UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Tim AICIS dari UIN SGD Terpilih Jadi Pemakalah Pararel Terbaik

[www.uinsgd.ac.id] Jajang A Rohmana, salah satu peserta paper dari UIN SGD Bandung dalam acara Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) ke-15 Tahun 2015 di IAIN Manado dengan judul makalah “Sundanese Sufi and Religious Diversity in the Archipelago: The Pluralistic Vision of Haji Hasan Mustapa (1852-1930)” menjadi pemakalah pararel terbaik ke-3 dari 14 terpilih.

Perhelatan AICIS 2015 yang telah berlangsung sejak tanggal 3 s.d 5 Mei di Sulawesi Utara resmi di tutup oleh Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di Manado, Sabtu (05/09) malam.   

Dirjen Pendidikan Islam dalam sambutannya menyampaikan bahwa kondisi pendidikan Islam di Indonesia saat ini sedang menghadapi tantangan yang sangat luar biasa, yaitu berupa Masyarakat Ekonomi Asian (MEA). Dihadapan para peserta, Kamarudin menjelaskan kondisi pendidikan islam di Indonesia menyongsong MEA menghadapi tantangan tersendiri yang sangat luar biasa. “Apalagi kalau kita tidak berhasil menghandelnya secara baik akan menjadi tantangan yang betul-betul tidak produktif buat kita,” kata Amin.

Menurut data, angka pendidikan Indonesia partisipasi kasar pendidikan nasionalnya baru mencapai sekitar 30%, dan anak-anak Indonesia yang berusia 18 s.d. 24 tahun seharusnya belajar di Perguruan Tinggi (PT) yang saat ini jumlahnya ada 21 juta orang, dan yang berkesempatan belajar di PT baru mencapai 30% atau sekitar 6 juta orang. “Daya saingan suatu bangsa, sangat dibutuhkan kualitas dan mutu pendidikan,” tegasnya. 

Namun, terang Kamaruddin,  sementara Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan nasional kita masih rendah, apalagi dibandingkan dengan Negara Thailand yang sudah hampir 50%, Malaysia 40%, Philipina 35% sedangkan kita Indonesia baru 30% angka partisipasi kasa nasional. Data tersebut menunjukan, bahwa Indonesia memiliki tantangan yang tidak mudah, meskipun kita lihat bahwa penilitan pendidikan global mengatakan, sistem pendidikan di Indonesia mempunyai karakteristik menajeman yang sangat luar biasa.

Menurut Kamaruddin, Indonesia di proyeksikan menjadi salah satu ekonomi kuat dunia pada tahun 2020, oleh karena itu kontribusi PT menjadi sangat fundamental, dalam memainkan perannya yang foundamental tersebut, untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Ditambahkannya, bahwa PT tidak hanya menjadi tempat pendidikan saja, tetapi bagaimana PT mampu terkoneksi dengan kebutuhan masyarakat luas, serta kebutuhan industri. 

“PT tidak boleh lepas dari kebutuhan tersebut, sehingga antara pemerintah, masyarakat dan dunia industri harus duduk bersama dalam merumuskan bagaimana pendidikan PT dapat bersaing dimasa yang akan datang,” ujar Kamaruddin.

“Konsorsium ilmu harus benar-benar kita retavilisasi, harus bisa kita hidupkan kembali dalam memberi jawaban foundamental terhadap permasalahan pendidikan di Tanah Air,” imbuhnya.

Dirjen selanjutnya mengajak kepada seluruh peserta untuk memikirkan tema AICIS berikutnya, agar tidak terlepas kontekstualnya terhadap kebutuhan realnya di masa yang akan datang supaya tranformasi ide kita dapat dikembangkan secara maksimal.

“Semoga AICIS dapat menadi instrumen, mediasi dan ispirasi dalam pemahaman wawasan kita terhadap pemkiran-pemikiran Islam, dunia barat dalam literaturnya. Serta salah satu upaya yang dibutuhkan dalam membangun peradapan pendidikan islam di Indonesia sehingga dapat melahirkan pemikir-pemikir islam yang inklusif dan moderat serta dapat bersaing sejalan perkembangan zaman,” tutup Kamaruddin. 

Ihwal kabar terpilihnya Jajang A Rohmana sebagai pemakalah pararel terbaik ke-3 dari 14 ini dibenarkan oleh Uwes Fatoni, “Alhamdulilah mendapat Kabar gembira, di acara penutupan AICIS salah satu dosen UIN Bandung menjadi pemakalah pararel terbaik ke 3 dari 14 terpilih. Selamat kang Jajang Arohmana,” tulisnya dalam jejaring sosial.

Mengenai tim AICIS 2015 dari UIN SGD Bandung diantaranya, M. Anton Athoillah dengan judul makalah “Zakat dan Kemiskinan”, Aden Rosadi dengan judul makalah “Radicalism and Religious Pluralism: The conflict between the religious people and the Relation of power Industry in Bekasi”, Uwes Fatoni dengan judul “Strategi Dakwah Menghadapi Kelompok Keagamaan“sempalan” di Era Masyarakat Multikultur (Studi Etnografi di Salawu Tasikmalaya)”, Elis Ratna Wulan dengan judul “The Role of the Effectiveness of the Internal Control System and the Quality of Human Resources to the Islamic Bank Fraud”.[]