UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Tolak Kenaikan BBM, FDK Minta Dukungan Rektorat

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa UIN SGD Bandung  yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melakukan demonstrasi menuntut Rektor UIN SGD Bandung untuk mendukung gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM, Kamis (22/3).  Sekitar 30 demostran  memulai aksinya dari area Fakultas Adab dan Humaniora yang dilanjutkan dengan Long March menyusuri area UIN SGD Bandung sampai ke depan gedung rektorat. Demonstran sempat nekat menghadang truk tangki BBM Pertamina dan membakar ban hingga menyebabkan kemacetan di Jl. A. H Nasution, depan kampus UIN.Dalam orasinya, Redi Daha Prawira di depan gedung rektorat, meminta bahwa kampus yang dianggap sebagai miniatur Negara, seharusnya ikut andil dalam pergerakan mahasiswa. Ia menegaskan, jajaran rektorat harus mendukung seluruh gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM.“Saya tegaskan sekali lagi! Satu lagi orang yang memang harus ikut andil untuk mendukung gerakan mahasiswa di kampus UIN SGD hari ini adalah rektor UIN SGD beseerta jajarannya,” ungkap Redi di hadapan massa yang berkumpul ketika itu.Hal tersebut membuat pihak rektorat yang diwakili oleh Mohammad Ali Ramdhani, Pembantu Rektor III UIN SGD Bandung,  angkat bicara saat diminta audiensi oleh demonstran. “Aksi ini didasari oleh kepedulian keprihatinan dari  mahasiswa, karena ingin membangun gagasan agar pemerintah menggunakan skema lain dalam mengatur perekonomian negara, tidak dengan jalan menaikkan harga BBM,” katanya.Ali Ramdani meminta kepada demonstran untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan serius dalam tuntutan BBM tersebut. “Secara prinsip saya memahami, tapi di sisi lain perlu diadakan kajian yang lebih mendalam. Demonstrasi merupakan hal  yang lumrah dilakukan dan merupakan komunikasi nonformal tatkala komunikasi formal sudah mampet,” ungkapnya.Mengenai tuntutan demonstran terhadap rektor, Ali Ramdhani, secara pribadi akan memberikan dukungan terhadap aksi tersebut. “Saya sebatas memberikan perlindungan secara moril, tidak dalam bentuk materil,” tambahnya.Dalam tuntutannya, Redi, mewakili FDK meminta dukungan tertulis dari pihak rektorat di atas materai, jika menolak, lanjutnya, ia bersama teman mahasiswa lainnya akan melakukan aksi serupa setiap hari.“Kita meminta supaya bapak menandatangi surat perjanjian dukungan di atas materai, kalau tidak, kami akan mengadakan aksi seperti ini setiap hari, jangan harap kampus ini bisa aman dan tentram,” kata RediSetelah pembubaran aksi, Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani bersama Pembantu Rektor IV, Muhammad Najib menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk dukungan gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia menolak kenaikan harga BBM. [] Salman/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa UIN SGD Bandung  yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melakukan demonstrasi menuntut Rektor UIN SGD Bandung untuk mendukung gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM, Kamis (22/3).  Sekitar 30 demostran  memulai aksinya dari area Fakultas Adab dan Humaniora yang dilanjutkan dengan Long March menyusuri area UIN SGD Bandung sampai ke depan gedung rektorat. Demonstran sempat nekat menghadang truk tangki BBM Pertamina dan membakar ban hingga menyebabkan kemacetan di Jl. A. H Nasution, depan kampus UIN.Dalam orasinya, Redi Daha Prawira di depan gedung rektorat, meminta bahwa kampus yang dianggap sebagai miniatur Negara, seharusnya ikut andil dalam pergerakan mahasiswa. Ia menegaskan, jajaran rektorat harus mendukung seluruh gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM.“Saya tegaskan sekali lagi! Satu lagi orang yang memang harus ikut andil untuk mendukung gerakan mahasiswa di kampus UIN SGD hari ini adalah rektor UIN SGD beseerta jajarannya,” ungkap Redi di hadapan massa yang berkumpul ketika itu.Hal tersebut membuat pihak rektorat yang diwakili oleh Mohammad Ali Ramdhani, Pembantu Rektor III UIN SGD Bandung,  angkat bicara saat diminta audiensi oleh demonstran. “Aksi ini didasari oleh kepedulian keprihatinan dari  mahasiswa, karena ingin membangun gagasan agar pemerintah menggunakan skema lain dalam mengatur perekonomian negara, tidak dengan jalan menaikkan harga BBM,” katanya.Ali Ramdani meminta kepada demonstran untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan serius dalam tuntutan BBM tersebut. “Secara prinsip saya memahami, tapi di sisi lain perlu diadakan kajian yang lebih mendalam. Demonstrasi merupakan hal  yang lumrah dilakukan dan merupakan komunikasi nonformal tatkala komunikasi formal sudah mampet,” ungkapnya.Mengenai tuntutan demonstran terhadap rektor, Ali Ramdhani, secara pribadi akan memberikan dukungan terhadap aksi tersebut. “Saya sebatas memberikan perlindungan secara moril, tidak dalam bentuk materil,” tambahnya.Dalam tuntutannya, Redi, mewakili FDK meminta dukungan tertulis dari pihak rektorat di atas materai, jika menolak, lanjutnya, ia bersama teman mahasiswa lainnya akan melakukan aksi serupa setiap hari.