UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Talkshow HIV AIDS

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat (HMJ Humas) menggelar talkshow HIV AIDS di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (17/12).  Acara yang mengusung tema “Save Our Generation from HIV AIDS” dimulai sejak pukul 09.00-12.00 WIB. Tampil sebagai pembicara yaitu Makdi, seorang relawan dari Mitra Citra Remaja (MCR) pusat pendidikan, konseling dan layanan kesehatan repruduksi, serta salah seorang pengidap HIV AIDS, Wahyu Wibisama.Acara yang dihadiri oleh 104 mahasiwa tersebut, terdiri dari mahasiswa UIN SGD, Unpas, STIKOM, dan Piksi Ganesha ini merupakan bagian dari program  bidang pengabdian masyarakat, menggantikan planning bakti sosial. “Acara ini merupakan program terakhir di HMJ, tujuannya sebagai tanggung jawab humas terhadap lingkungan kampus,” jelas Nesya Anggiyana, ketua HMJ Hubungan Masyarakat.Siti Mukhlisa selaku ketua pelaksana acara berpendapat, kesadaran masyarakat akan HIV AIDS itu sangat kurang sehingga banyak yang bisa terjangkit dengan mudah, termasuk di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus “Berawal dari kemirisan semakin banyak orang yang mengidap HIV AIDS dan ternyata tiap tahun jumlahnya semakin bertambah, saya ingin menghimbau mahasiswa  agar bisa menjauh dari penyebab-penyebab HIV AIDS seperti seks bebas dan drugs, itu tujuan dari acara talkshow ini,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.Acara tersebut dibuka dengan penampilan musik akustik dari Revolver Prend. Selanjutnya, diskusi bersama pemateri mengenai bagaimana seseorang bisa terjangkit HIV AIDS dan bagaimana pencegahannya, lalu berlanjut pada sesi interaksi antara peserta talkshow dengan Makdi dan Wahyu.Menurut Makdi, penyebab seseorang bisa terkena HV AIDS salah satunya adalah melalui tranfusi darah, jarum suntik yang dipakai bersama, serta hubungan seksual yang tidak aman.Di akhir diskusi, Wahyu Wibisama memberikan pesan kepada para mahasiswa yang hadir untuk menjauhi drugs, jangan lakukan hubungan seks diluar nikah, hidup dengan pola hidup sehat, dan tetap ingat Allah swt.Respon positif dilontarkan Toto Tohary, mahasiswa Jurusan Hubungan masyarakat semester tiga. Menurutnya, dari acara ini ia bisa mendapatkan informasi langsung dari orang yang pernah mengidap HIV dan juga pengalaman-pengalaman mereka selama ini bagaimana bisa terinveksi HIV yang ternyata sangat tidak patut untuk kita contoh.”Ternyata HIV AIDS tidak hanya bisa terinfeksi pada remaja saja namun baik ibu rumah tangga, bayi, dalam tanda kutip mampu atau beresiko terkena HIV,” ungkap Toto saat ditemui seusai acara.“Acara  seperti ini harus dijadikan sebuah agenda rutin agar nantinya bisa menjadi sebuah media sosialisasi dan media edukasi terutama untuk para mahasiswa, karena data yang dihimpun oleh departemen kesehatan yang paling banyak adalah data-data generasi muda, ini kan ironis bagaimana kedepannya untuk memimpin bangsa ini jika generasi muda sudah hancur oleh HIV AIDS yang diakibatkan mengkonsumsi drugs, melakukan seks diluar nikah, serta kelakuan-kelakuan negatif lainnya,” ujar Toto menambahkan.Talkshow tersebut ditutup dengan pembagian doorprize bagi para peserta beruntung berupa tiket masuk Dufan dan Ancol.[]Ikhmah/Riska Amelia-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat (HMJ Humas) menggelar talkshow HIV AIDS di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (17/12).  