UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Segera Membentuk International Office

[www.uinsgd.ac.id] Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si menyampaikan apresiasi yang sertinggi-tingginya dan berterima kasih atas kehadiran Guru besar Ilmu Hukum University of Hamburg Germany, Prof Jur Susan G Wintermuth, Ph.D. Karena selama sebulan Prof Susan berkenan berbagi ilmu dan wawasan dengan para dosen dan mahasiswa UIN SGD.

“Banyak manfaat yang didapat dari kedatangan Prof Susan ini. Mahasiswa dan dosen bisa menggali ilmu pengetahuan, sharing pemikiran, dan wawasan-wawasan lainnya yang menyangkut tradisi keilmuan di perguruan tinggi tempat Prof Susan mengabdi,” jelas Prof Mahmud, seraya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kelompok Kerja (tim scientific), pimpinan Fakultas Syariah dan Hukum, dan tenaga kependidikan lainnya yang sudah melayani tamu sebaik mungkin.

Prof Susan berada di UIN Bandung sejak 9 Maret – 13 April 2018, atas kerjasama antara Senior Experten Service (SES) Jerman dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI. Program internalisasi ke depan, lanjut Rektor, harus terkoordinasi secara baik, agar bisa menggali berbagai potensi dan peluang kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri. Dalam waktu dekat, UIN SGD Bandung akan menjalin kerjasama dengan Azarbaijan, Belanda, dan Australia karena mereka sudah melakukan MoU dengan UIN SGD Bandung.

Seperti diketahui, di UIN Bandung program SES dikelola oleh Pokja khusus yang diketuai Dr Irawan, S.Pd, M.Hum. “Seyogianya program SES ini dikelola oleh International Office, agar berkelanjutan dan lebih mengembangkan program-program bertaraf internasioanl lainnya,” ujar Dr Irawan usai acara penutupan Studium Generale Dosen/mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD bersama Prof Susan, Kamis (12/04/2018).

Menurut Dr Irawan, International Office itu sebagai unit yang setara dengan pusat, yang nantinya bisa membuat dan menyusun berbagai macam program berskala internasional, seperti membuat kelas Internasional, Visiting Profesor ke luar negeri, pertukaran mahasiswa, penelitian, dan yang lannya. “Karenanya UIN Bandung harus segera membentuk International Office,” katanya.

Untuk jangka pendek, International Office bisa memperkuat akreditasi dengan mendatangkan dosen dari luar negeri. Ini bisa mengantisipasi kesenjangan antara dosen lulusan luar negeri dan dosen lulusan dalam negeri. “Sebab ada empat ahli lagi dari Jerman yang akan datang ke kita, yaitu ahli bidang pendidikan, sosialogi, kebudayaan, dan teologi,” jelas Dr Irawan, yang juga menjadi Sekretaris Konsorsium Keilmuan UIN SGD Bandung.(Nanang Sungkawa)