UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Makin Membanggakan

Terima 2 Penghargaan PTKIN Terbaik dari Kemenag

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si menerima dua penghargaan dari Kementrian Agama RI sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) pengusul proposal penelitian terbaik untuk kategori UIN dan terbaik dalam kontribusi proposal.


Pemberian penghargaan langsung diberikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Dr. Phil, Kamaruddin Amin, MA, didampingi Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP, M.Ag kepada Prof. Mahmud, M.Ag yang berhasil mengusulkan 383 proposal dan 317 proposal terbaik dalam kontribusi saat membuka acara Annual Conference on Research Proposal (ACRP) 2020 yang berlangsung di Hotel Horison Grand Serpong, Tangerang, Rabu (18/09/2019) sore.


Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Prof. Arskal Salim, menjelaskan ACRP merupakan forum akademik yang menjadi barometer kualitas dari proposal yang diajukan dosen-dosen PTKI di bidang penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.


ACRP tahun ketiga ini merupakan cara kinerja untuk mengakuntabiltas proses dan tahapan-tahapan untuk menilai, menyeleksi, dan menetapkan proposal terbaik.”Guna memberi apresiasi dan memacu semangat, kami memberikan penghargaan kepada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam terbaik dalam kontribusi pengusulan proposal penelitian,” papar Arskal Salim.


Penghargaan yang diberikan Kemenag; Kategori Universitas Islam Negeri diraih UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebanyak 383 proposal; Kategori Institut Agama Islam Negeri diraih IAIN Jember (149 proposal); Kategori Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri diraih STAIN Bengkalis (44 proposal).


PTKIN terbaik dalam kontribusi proposal pada Satker Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam diraih UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan (105 proposal); PTKIN terbaik dalam kontribusi proposal pada satker PTKIN yang bersangkutan diraih UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan 317 proposal.

Kata Profesor Arskal, penghargaan juga diberikan untuk publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat untuk tahun anggaran 2020.


Sementara itu Profesor Kamaruddin mengingatkan para peserta ACRP bahwa riset yang dibiayai Kemenag harus terlihat dampak keilmuan, ekonomi, politik, sosial, dan dampak lainnya. Menurutnya, akademisi ditantang untuk melahirkan karya-karya monumental.


Kamaruddin mencontohkan kalangan orientalis yang mampu melahirkan karya-karya monumental dan cukup mempengaruhi dunia. “Penelitian harus dapat mengkapitalisasi potensi kita di Indonesia. Dengan perkataan lain, produk penelitian ini harus berdampak dan menyentuh pada kehidupan masyarakat, dan produk penelitian harus bisa dipublish pada jurnal-jurnal bereputasi tinggi,” tandasnya.


Guru Besar UIN Alauddin Makassar ini menilai, secara kuantitas penelitian dosen PTKIN sudah sangat banyak. Namun, secara kualitas masih perlu dieksplorasi dengan baik. “Ke depan, harus ada peningkatan riset secara kualitatif. Peneliti PTKIN dan PTKIS juga harus bisa mengakses berbagai sumber pendanaan penelitian di luar kementerian,” paparnya lagi.

Atas keberhasilan ini, Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si, didampingi Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarkat (LP2M), Dr. Husnul Qadim, M.Ag., mengucapkan terimakasih dengan diraihnya dua penghargaan terbaik di lingkungan PTKIN; untuk kategori Universitas Islam Negeri, dengan mengusulkan sebanyak 383 proposal; PTKIN terbaik dalam kontribusi proposal pada satker PTKIN yang bersangkutan, dengan jumlah proposal 317 buah.


“Dengan mengucapkan alhamdulillah, saya atas nama rektor berterimakasih kepada seluruh civitas akademika UIN SGD Bandung yang telah berusaha membuat proposal terbaik untuk ikut mencerdaskan bangsa, memberdayakan umat, sehingga mendapatkan dua penghargaan terbaik dari Kemenag,” ucap rektor.


Prestasi ini, kata dia, merupakan raihan kedua tingkat nasional setelah tahun 2018 sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan dari Kemenristekdikti pada acara Sinta Award. “Sesuai arahan direktur, mari kita jadikan segala hasil penelitian ini sebagai bahan untuk belajar mengajar, mengabdi, dan mengambil kebijakan yang didasarkan pada penelitian,” tambahnya.

Rektor berharap kelak UIN SGD terus meningkatkan penelitian dan hasilnya, bukan hanya dari segi kuantitas, kualitas, yang dipublikasikan pada jurnal terakreditasi, bereputasi yang terus meningkat. “Namun paling utama dari semua itu hasil penelitian UIN SGD Bandung menjadi karya monumental, yang ikut mencerdaskan dan menyelesaikan permasalahan bangsa, negera dan agama,” pungkasnya.[rls/IS]

Sumber, Intro News 19 September 2019