UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Siapkan Dana Bantuan Menulis Artikel

MENULIS artikel kini sudah menjadi tantangan akademisi global. Oleh karena itu  setiap tenaga akademis, terutama para dosen dituntut untuk membuat artikel hasil penelitiannya. kemudian memublikasikannya dalam jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional.

“Gejala ini mula-mula muncul di dunia internasional. Lalu merambah ke seluruh negara menjadi tantangan akademisi penduduk kampung global termasuk di Indonesia. Oleh karena itu Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung berkomitmen meningkatkan publikasi ilmiah. Bantuan penelitian diwajibkan menghasilkan publikasi,” ungkap Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. didampingi Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Asep Muhyidin, M.Ag. dan Kepala Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen)  LP2M, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag.,di Aula Lecture Hall, Kampus I, Jalan A.H Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Rabu (17/7/2019).

Mahmud menjelaskan, sejak tahun 2019 UIN SGD Bandung mengalokasikan Rp480 juta yang dikhususkan untuk bantuan konferensi dan menulis artikel. Bantuan ini dikelola oleh Pusat Penelitian dan Penerbitan (Puslitpen) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung.

“Bantuan dana menulis paper diaspirasikan oleh akademisi. Kebijakan memberikan stimulan sebagai langkah awal untuk 30 artikel masing-masing Rp4 juta. Dengan demikian, lanjutnya, Puslitpen LP2M UIN SGD bertanggungjawab menyusun manual, prosedur, dan instruksi kerja,” tegasnya. 

Dituturkannya, ada empat syarat utama, yakni, pengusul merupakan dosen tidak sedang tugas belajar, melampirkan bahan paper 80% dengan similarity plagiarism minimal 15%, sasaran publikasi pada jurnal Sinta 2, dan harus mengikuti agenda peer-review (peninjauan sejawat) di Kelas Menulis Reguler (KMR).

“Puslitpen LP2M UIN SGD juga bertanggungjawab melaksanakan mekanisme pelaporan penggunaan dana bantuan menulis paper ini. Adapun pemeriksaan dan pengawasan dilakukan oleh Satuan Pemerika Intern (SPI) UIN SGD Bandung,” katanya. 

PPK BLU Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu RI. telah menetapkan dasar penghitungan poin publikasi ilmiah pada jurnal Nasional.  Publikasi ilmiah pada jurnal index Sinta 1 score 5 poin, pada jurnal index Sinta 2 score 4 poin, dan pada jurnal index Sinta 3 score 2 poin, Puslitpen LP2M UIN SGD telah membuat kalkulasi.


Tahun 2019, imbuhnya, UIN SGD Bandung harus memublikasikan 137 paper dengan sebaran 2 paper index Sinta 1 score 10 poin, 35 paper index Sinta 2 score 140 poin, dan 100 paper index Sinta 3 score 200 poin. Total score menjadi 350 poin,” paparnya.

“Target ini terkait dengan peningkatan performa PK BLU UIN SGD Bandung dalam tantangan publikasi ilmiah sebagaimana dihadapi akademisi global,” pungkasnya.

Bantuan konferensi

Mahmud menjelaskan, pada 2018 publikasi reputasi global Indonesia (32.905) berada pada posisi kedua setelah Malaysia (32.984). Padahal, pada 2017 Indonesia masih terpaut jauh dari Singapore. Ini tidak terlepas dari kebijakan Indonesia meningkatkan publikasi ilmiah.
“Di lingkungan UIN SGD Bandung, sejak 2017 kami memberikan bantuan konferensi. Kebijakan pimpinan tentang bantuan ini merupakan aspirasi di satu sisi dan kontrak kerja di sisi lain,” katanya

Dijelaskannya, ada  dua kontrak kerja yang kini sedang dijalani. Pertama perjanjian kinerja dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI (Kemenag RI). Kedua, kontrak kerja dengan Direktorat Pembinaan Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum (BLU) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Dirjen Pembendaharaan) Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu RI). 

Kedua kontrak tersebut, lanjut Mahmud, mencakup sasaran meningkatnya publikasi di jurnal ilmiah. Selain itu, UIN SGD pun memiliki indikator kinerja utama (IKU) peningkatan publikasi ilmiah menurut Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2015-2019. 

“Sampai hari Selasa (16/07/2019), jumlah publikasi ilmiah UIN SGD Bandung telah mencapai 8,020 dokumen index Google Scholar dan 456 dokumen index Scopus. Data ini diperoleh dari laman Sinta (Science and Technology Index) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi RI,” jelasnya.

Sumber, Galamedia News 17 Juli 2019