UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN Gelar FGD Implementasi Kurikulum Berbasis KKNI

[www.uinsgd.ac.id] Para Wakil Dekan I Bidang Akademik di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Kabag. Akademik Universitas mengikuti Focus Group Discussion (FGD) tentang Implementasi Kurikulum Berbasis KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia), pada hari Rabu (13/01) di Ruang Sidang Rektorat Lantai II.

Kegiatan yang difasilitasi oleh Kepala Biro A2K, Drs. H. Habuddin, M.S., tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Asep Muhyiddin, M.Ag. Menurut Kepala Biro, kegiatan ini penting dilakukan dalam rangka rencana implementasi kurikulum berbasis KKNI di tahun ajaran 2016/2017 mendatang.

Dalam sambutannya Wakil Rektor I, menjelaskan latarbelakang implementasi kurikulum KKNI yang merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang KKNI. KKNI adalah kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan,  menyetarakan, dan mengintegrasikan antara  bidang  pendidikan  dan  bidang  pelatihan  kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

“Implementasi kurikulum KKNI merupakan tuntutan yang mendesak dan kebutuhan tantangan zaman dalam persaingan global. Oleh karena itu, Perguruan Tinggi harus merespon untuk melakukan penyesuaian kompetensi bukan hanya aspek keilmuan secara teoritis dan kognitif semata”, tuturnya.

FDG tersebut bertujuan untuk penegasan rencana implementasi KKNI di UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 2016/2017.
Oleh karena itu, Pimpinan di level universitas penting untuk mengetahui sejauh mana kesiapan fakultas masing-masing dalam rencana impelentasi kurikulum berbasis KKNI tersebut. Dalam kegiatan FGD tersebut juga diharapkan terjadi sinergitas dimulai dari tingkat prodi/jurusan, fakultas dan tingkat Universitas.

Hadir sebagai pembicara pada kegiatan tersebut, Prof. Dr. H. Affifudin, MM., yang menyampaikan materi mengenai Impelementasi Kurikulum Berbasis KKNI di Perguruan Tinggi. Menurut Prof. Affifudin, kurikulum KKNI mengacu Permendikbud Nomor 49 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi yang menitik beratkan pada capaian pembelajaran minimum yaitu  kemampuan  yang  diperoleh melalui internalisasi  pengetahuan,  sikap,  ketrampilan,  kompetensi,  dan akumulasi pengalaman kerja. [Humas Al-Jami’ah]