UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Rumuskan Fikih Antinarkob

[www.uinsgd.ac.id] Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung  Prof. Dr. Mahmud  menegaskan komitmennya untuk menjadikan kampusnya bebas narkoba dan siap merumuskan fiqih anti narkoba. “Ini salah satu  bentuk kesungguhan kami membangun UIN yang unggul dan kompetitif, dibingkai akhlak mulia. Fiqih Anti Narkoba dirumuskan sebagai bentuk kontribusi akademisi UIN bagi penyadaran kewajiban menjauhi barang haram tersebut. Civitas akademika UIN dan ulama harus berperan  aktif,” tegas Rektor UIN saat  membuka acara Kuliah Umum Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Fakultas Ushuluddin UIN Bandung di Cibiru, Senin (19/09).

Hadir sebagai narasumber lainnya Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjend Polisi Ali Johardi Wirogioto, Kepala BNN Provinsi Jabar Brigjend Polisi Iskandar Ibrahim, dosen dan penyuluh anti narkoba  Dr Isep Zaenal Arifin, dengan moderator Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Muhtar Solihin.  

Melalui Fakultas Ushuluddin, lanjut Rektor, UIN Bandung akan memberikan bekal kepada alumninya untuk menjadi terapis dan pendamping korban penyalahgunaan narkoba. “Program ini telah mendapatkan dukungan penuh dari BNNP Jawa Barat melalui nota kesepahaman dengan kami dan telah  memberikan bantuan juga dukungan baik melalui tenaga ahli yang ikut mendidik mahasiswa kami, maupun melalui berbagai bantuan lain. BNN dengan melihat ini, dapat menjadi kami sebagai Perguruan Tinggi rujukan nasional untuk membantu bidang pencegahan yang berbasis pendidikan,” jelasnya.

Deputi Pencegahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjend Polisi Ali Johardi Wirogioto sangat mengapresiasi kegiatan kuliah umum tersebut. Dia pun mengharapkan komitmen semua civitas akademika UIN Bandung untuk berjihad  melawan Narkoba. “Kami tidak bisa sendirian. Butuh dukungan masyarakat termasuk kalangan kampus, agar bisa bersama-sama melawan kejahatan teorganisir penyebaran narkoba,” tandasnya.

Kejahatan  narkoba akan sangat melemahkan bangsa karena yang diserang adalah generasi muda. Dari perspektif kewaspadaan dan ketanahanan nasional, narkoba adalah bentuk peperangan lain. “Kasusnya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Ini kejahatan luar biasa, lintas negara dan melibatkan banyak pihak. Keterlibatan aktif masyarakat sangat penting untuk meminimalisir peredaran dan pengguna narkoba,” tegasnya.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Bandung Prof Dr Muhtar Solihin menambahkan pihaknya terus mengawasi para mahasiswanya agar terhindar dari bahaya narkoba. “Kita pantau  hingga tempat kos dan asrama. Kami ingin mahasiswa terbebas dari narkoba. Saat masuk saja, ada tes urine untuk pencegahan, harus bebas narkoba. Setelah masuk pun terus dipantau dan dibina agar mahasiswa tidak menjadi pengguna,” tandasnya.

Rekomendasi dari acara tersebut antara lain adalah untuk memperluas kerjasama dengan melibatkan Kementerian Agama RI karena berbagai manfaat dan pertimbangan strategis. Dalam hal ini, tentu saja nota kesepahamannya dengan BNN.

Rekomendasi lainnya menjadikan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba sebagai kajian ilmiah di Perguruan Tinggi dengan mengokohkan  mata kuliah Penyuluhan Anti Penyalahgunaan Narkoba.  Sebagai ikhtiar untuk meluaskan sosialisasi dan pencegahan, diusulkan pula untuk membentuk dan mendirikan BNN CORNER di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. []