UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung dan Pemkab Sumedang Jalin Kerjasama

UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menjalin kerjasama dengan Pemerintah (Pemkab) Sumedang bidang pendidikan dan sosial keagamaan untuk mencetak sarjana ulama yang unggul dan kompetitif. Perjanjian nota kesepahaman (MoU) ditandatangani antara Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. Mahmud, M.Si. dan Bupati Kabupaten Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. 

“Penandatanganan MOU dilakukan di Gedung Negara, Pemkab Sumedang, Jl. Pangeran Geusan Ulun No. 36, Sumedang, hari Selasa (14/5),” ungkap Kasubbag Humas UIN SGD Bandung, Drs. H. Rohman Setiaman di Kampus I Jalan A.H. Nasutiom 105, Cibiru, Kota Bandung, Rabu (15/5/2019).

Menurutnya, Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. berharap kerja sama UIN SGD Bandung dengan Pemkab Sumedang, akan semakin memperkokoh keberadaan Rumah Alquran, salah satu program unggulan UIN Sunan Gunung Djati Bandung yang dibangun bersama pemprov, pemkab, dan pemkot se-Jawa Barat. Program Rumah Aluran ini dipersiapkan untuk mencetak sarjana zaman now ini dalam menjawab tantangan zaman. Rumah Alquran ini, katanya,  didukung dan dilengkapi dengan sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi.

“Setiap harinya mahasiswa diasuh oleh seorang Profesor ahli tafsir untuk tahun pertama dan dibimbing doktor muda ahli IT. Perpaduan antara kiyai dengan guru besar ini diharapkan akan melahirkan sarjana ulama zaman now,” ungkapnya.

Dijelaskannya, upaya menyiapkan sarjana ulama ini dimulai sejak penerimaan mahasiswa baru (PMB) jalur tahfiz minimal 5 juz. Pendaftarannya dilakukan melalui daring (online)  seperti jalur mandiri. 

“Bedanya, jalur tahfiz tidak mengikuti tes CBT, melainkan ujian lisan hafalan. Mereka yang dinyatakan lulus dapat memilih prodi studi sesuai pilihannya,” paparnya.

Sebagai bentuk tindakan lanjutan dari kerjasama ini, lanjutnya, dilakukan melalui Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN SGD Bandung. 

“UIN SGD Bandung akan mengirim 3.500 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata Sistem Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas) di Kabupaten Sumedang dari tanggal 29 Juli sampai 31 Agustus 2019,” tambahnya. 

Dikatakannya, sisdamas merupakan proses pembelajaran yang memadukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di suatu daerah tertentu yang dilakukan oleh mahasiswa untuk ikut serta melakukan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi KKN Sisdamas dilakukan dengan dua cara, yaitu pemberdayaan dan pengabdian,” katanya.

Sementara itu, imbuhnya, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M. mengaku sangat mengapresiasi kerja sama ini. Dony berharap, Sumedang dapat dijadikan sebagai laboratorium UIN SGD untuk bidang pendidikan dan sosial keagamaan, mulai dari dosen yang melakukan penelitian sampai mahasiswanya yang melakukan praktik proses pembelajaran dan KKN.(Nana Sukmana, Dadang Setiawan)

Sumber, Galamedia News 15 Mei 2019