Acara yang mengusung tema “Save Our Generation from HIV AIDS” dimulai sejak pukul 09.00-12.00 WIB. Tampil sebagai pembicara yaitu Makdi, seorang relawan dari Mitra Citra Remaja (MCR) pusat pendidikan, konseling dan layanan kesehatan repruduksi, serta salah seorang pengidap HIV AIDS, Wahyu Wibisama.Acara yang dihadiri oleh 104 mahasiwa tersebut, terdiri dari mahasiswa UIN SGD, Unpas, STIKOM, dan Piksi Ganesha ini merupakan bagian dari program  bidang pengabdian masyarakat, menggantikan planning bakti sosial. “Acara ini merupakan program terakhir di HMJ, tujuannya sebagai tanggung jawab humas terhadap lingkungan kampus,” jelas Nesya Anggiyana, ketua HMJ Hubungan Masyarakat.Siti Mukhlisa selaku ketua pelaksana acara berpendapat, kesadaran masyarakat akan HIV AIDS itu sangat kurang sehingga banyak yang bisa terjangkit dengan mudah, termasuk di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus “Berawal dari kemirisan semakin banyak orang yang mengidap HIV AIDS dan ternyata tiap tahun jumlahnya semakin bertambah, saya ingin menghimbau mahasiswa  agar bisa menjauh dari penyebab-penyebab HIV AIDS seperti seks bebas dan drugs, itu tujuan dari acara talkshow ini,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.Acara tersebut dibuka dengan penampilan musik akustik dari Revolver Prend. Selanjutnya, diskusi bersama pemateri mengenai bagaimana seseorang bisa terjangkit HIV AIDS dan bagaimana pencegahannya, lalu berlanjut pada sesi interaksi antara peserta talkshow dengan Makdi dan Wahyu.Menurut Makdi, penyebab seseorang bisa terkena HV AIDS salah satunya adalah melalui tranfusi darah, jarum suntik yang dipakai bersama, serta hubungan seksual yang tidak aman.Di akhir diskusi, Wahyu Wibisama memberikan pesan kepada para mahasiswa yang hadir untuk menjauhi drugs, jangan lakukan hubungan seks diluar nikah, hidup dengan pola hidup sehat, dan tetap ingat Allah swt.Respon positif dilontarkan Toto Tohary, mahasiswa Jurusan Hubungan masyarakat semester tiga. Menurutnya, dari acara ini ia bisa mendapatkan informasi langsung dari orang yang pernah mengidap HIV dan juga pengalaman-pengalaman mereka selama ini bagaimana bisa terinveksi HIV yang ternyata sangat tidak patut untuk kita contoh.”Ternyata HIV AIDS tidak hanya bisa terinfeksi pada remaja saja namun baik ibu rumah tangga, bayi, dalam tanda kutip mampu atau beresiko terkena HIV,” ungkap Toto saat ditemui seusai acara.“Acara  seperti ini harus dijadikan sebuah agenda rutin agar nantinya bisa menjadi sebuah media sosialisasi dan media edukasi terutama untuk para mahasiswa, karena data yang dihimpun oleh departemen kesehatan yang paling banyak adalah data-data generasi muda, ini kan ironis bagaimana kedepannya untuk memimpin bangsa ini jika generasi muda sudah hancur oleh HIV AIDS yang diakibatkan mengkonsumsi drugs, melakukan seks diluar nikah, serta kelakuan-kelakuan negatif lainnya,” ujar Toto menambahkan.Talkshow tersebut ditutup dengan pembagian doorprize bagi para peserta beruntung berupa tiket masuk Dufan dan Ancol.[]Ikhmah/Riska Amelia-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat (HMJ Humas) menggelar talkshow HIV AIDS di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (17/12).  Acara yang mengusung tema “Save Our Generation from HIV AIDS” dimulai sejak pukul 09.00-12.00 WIB. Tampil sebagai pembicara yaitu Makdi, seorang relawan dari Mitra Citra Remaja (MCR) pusat pendidikan, konseling dan layanan kesehatan repruduksi, serta salah seorang pengidap HIV AIDS, Wahyu Wibisama.Acara yang dihadiri oleh 104 mahasiwa tersebut, terdiri dari mahasiswa UIN SGD, Unpas, STIKOM, dan Piksi Ganesha ini merupakan bagian dari program  bidang pengabdian masyarakat, menggantikan planning bakti sosial. “Acara ini merupakan program terakhir di HMJ, tujuannya sebagai tanggung jawab humas terhadap lingkungan kampus,” jelas Nesya Anggiyana, ketua HMJ Hubungan Masyarakat.Siti Mukhlisa selaku ketua pelaksana acara berpendapat, kesadaran masyarakat akan HIV AIDS itu sangat kurang sehingga banyak yang bisa terjangkit dengan mudah, termasuk di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus “Berawal dari kemirisan semakin banyak orang yang mengidap HIV AIDS dan ternyata tiap tahun jumlahnya semakin bertambah, saya ingin menghimbau mahasiswa  agar bisa menjauh dari penyebab-penyebab HIV AIDS seperti seks bebas dan drugs, itu tujuan dari acara talkshow ini,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.Acara tersebut dibuka dengan penampilan musik akustik dari Revolver Prend. Selanjutnya, diskusi bersama pemateri mengenai bagaimana seseorang bisa terjangkit HIV AIDS dan bagaimana