“Kita meminta supaya bapak menandatangi surat perjanjian dukungan di atas materai, kalau tidak, kami akan mengadakan aksi seperti ini setiap hari, jangan harap kampus ini bisa aman dan tentram,” kata RediSetelah pembubaran aksi, Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani bersama Pembantu Rektor IV, Muhammad Najib menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk dukungan gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia menolak kenaikan harga BBM. [] Salman/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa UIN SGD Bandung  yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melakukan demonstrasi menuntut Rektor UIN SGD Bandung untuk mendukung gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM, Kamis (22/3).  Sekitar 30 demostran  memulai aksinya dari area Fakultas Adab dan Humaniora yang dilanjutkan dengan Long March menyusuri area UIN SGD Bandung sampai ke depan gedung rektorat. Demonstran sempat nekat menghadang truk tangki BBM Pertamina dan membakar ban hingga menyebabkan kemacetan di Jl. A. H Nasution, depan kampus UIN.Dalam orasinya, Redi Daha Prawira di depan gedung rektorat, meminta bahwa kampus yang dianggap sebagai miniatur Negara, seharusnya ikut andil dalam pergerakan mahasiswa. Ia menegaskan, jajaran rektorat harus mendukung seluruh gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM.“Saya tegaskan sekali lagi! Satu lagi orang yang memang harus ikut andil untuk mendukung gerakan mahasiswa di kampus UIN SGD hari ini adalah rektor UIN SGD beseerta jajarannya,” ungkap Redi di hadapan massa yang berkumpul ketika itu.Hal tersebut membuat pihak rektorat yang diwakili oleh Mohammad Ali Ramdhani, Pembantu Rektor III UIN SGD Bandung,  angkat bicara saat diminta audiensi oleh demonstran. “Aksi ini didasari oleh kepedulian keprihatinan dari  mahasiswa, karena ingin membangun gagasan agar pemerintah menggunakan skema lain dalam mengatur perekonomian negara, tidak dengan jalan menaikkan harga BBM,” katanya.Ali Ramdani meminta kepada demonstran untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan serius dalam tuntutan BBM tersebut. “Secara prinsip saya memahami, tapi di sisi lain perlu diadakan kajian yang lebih mendalam. Demonstrasi merupakan hal  yang lumrah dilakukan dan merupakan komunikasi nonformal tatkala komunikasi formal sudah mampet,” ungkapnya.Mengenai tuntutan demonstran terhadap rektor, Ali Ramdhani, secara pribadi akan memberikan dukungan terhadap aksi tersebut. “Saya sebatas memberikan perlindungan secara moril, tidak dalam bentuk materil,” tambahnya.Dalam tuntutannya, Redi, mewakili FDK meminta dukungan tertulis dari pihak rektorat di atas materai, jika menolak, lanjutnya, ia bersama teman mahasiswa lainnya akan melakukan aksi serupa setiap hari.“Kita meminta supaya bapak menandatangi surat perjanjian dukungan di atas materai, kalau tidak, kami akan mengadakan aksi seperti ini setiap hari, jangan harap kampus ini bisa aman dan tentram,” kata RediSetelah pembubaran aksi, Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani bersama Pembantu Rektor IV, Muhammad Najib menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk dukungan gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia menolak kenaikan harga BBM. [] Salman/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa UIN SGD Bandung  yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melakukan demonstrasi menuntut Rektor UIN SGD Bandung untuk mendukung gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM, Kamis (22/3).  Sekitar 30 demostran  memulai aksinya dari area Fakultas Adab dan Humaniora yang dilanjutkan dengan Long March menyusuri area UIN SGD Bandung sampai ke depan gedung rektorat. Demonstran sempat nekat menghadang truk tangki BBM Pertamina dan membakar ban hingga menyebabkan kemacetan di Jl. A. H Nasution, depan kampus UIN.Dalam orasinya, Redi Daha Prawira di depan gedung rektorat, meminta bahwa kampus yang dianggap sebagai miniatur Negara, seharusnya ikut andil dalam pergerakan mahasiswa. Ia menegaskan, jajaran rektorat harus mendukung seluruh gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM.