UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bangun Gedung Perkuliahan dengan SBSN

UIN Sunan Gunung Djati, Bandung membangun gedung perkuliahan dengan menggunakan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) dan pihak Kementerian Keuangan RI menilai itu sebuah inovasi-kreatif yang tepat.

Seperti diungkapkan Dirjen PPR (Pengelolaan Pembiayaan Risiko) Kementerian Keuangan, Luky Alfirman saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Ruang Kuliah Bersama dan Gedung Laboratorium Terintegrasi MIPA, UIN Sunan Gunung Jati, Rabu (17/7/2019) siang tadi, saat ini untuk pembangunan dibutuhkan pembiayaan yang inovatif.

Disebutkan, Indonesia saat ini ada keterbatasan budget. Ada urgensi untuk membangun infrastruktur. Ada kebutuhan pembangunan yang sangat banyak. “Karena itu perlu adanya creative and innovative financing seperti SBSN proyek ini,” katanya.

Menurut Luky, salah satu keistimewaan SBSN ini antara lain adalah akuntabilitasnya yang selalu dijaga dengan baik, dimana produk harus disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan syariah.

Ditambahkan, dengan SBSN, pembangunan-pembangunan gedung perkuliahan seperti ini harus diselesaikan tepat waktu, dijaga kualitasnya sehingga bisa digunakan dengan baik. 

Diharapkan, dengan peningkatan fasilitas pendidikan seperti ini, mahasiswa jadi lebih produktif, tidak sampai masuk ke dalam lingkaran penyebaran hoaks, membaca-membaca isu yang belum tentu benar dan sebagainya.

Itulah sebabnya UIN Sunan Gunung Djati, Bandung membangun gedung perkuliahan dengan menggunakan SBSN (Surat Berharga Syariah Negara). (*)

Sumber, Times Indonesia 17 Juli 2019