pencegahannya, lalu berlanjut pada sesi interaksi antara peserta talkshow dengan Makdi dan Wahyu.Menurut Makdi, penyebab seseorang bisa terkena HV AIDS salah satunya adalah melalui tranfusi darah, jarum suntik yang dipakai bersama, serta hubungan seksual yang tidak aman.Di akhir diskusi, Wahyu Wibisama memberikan pesan kepada para mahasiswa yang hadir untuk menjauhi drugs, jangan lakukan hubungan seks diluar nikah, hidup dengan pola hidup sehat, dan tetap ingat Allah swt.Respon positif dilontarkan Toto Tohary, mahasiswa Jurusan Hubungan masyarakat semester tiga. Menurutnya, dari acara ini ia bisa mendapatkan informasi langsung dari orang yang pernah mengidap HIV dan juga pengalaman-pengalaman mereka selama ini bagaimana bisa terinveksi HIV yang ternyata sangat tidak patut untuk kita contoh.”Ternyata HIV AIDS tidak hanya bisa terinfeksi pada remaja saja namun baik ibu rumah tangga, bayi, dalam tanda kutip mampu atau beresiko terkena HIV,” ungkap Toto saat ditemui seusai acara.“Acara  seperti ini harus dijadikan sebuah agenda rutin agar nantinya bisa menjadi sebuah media sosialisasi dan media edukasi terutama untuk para mahasiswa, karena data yang dihimpun oleh departemen kesehatan yang paling banyak adalah data-data generasi muda, ini kan ironis bagaimana kedepannya untuk memimpin bangsa ini jika generasi muda sudah hancur oleh HIV AIDS yang diakibatkan mengkonsumsi drugs, melakukan seks diluar nikah, serta kelakuan-kelakuan negatif lainnya,” ujar Toto menambahkan.Talkshow tersebut ditutup dengan pembagian doorprize bagi para peserta beruntung berupa tiket masuk Dufan dan Ancol.[]Ikhmah/Riska Amelia-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat (HMJ Humas) menggelar talkshow HIV AIDS di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (17/12).  Acara yang mengusung tema “Save Our Generation from HIV AIDS” dimulai sejak pukul 09.00-12.00 WIB. Tampil sebagai pembicara yaitu Makdi, seorang relawan dari Mitra Citra Remaja (MCR) pusat pendidikan, konseling dan layanan kesehatan repruduksi, serta salah seorang pengidap HIV AIDS, Wahyu Wibisama.Acara yang dihadiri oleh 104 mahasiwa tersebut, terdiri dari mahasiswa UIN SGD, Unpas, STIKOM, dan Piksi Ganesha ini merupakan bagian dari program  bidang pengabdian masyarakat, menggantikan planning bakti sosial. “Acara ini merupakan program terakhir di HMJ, tujuannya sebagai tanggung jawab humas terhadap lingkungan kampus,” jelas Nesya Anggiyana, ketua HMJ Hubungan Masyarakat.Siti Mukhlisa selaku ketua pelaksana acara berpendapat, kesadaran masyarakat akan HIV AIDS itu sangat kurang sehingga banyak yang bisa terjangkit dengan mudah, termasuk di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus “Berawal dari kemirisan semakin banyak orang yang mengidap HIV AIDS dan ternyata tiap tahun jumlahnya semakin bertambah, saya ingin menghimbau mahasiswa  agar bisa menjauh dari penyebab-penyebab HIV AIDS seperti seks bebas dan drugs, itu tujuan dari acara talkshow ini,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.Acara tersebut dibuka dengan penampilan musik akustik dari Revolver Prend. Selanjutnya, diskusi bersama pemateri mengenai bagaimana seseorang bisa terjangkit HIV AIDS dan bagaimana pencegahannya, lalu berlanjut pada sesi interaksi antara peserta talkshow dengan Makdi dan Wahyu.Menurut Makdi, penyebab seseorang bisa terkena HV AIDS salah satunya adalah melalui tranfusi darah, jarum suntik yang dipakai bersama, serta hubungan seksual yang tidak aman.Di akhir diskusi, Wahyu Wibisama memberikan pesan kepada para mahasiswa yang hadir untuk menjauhi drugs, jangan lakukan hubungan seks diluar nikah, hidup dengan pola hidup sehat, dan tetap ingat Allah swt.Respon positif dilontarkan Toto Tohary, mahasiswa Jurusan Hubungan masyarakat semester tiga. Menurutnya, dari acara ini ia bisa mendapatkan informasi langsung dari orang yang pernah mengidap HIV dan juga pengalaman-pengalaman mereka selama ini bagaimana bisa terinveksi HIV yang ternyata sangat tidak patut untuk kita contoh.”Ternyata HIV AIDS tidak hanya bisa terinfeksi pada remaja saja namun baik ibu rumah tangga, bayi, dalam tanda kutip mampu atau beresiko terkena HIV,” ungkap Toto saat ditemui seusai acara.