UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

UIN Berikan Pembinaan pada Mahasiswa Asing

[www.uinsgd.ac.id] UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar kegiatan pembinaan terhadap mahasiswa asing, dengan mengusung tema “Terciptanya Sistem Administrasi Mahasiswa Asing yang Tertib, Terorganisir dan Peduli terhadap Lingkungan” bertempat di Garut mulai 15-16 Februari 2016. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., para Wakil Rektor, para Wakil Dekan III, Kabiro AUPK, Kabiro Akademik dan Kabag. Kemahasiswaan.

Menurut Ketua Panitia, Dr. Asep Supriadin, M.Si., yang juga Wakil Dekan III Fakultas Sains dan Teknologi, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun diikuti oleh seluruh mahasiswa asing dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kegiatan diikuti oleh 100 orang peserta terdiri dari 70 orang mahasiswa Thailand, 28 orang dari Malaysia dan 2 orang dari Somalia. Para mahasiswa asing tersebut diberikan materi pembekalan mengenai pengembangan diri, wawasan ke-Indonesiaan dan pemahaman tentang keimigrasian.

Rektor, dalam sambutannya mengatakan kedepan akan ada semacam pembinaan khusus bagi para mahasiswa asing dalam usaha memahami bahasa Indonesia. “Saudara harus menjadi duta bahasa Indonesia, dan bisa membawa pesan sosial dan moralitas yang baik ketika saudara nanti kembali ke negera masing-masing”, ujarnya. Dalam kesempatan tersebut Rektor juga memberikan gambaran mengenai potret Islam di Indonesia dengan menyoroti tiga organisasi masyarakat Islam terbesar di Nusantara diantaranya Nahdhatul Ulama (NU) yang menawarkan konsep Islam dengan wawasan Nusantara, Muhammadiyah yang menawarkan Islam yang berkemajuan, dan Persatuan Islam yang menawarkan konsep Islam yang sangat dinamis. “Insyaalloh alumnus yang dikeluarkan oleh UIN atau produk SDM yang dilahirkan oleh UIN tidak akan melahirkan seorang muslim yang radikal”, tuturnya. 

Diakhir sambutannya Rektor berpesan agar para mahasiswa asing ini bisa menjadi teladan dimasyarakat, dan pada saatnya nanti pulang ke negara masing-masing bisa memberi manfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya, seperti filosofi pohon pisang yang tidak pernah akan mati sebelum berbuah. [Humas Al-Jamiah]