“Saya tegaskan sekali lagi! Satu lagi orang yang memang harus ikut andil untuk mendukung gerakan mahasiswa di kampus UIN SGD hari ini adalah rektor UIN SGD beseerta jajarannya,” ungkap Redi di hadapan massa yang berkumpul ketika itu.Hal tersebut membuat pihak rektorat yang diwakili oleh Mohammad Ali Ramdhani, Pembantu Rektor III UIN SGD Bandung,  angkat bicara saat diminta audiensi oleh demonstran. “Aksi ini didasari oleh kepedulian keprihatinan dari  mahasiswa, karena ingin membangun gagasan agar pemerintah menggunakan skema lain dalam mengatur perekonomian negara, tidak dengan jalan menaikkan harga BBM,” katanya.Ali Ramdani meminta kepada demonstran untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan serius dalam tuntutan BBM tersebut. “Secara prinsip saya memahami, tapi di sisi lain perlu diadakan kajian yang lebih mendalam. Demonstrasi merupakan hal  yang lumrah dilakukan dan merupakan komunikasi nonformal tatkala komunikasi formal sudah mampet,” ungkapnya.Mengenai tuntutan demonstran terhadap rektor, Ali Ramdhani, secara pribadi akan memberikan dukungan terhadap aksi tersebut. “Saya sebatas memberikan perlindungan secara moril, tidak dalam bentuk materil,” tambahnya.Dalam tuntutannya, Redi, mewakili FDK meminta dukungan tertulis dari pihak rektorat di atas materai, jika menolak, lanjutnya, ia bersama teman mahasiswa lainnya akan melakukan aksi serupa setiap hari.“Kita meminta supaya bapak menandatangi surat perjanjian dukungan di atas materai, kalau tidak, kami akan mengadakan aksi seperti ini setiap hari, jangan harap kampus ini bisa aman dan tentram,” kata RediSetelah pembubaran aksi, Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani bersama Pembantu Rektor IV, Muhammad Najib menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk dukungan gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia menolak kenaikan harga BBM. [] Salman/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Puluhan mahasiswa UIN SGD Bandung  yang tergabung dalam Forum Demokratisasi Kampus (FDK) melakukan demonstrasi menuntut Rektor UIN SGD Bandung untuk mendukung gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM, Kamis (22/3).  Sekitar 30 demostran  memulai aksinya dari area Fakultas Adab dan Humaniora yang dilanjutkan dengan Long March menyusuri area UIN SGD Bandung sampai ke depan gedung rektorat. Demonstran sempat nekat menghadang truk tangki BBM Pertamina dan membakar ban hingga menyebabkan kemacetan di Jl. A. H Nasution, depan kampus UIN.Dalam orasinya, Redi Daha Prawira di depan gedung rektorat, meminta bahwa kampus yang dianggap sebagai miniatur Negara, seharusnya ikut andil dalam pergerakan mahasiswa. Ia menegaskan, jajaran rektorat harus mendukung seluruh gerakan mahasiswa dalam menolak kenaikan harga BBM.“Saya tegaskan sekali lagi! Satu lagi orang yang memang harus ikut andil untuk mendukung gerakan mahasiswa di kampus UIN SGD hari ini adalah rektor UIN SGD beseerta jajarannya,” ungkap Redi di hadapan massa yang berkumpul ketika itu.Hal tersebut membuat pihak rektorat yang diwakili oleh Mohammad Ali Ramdhani, Pembantu Rektor III UIN SGD Bandung,  angkat bicara saat diminta audiensi oleh demonstran. “Aksi ini didasari oleh kepedulian keprihatinan dari  mahasiswa, karena ingin membangun gagasan agar pemerintah menggunakan skema lain dalam mengatur perekonomian negara, tidak dengan jalan menaikkan harga BBM,” katanya.Ali Ramdani meminta kepada demonstran untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan serius dalam tuntutan BBM tersebut. “Secara prinsip saya memahami, tapi di sisi lain perlu diadakan kajian yang lebih mendalam. Demonstrasi merupakan hal  yang lumrah dilakukan dan merupakan komunikasi nonformal tatkala komunikasi formal sudah mampet,” ungkapnya.Mengenai tuntutan demonstran terhadap rektor, Ali Ramdhani, secara pribadi akan memberikan dukungan terhadap aksi tersebut. “Saya sebatas memberikan perlindungan secara moril, tidak dalam bentuk materil,” tambahnya.Dalam tuntutannya, Redi, mewakili FDK meminta dukungan tertulis dari pihak rektorat di atas materai, jika menolak, lanjutnya, ia bersama teman mahasiswa lainnya akan melakukan aksi serupa setiap hari.“Kita meminta supaya bapak menandatangi surat perjanjian dukungan di atas materai, kalau tidak, kami akan mengadakan aksi seperti ini setiap hari, jangan harap kampus ini bisa aman dan tentram,” kata RediSetelah pembubaran aksi, Pembantu Rektor III, Ali Ramdhani bersama Pembantu Rektor IV, Muhammad Najib menandatangani surat pernyataan sebagai bentuk dukungan gerakan mahasiswa UIN SGD Bandung untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia menolak kenaikan harga BBM. [] Salman/SUAKA