UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Harus Jadi Pelopor & Sumber Segala Hal Positif

[www.uinsgd.ac.id] Penutupan Perkuliahan Matakuliah Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba Tahun Akademik 2016/2017 Jurusan Tasawuf Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Jurusan Bimbingan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang menghadirkan Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si (Rektor), Drs. Rusnadi (Kepala BNNP Jabar Brigjen Pol), Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M, Ag (Dekan FU), Dr. Aep Kusnawan (Wakil Dekan II FDK) dan Dr. H. Isep Zainal Arifin, M.Ag (Dosen Pengampu Matakuliah Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba) digelar di Aula Fakultas Dakwah lt. 4, Senin (21/11)

Dalam sambutannya Rektor sangat mengapresia adanya matakuliah Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba di jurusan Tasawuf Psikoterapi dan Bimbingan Konseling Islam. Menurutnya, UIN Bandung haruslah menjadi pelopor sekaligus sumber segala hal positif. “Saya sangat mengapresiasi adanya matakuliah ini, sangat positif. UIN Bandung haruslah menjadi pelopor dan sumber segala hal yang positif, dan kreatif”, tegasnya. 

Rektor pun mengusulkan kepada BNNP Jabar dan dosen pengampu matakuliah tersebut untuk menyusun fiqh narkoba yang nantinya dijadikan rujukan matakuliah tersebut di semua jurusan. “Kalau bisa ke depan, matakuliah ini harus ada di semua jurusan. Tugas dosen pengampu matakuliah ini bagaimana menyusun buku tentang fiqh narkoba, untuk dijadikan rujukan,”tutupnya.

Menurut Dekan FU dalam sambutannya berterimakasih kepada BNNP Jabar yang telah mengirimkan timnya ke fakultas. Dan berharap, kerjasama yang telah dijalin selama ini bisa terus berlanjut, bahkan kalau bisa lulusan Tasawuf Psikoterapi dan Bimbingan Konseling Islam menjadi prioritas untuk dimanfaatkan potensinya. “Terimakasih kami sampaikan ke BNNP yang telah mengirimkan timnya untuk menjadi pengampu matakuliah ini. Semoga kerjasama ini terus berlanjut”, tegasnya.

Tapi yang terpenting, menurut Dekan FU ialah bagaimana setelah matakuliah ini, mahasiswa yang memiliki kompetensi bisa dimanfaatkan oleh BNN. Mahasiswa harus diberikan kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat. “Kalau bisa, lulusan yang memiliki kompetensi matakuliah ini bisa diserap dan dimanfaatkan oleh BNN. Mahasiswa harus diterjunkan langsung ke lapangan, kalau perlu di SK-kan oleh kepala BNNP Jabar, “pungkasnya.

Acara penutupan perkuliahan ini pun selanjutnya dilanjutkan dengan kuliah umum bersama Kepala BNNP Jabar dan praktik penggunaan alat narkotest atau alat pendeteksi penggunaan narkotika oleh mahasiswa dan tim dari BNNP Jabar. [Agus]