“Acara  seperti ini harus dijadikan sebuah agenda rutin agar nantinya bisa menjadi sebuah media sosialisasi dan media edukasi terutama untuk para mahasiswa, karena data yang dihimpun oleh departemen kesehatan yang paling banyak adalah data-data generasi muda, ini kan ironis bagaimana kedepannya untuk memimpin bangsa ini jika generasi muda sudah hancur oleh HIV AIDS yang diakibatkan mengkonsumsi drugs, melakukan seks diluar nikah, serta kelakuan-kelakuan negatif lainnya,” ujar Toto menambahkan.Talkshow tersebut ditutup dengan pembagian doorprize bagi para peserta beruntung berupa tiket masuk Dufan dan Ancol.[]Ikhmah/Riska Amelia-Magang/SUAKA

[uinsgd.ac.id] Himpunan Mahasiswa Jurusan Hubungan Masyarakat (HMJ Humas) menggelar talkshow HIV AIDS di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Sabtu (17/12).  Acara yang mengusung tema “Save Our Generation from HIV AIDS” dimulai sejak pukul 09.00-12.00 WIB. Tampil sebagai pembicara yaitu Makdi, seorang relawan dari Mitra Citra Remaja (MCR) pusat pendidikan, konseling dan layanan kesehatan repruduksi, serta salah seorang pengidap HIV AIDS, Wahyu Wibisama.Acara yang dihadiri oleh 104 mahasiwa tersebut, terdiri dari mahasiswa UIN SGD, Unpas, STIKOM, dan Piksi Ganesha ini merupakan bagian dari program  bidang pengabdian masyarakat, menggantikan planning bakti sosial. “Acara ini merupakan program terakhir di HMJ, tujuannya sebagai tanggung jawab humas terhadap lingkungan kampus,” jelas Nesya Anggiyana, ketua HMJ Hubungan Masyarakat.Siti Mukhlisa selaku ketua pelaksana acara berpendapat, kesadaran masyarakat akan HIV AIDS itu sangat kurang sehingga banyak yang bisa terjangkit dengan mudah, termasuk di kalangan mahasiswa di lingkungan kampus “Berawal dari kemirisan semakin banyak orang yang mengidap HIV AIDS dan ternyata tiap tahun jumlahnya semakin bertambah, saya ingin menghimbau mahasiswa  agar bisa menjauh dari penyebab-penyebab HIV AIDS seperti seks bebas dan drugs, itu tujuan dari acara talkshow ini,” ungkapnya saat ditemui disela-sela acara.Acara tersebut dibuka dengan penampilan musik akustik dari Revolver Prend. Selanjutnya, diskusi bersama pemateri mengenai bagaimana seseorang bisa terjangkit HIV AIDS dan bagaimana pencegahannya, lalu berlanjut pada sesi interaksi antara peserta talkshow dengan Makdi dan Wahyu.Menurut Makdi, penyebab seseorang bisa terkena HV AIDS salah satunya adalah melalui tranfusi darah, jarum suntik yang dipakai bersama, serta hubungan seksual yang tidak aman.Di akhir diskusi, Wahyu Wibisama memberikan pesan kepada para mahasiswa yang hadir untuk menjauhi drugs, jangan lakukan hubungan seks diluar nikah, hidup dengan pola hidup sehat, dan tetap ingat Allah swt.Respon positif dilontarkan Toto Tohary, mahasiswa Jurusan Hubungan masyarakat semester tiga. Menurutnya, dari acara ini ia bisa mendapatkan informasi langsung dari orang yang pernah mengidap HIV dan juga pengalaman-pengalaman mereka selama ini bagaimana bisa terinveksi HIV yang ternyata sangat tidak patut untuk kita contoh.”Ternyata HIV AIDS tidak hanya bisa terinfeksi pada remaja saja namun baik ibu rumah tangga, bayi, dalam tanda kutip mampu atau beresiko terkena HIV,” ungkap Toto saat ditemui seusai acara.“Acara  seperti ini harus dijadikan sebuah agenda rutin agar nantinya bisa menjadi sebuah media sosialisasi dan media edukasi terutama untuk para mahasiswa, karena data yang dihimpun oleh departemen kesehatan yang paling banyak adalah data-data generasi muda, ini kan ironis bagaimana kedepannya untuk memimpin bangsa ini jika generasi muda sudah hancur oleh HIV AIDS yang diakibatkan mengkonsumsi drugs, melakukan seks diluar nikah, serta kelakuan-kelakuan negatif lainnya,” ujar Toto menambahkan.Talkshow tersebut ditutup dengan pembagian doorprize bagi para peserta beruntung berupa tiket masuk Dufan dan Ancol.[]Ikhmah/Riska Amelia-Magang/SUAKA