jurusan Kimia ini menjadi barometer untuk bisa atau tidaknya mengikuti ujian Kompre dan Munaqosah seperti yang telah diberlakukan oleh Kampus bahwa lulusan UIN SGD itu harus hafal Al-Quran minimal zuj 30,” pungkasnya.***[Ibn Ghifarie]

[www.uinsgd.ac.id] Salah satu cara menyiapkan generasi Qurani di kampus UIN SGD Bandung dengan menerima calon mahasiswa baru yang hafal Al-Quran minimal 3 juz. “Dalam test tulis mandiri yang berjumlah 1941 peserta itu terdapat 35 orang yang hafal Al-Quran minimal 3 juz,” ungkap Drs. H. Mumuh. Muksin, M.M.Pd., Kepala Bagian Akademik saat dihubungi Pusinfokom di ruang kerjanya, gedung Al-Jamiah lantai III, Kamis (4/7).

Test ketiga puluh lima peserta tahfidz Al-Quran ini dilaksanakan di gedung Al-Jamiah lantai III dengan harapan bisa melahirkan generasi Qurani. “Adanya ujian khusus bagi yang hafal Al-Quran minimal 3 juz ini sebagai upaya menyiakan generasi Qurani dari awal masuk ke kampus,” paparnya.

Lahirnya generasi Qurani ini, “Tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan secara umum, tetapi juga unggul dalam bidang agama yang dibuktikan dengan menghafal Al-Quran minimal 3 juz,” pungkasnya. [Ibn Ghifarie, Dudi]