UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Tingkatkan Penelitian

[www.uinsgd.ac.id] UIN Sunan Gunung Djati, Bandung, Jawa Barat, ingin meningkatkan kualitas penelitiannya. Hal ini dilakukan dengan mengadakan kegiatan yang mengarahkan dan melatih kemampuan meneliti serta menulis yang bagus.

Rektor UIN Bandung, Prof Mahmud, mengimbau jajarannya untuk lebih maksimal membuat penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat. Rektor menginginkan jajarannya membuat penelitian yang memiliki relevansi, mengusung distingsi atau kekhasan dan berdaya saing. “Penelitian juga harus dipublikasikan pada jurnal bereputasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Senin (21/11).

Keterangan itu juga disampaikannya dalam kegiatan ekspo penelitian 2016 yang diselenggarakan di Bandung, pekan lalu. Hak paten hasil penelitian harus didaftarkan agar tidak ada yang menduplikasi. Dia juga mengharapkan sinergi strategis dan produktif antarjaringan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) (LP2M) untuk menjawab tantangan lokal, nasional, regional, dan internasional.

Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) LP2M UIN Bandung, Wahyudin Darmalaksana, mengatakan, kegiatan ini merupakan aspirasi dosen. “Banyak sekali teman-teman yang menyuarakan pentingnya ekspo hasil penelitian agar masyarakat luas mengetahui kinerja akademik kita,” ujarnya.

Kepala Puslitpen telah menyusun kondisi objektif dalam bentuk outlook penelitian 2010-2015. Sejauh ini ditemukan aset penelitian UIN Bandung sangat potensial. Dengan dana dari pihak kampus, pihaknya membuat riset inovatif sebanyak 225 Judul. Biaya per riset mulai Rp 15 Juta sampai Rp 220 Juta.

Wahyudin mengatakan, ada sejumlah resolusi dan rekomendasi dari kegiatan ini. Pertama, posisi LP2M perlu diperkuat. Lembaga ini diharapkan dapat membuat riset berkualitas. Hal ini perlu ditopang arah kebijakan, regulasi, tata kelola, dan kepemimpinan. 

Puslitpen juga menginginkan hasil penelitian dipublikasikan agar dapat dikonsumsi masyarakat luas. Hasil penelitian akan lebih baik apabila dimuat jurnal internasional bereputasi. “Kami berharap dapat menyusun proposal standar, mengadakan latihan penulisan artikel jurnal, dan mengelola konferensi,” kata Wahyudin.  

Direktur Dana Rehabilitasi Fasilitas Pendidikan pada Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan, Prof Sofwan Effendi, menuturkan, ada dua program pendanaan LPDP, yaitu riset inovatif produktif komersial dan riset inovatif produktif implementasi. Proposal yang diajukan ke LPDP harus memerhatikan kebaruan dan kegunaan penelitian, peta jalan penelitian dalam rentang waktu multiyears.

Penelitian juga harus memerhatikan kemitraan stategis dengan industri atau masyarakat. Pihaknya bersedia memberikan pendampingan bagi para dosen peneliti untuk menyusun proposal standar. 

Ekspo ini juga diramaikan dengan pemberian sejumlah penghargaan. Pertama, kategori peneliti berprestasi dengan hasil riset tercepat yang terpublikasi di jurnal internasional. Penghargaan ini diberikan kepada kelompok dosen peneliti, Dina Mardiati (Fakultas Saintek) dan Iyon Maryono (Fakultas Tarbiah dan Keguruan).

Kedua, kategori dosen peneliti dengan publikasi jurnal terbanyak diberikan kepada Mada Sanjaya (Fakultas Saintek). Ketiga, kategori artikel ilmiah jurnal terbanyak dibaca, diberikan kepada Hasniah Aliah (Fakultas Saintek). []

Sumber, Republika 22 November 2016