UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

TGB LPIK 2016, Siap Lahirkan Intelektual Unggul

[www.uinsgd.ac.id] Sebanyak 14 mahasiswa mengikuti acara Ta’aruf Generasi Baru (TGB) Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pengkajian Ilmu Keislaman (LPIK) tahun 2016 yang bertajuk “Ngipuk tur Ngurus Binih-binih Intelektual nu Onjoy: Seukeut Rasa, Hade Gawe, jeung Jembar Panalarna” di Vila Hijau, Cilengkrang, Bandung dari tanggal 28-30 Oktober 2016.    

Menurut Ketua Umum UKM LPIK periode 2016-2017, Raja Cahaya Islam mengungkapkan, tema itu dipilih karena mencerminkan harapan pengurus LPIK kepada anggota baru dan LPIK itu sendiri. “Kami membutuhkan dan ingin melahirkan benih-benih yang unggul. Proses regenerasi tidak semena-mena memilih kader baru,” ujarnya.

Bagi mahasiswa jurusan Filsafat Agama angkatan 2013 ini, benih-benih (intelektual) yang unggul itu mesti memiliki tiga elemen yang disebut dalam tema. Pertama, ia memiliki kepekaan yang tinggi terhadap realitas sekitar atau dalam perkataan lain, pandai membaca realitas sosial. Kedua, giat bekerja, berarti membantu mendorong terjadinya perubahan kemanusiaan ke arah yang lebih baik. Ketiga, jembar panalarna atau berwawasan luas, agar tindakan yang dilakukan jelas basis teoritiknya.
“Dengan mengaplikasikan tema itu, saya berharap agar para kurawa baru ini tidak tenggelam dalam hedonisme banal, yang saya kira, sedang menjangkiti kebanyakan generasi muda zaman ini,” pungkasnya.

Novia Susanti Dewi, salah satu peserta kegiatan itu, mengungkapkan alasannya mengikuti TGB LPIK. “Saya merasa haus akan pengetahuan dan gelap akan pemahaman. LPIK memberikan sedikitnya pencerahan melalui TGB. Pun TGB juga ibarat sebuah tiket untuk menjadi bagian dari kurawa LPIK. Jadi mau gak mau saya harus mengikuti TGB LPIK,” ujar mahasiswa jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam angkatan 2015 ini.

“Hal yang saya persiapkan,” lanjut Novi, “tentunya adalah mental dan tekad, di samping fisik dan pesak. Karena memasuki sebuah UKM berarti menjadi bagian dari anggota tubuh UKM tersebut. Tentunya komitmen dengan diri sendiri yang paling penting.” Ia pun berharap ke depannya bisa tetap istiqamah bersama LPIK.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diisi oleh penyampaian enam materi bahasan Pengantar Filsafat oleh Radea Juli A Hambali, dosen Filsafat Fakultas Ushuludin UIN SGD; Pengantar Kebudayaan oleh Andri Prayoga, LPIK 2008); Analisis Sosial oleh Hilma Safitri, peneliti Agrarian Resources Center; Peran Intelektual oleh Muhnizar Siagian, pegiat Asia-Africa Reading Club; Pengantar Sastra oleh Hawe Setiawan, Ketua Lembaga Budaya Sunda Unpas; dan Pengantar Studi Islam oleh Syhabul Furqan, mahasiswa Religious Studies Program Pasca Sarjana UIN SGD.

Acara TGB LPIK 2016 ditutup pada Minggu (30/10) petang, dengan pembacaan “Fatwa Balangah” dan “Panca UIN”  [ZS]