UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD-BI Jabar Jalin Hubungan Lebih Serius

[www.uinsgd.ac.id] Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung, Dr Ah Fathoni, M.Ag sangat corcern bahkan sangat mendukung misi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat yang ingin mewujudkan Jawa Barat sebagai Poros Pendidikan Ekonomi Syariah di Indonesia.

“Untuk mewujudkannya misi itu tentu saja BI harus bersinergi dengan para stakeholders ekonomi syariah di Jawa Barat, termasuk dengan lembaga pendidikan tinggi yang di dalamnya ada FSH,” tegas Dr Fathoni saat menyambut acara Kuliah Umum Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Barat Rosmaya Hadi di Gedung Anwar Musaddad, Selasa (08/11/2016).

Dalam beberapa tahun terakhir ini, FSH sudah bersinergi dengan BI, terutama berkontribusi dalam program PUSPA (Pendampingan UMKM Syariah oleh Praktisi dan Akademisi). “Hasilnya cukup membanggakan. Secara signifikan para mahasiswa kita mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan UMKM, terutama dalam hal penanaman nilai-nilai syariah, inovasi produk, kualitas produk dan kemasan,” kata Dr Fathoni, seraya mendorong pimpinan tertinggi UIN SGD untuk menindaklanjuti hubungan baik dengan BI, melalui penandatanganan nota kesepahaman.  

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Bandung Prof Dr H Mahmud, M.Si menyambut baik gagasan Dekan FSH, untuk menindaklanjuti kerjasama dengan BI. “Saya akan men-support, selain memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan FSH, karena selalu terdepan dalam melakukan berbagai kerjasama,” ujar Rektor di hadapan 2.000 mahasiswa peserta kuliah umum.

Ke depan, kata Rektor, minimal mahasiswa di 30 prodi bisa ikut andil dan berkiprah dalam program-program yang diluncurkan BI Jawa Barat. Ia pun berharap para alumni UIN Bandung bisa terserap menjadi pegawai BI. Karena, selain memiliki pengetahuan dan wawasan keilmuan, alumni UIN Bandung dilengkapi dengan kecakapan menghafal Alquran dan memiliki integritas moral (akhlak karimah). “Alumni kita rata-rata hafal (hafidz) Alquran dua juz,” tukasnya.

Gayung bersambut, dan sambutan nyaring bunyinya. Kepala Kanwil BI Jabar Rosmaya Hadi menyatakan siap melakukan kerjasama secara berkesinambungan dengan UIN Bandung. “Terus terang sumber daya insani dari UIN Bandung lebih dibutuhkan daripada alumni perguruan tinggi lainnya. Tapi yang penting memiliki 6  kemampuan: kreativitas, trans disciplinary, social intelligence, new media literacy, cross cultural competency, dan leadership,” katanya.

Diharapkan lulusan-lulusan UIN Bandung bisa mengatasi salah satu dari lima permasalahan utama terhambatnya perkembangan ekonomi dan keuangan syariah, yakni terbatasnya Sumber Daya Insani berkualitas. “Permasalahan lainnya adalah struktur ekonomi dengan berbagai ketimpangan, potensi sektor sosial dengan keterbatasan serta pasar keuangan syariah yang dangkal dan  kinerja keuangan syariah yang stagnan,” jelas Rosmaya. 

Disebutkan, perkembangan keuangan syariah di Jawa Barat cenderung melambat, namun masih relatif lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi nasional. Sampai triwulan ke tiga 2016, pertumbuhan pembiayaan syariah di Jawa Barat 6,9% (yoy), dengan nominal outstanding Rp29,5 triliun. Sementara pertumbuhan pembiayaan syariah nasional, relatif stagnan pada level 6,8% (yoy). “Share pembiayaan syariah Jabar terhadap total pembiayaan syariah nasional 12,5%, sedangkan terhadap total kredit  perbankan Jabar 8,3%,” katanya. .

Menurut Rosmaya, Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk mengembangkan keuangan syariah. Disamping memiliki  jumlah penduduk muslim dan lembaga keuangan syariah terbesar di dunia, potensi zakat dan wakaf pun cukup besar. Namun perkembangan perbank-an syariah, cenderung melambat hingga pada level 9,38%, padahal  pada tahun 2011 mampu tumbuh sampai 47,55%.

Dikatakannya, dalam mengatasi permasalahan  tersebut, Bank Indonesia akan berperan sebagai Akselerator, Inisiator dan Regulator (AIR). Sebagai Akselerator, BI telah menyusun road map pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dan mendorong percepatan pembentukan komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS).

Sebagai Inisiator, BI telah menyusun Zakat Core Principles dan Waqaf Core Principles dan meluncurkan program PUSPA (Pendampingan UMKM Syariah oleh Praktisi dan Akademisi). Sementara sebagai regulator, BI terus mengembangkan instrumen operasi moneter syariah untuk menjamin bank syariah memiliki kesetaraan dengan bank konvensional. 

“Untuk mencapai hal itu, BI Jawa Barat berkolaborasi dan bersinergi dengan berbagai stakeholders ekonomi syariah di Jawa Barat, untuk mewujudkan Jawa Barat sebagai Poros Pendidikan  Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional,” kata Rosmaya, saat meresmikan BI Corner di Perpustakaan UIN Bandung. (Khairul Umam IH/Nanang Sungkawa)