UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Siap Cetak Insan Akademis & Agamis

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak 5.985 peserta mengikuti Pengenalan Orientasi Akademik (OPAK) Mahasiswa Baru UIN SGD Bandung 2016 bertajuk “Revitalisasi Peran Mahasiswa Dalam Mengamalkan Pesan Suci Agama Demi Terwujudnya Bangsa Yang Berkarakter” yang dilaksanakan pada tanggal 29-31 Agustus 2016.  

Dalam Sidang Senat Terbuka yang digelar di Aula Anwar Musaddad pada hari Senin (29/8), Rektor UIN SGD, Prof. Dr. Mahmud, M.Si. menjelaskan UIN SGD Bandung didirikan dalam rangka mencetak insan akademis dan agamis yang dapat menjadi agen perubahan sosial dan pembangunan nasional. Bahan dasarnya adalah siswa lanjutan dari sekolah menengah (MA/SMA/SMK) atas, yang setelah menjadi warga kampus disebut mahasiswa. 

“Ada watak yang berbeda antara siswa dengan mahasiswa. Perbedaan tersebut harus dikenalkan sedini mungkin kepada siswa (calon mahasiswa) agar cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya kampus sehingga kelak benar-benar menjadi mahasiswa berprestasi,” paparnya.

Kegiatan pengenalan lingkungan dan budaya kampus yang akademis dan agamis di UIN SGD Bandung itu disebut OPAK (Orientasi Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan).”Berarti, semua aktivitas yang dilakukan dalam kegiatan ini berorientasi kepada penguatan akademik, karena urusan utama kampus itu akademik. Hal-hal akademis yang dikenalkan kepada mereka melingkupilingkungan dan budaya akademis kampus yang kelak akan ditempatinya. Lingkungan dan budaya akademis kampus UIN SGD Bandung ditunjang pula oleh lingkungan dan budaya agamis kampus,” jelasnya.

Lingkungan akademis yang dikenalkan diantaranya perpustakaan pusat, laboratorium pusat, pusat bahasa, pusat penelitian, konsorsium keilmuan, dan lembaga jurnal beserta mekanisme kerjanya yang menunjang kegiatan akademik kampus. Sedangkan lingkungan agamis yang dikenalkan diantaranya Ma’ had Al-jamiah, Lembaga Tahfidz, Rumah al Qur’an, Masjid Kampus berbagai kelompok halaqah dan pengajian kampus beserta mekanisme kerjanya yang menunjang kegiataan keagamaan Islam di kampus. 

“Budaya akademis yang dikenalkan misalnya tentang spirit keilmuan wahyu memandu ilmu yang merupakan jargon keilmuan UIN SGD Bandung, otonomi keilmuan, kebebasan berpikir akademik, kemandirian dalam belajar (membaca, meneliti, dan menulis secara terprogram) dan mengasah daya nalar logis dan objektif, berdiskusi, cara memburu referensi aktual dan mutakhir dan aktivitas lain yang dapat menunjang kemampuan akademik mahasiswa. Budaya agamis yang dikenalkan misalnya adab mengucapkan salam saat bertegur sapa dengan sesama mahasiswa, bertemu dosen dan tenaga administrasi bahkan tamu kampus, aktif mengikuti salat berjamaah dan membaca al Quran, berkata jujur, kerja keras dan ikhlas dalam menuntut ilmu, serta aktivitas lainnya yang dapat menunjang pembentukkan akhlak karimah,” pungkasnya.  [Humas Al-Jamiah]