UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN SGD Bandung Buka Pendaftaran Calon Rektor Periode 2019-2023

PENDAFTARAN bakal calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk masa bakti 2019-2023, mulai Jumat (5/4/2019) resmi dibuka. Pendaftaran tersebut dilakukan sejalan dengan berakhirnya masa jabatan Prof. Dr. Mahmud, M.Si, sebagai Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2015 – 2019.

“Formulir pendaftaran, jadwal penjaringan, dan format pernyataan dapat diakses dan diunduh melalui website : www.uinsgd.ac.id atau dapat diambil langsung di sekretariat panitia,” ungkap Ketua Panitia Penjaringan Bakal Calon Rektor UIN SGD Bandung 2019-2023, Prof. Dr. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si, Jumat (5/4/2019) di ruang rapat O. Djauharuddin AR Kampus I, Jalan A.H. Nasution 105, Cibiru, Kota Bandung.

Menurut Oyo, penjaringan tersebut merujuk kepada Peraturan Menteri Agama Nomor 68 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Rektor/Ketua pada Perguruan Tinggi Keagamaan dan Peraturan Menteri Agama Nomor 14 Tahun 2015 tentang Statuta UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 7293 Tahun 2015 tentang Pedoman Penjaringan, Pemberian Pertimbangan dan Penyeleksian Rektor/Ketua Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri pada Kementerian Agama.

“Sejak hari ini, tanggal 5 sampai dengan 11 April 2019, pendaftaran dan penerimaan berkas administasi Bakal Calon Rektor resmi dibuka,” tegasnya.

Dijelaskannya, berdasarkan pada PMA No. 68 Tahun 2015 ada sembilan persyaratan yang harus dipenuhi oleh Bakal Calon Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung . Kesembilan syarat itu, yakni, pertama, calon berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki pengalaman jabatan sebagai dosen.

“Kedua, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Mahaesa dengan usia paling tinggi 60 tahun pada saat berakhirnya masa jabatan Rektor yang sedang menjabat. Selain itu, lanjutnya, hemiliki pengalaman manajerial pada perguruan tinggi paling rendah sebagai ketua jurusan atau sebutan lain paling singkat 2 tahun,” terangnya.

Selanjutnya, bakal calon harus menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter pemerintah, tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, tidak sedang dipidana berdasarkan putusan pengadilan yang memiliki kekuatan hukum tetap, dan mencalonkan diri menjadi rektor secara tertulis.

“Terakhir calon menyerahkan pernyataan tertulis meliputi: visi dan misi kepemimpinan, program peningkatan mutu UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Secara khusus calon harus merupakan lulusan program doktor (S3) dan memiliki jabatan fungsional profesor,” tambahnya.

Dikatakannya pula, prosedur pendaftaran terbagi dalam dua tahap. Pertama, mengisi formulir pendaftaran dan mengembalikan kepada panitia yang dilengkapi dengan dokumen berupa: surat pernyataan kesediaan menjadi bakal calon rektor bermaterai 6000, surat pernyataan tertulis bahwa dia beriman dan bertakwa bermaterai 6000, surat pernyataan tidak sedang menjalani hukuman disiplin tingkat sedang bermaterai 6000; surat pernyataan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap bermaterai 6000, dan Surat Pernyataan bersedia mengikuti seluruh proses pemilihan Rektor bermaterai 6000.

Calon juga harus menyerahkan fotokopi kartu aparatur sipil negara (Karpeg), fotolopi KTP , fotokopi ijazah doktor (S3) yang dilegalisasi oleh pejabat berwenang, daftar riwayat hidup, fotokopi surat keputusan pengangkatan jabatan fungsional sebagai profesor dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang, fotokopi surat keputusan kenaikan pangkat dan golongan terakhir, fotokopi surat keputusan jabatan (pengalaman manajerial).

“Selain itu, calon menyerahkan naskah visi -misi kepemimpinan dan program kerja dan mengikuti tahapan berikutnya setelah dinyatakan lolos penjaringan bakal calon rektor,” kata Oyo.

Pada tahap kedua, lanjutnya, bakal calon yang dinyatakan lolos tahap penjaringan harus melengkapi beberapa dokumen, yakni fotokopi penilaian prestasi kerja (SKP) ASN 2 tahun terakhir, surat pernyataan telah membuat dan menyerahkan LHKPN bermaterai 6000, surat keterangan sehat jasmani, rohani, dan bebas dari narkoba, prekursor, dan zat adiktif lainnya dari dokter Pemerintah (RSUD).

“Kemudian, menyerahkan pula surat keterangan tidak pernah dipidana penjara dari pengadilan negeri sesuai domisili, SKCK dari polres sesuai domisili, surat pernyataan tidak pernah melakukan plagiat bermaterai 6000, dan foto terbaru berwarna dan berlatar putih ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar,” terangnya.


Oyo mengatakan, hasil verifikasi berkas administrasi dan penetapan Bakal Calon Rektor akan diumumkan oleh panitia pada 18 April 2019. (Nana Sukmana, Kiki Kurnia)

Sumber, Galamedia News 5 April 2019