UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG

Talkshow Cerita Inspiratif Untuk Negeri

[www.uinsgd.ac.id] “Hidup bukan hanya tentang diri kita, namun juga tentang sesama manusia.” Itulah ungkapan Marsha Chikita Fawzi atau lebih dikenal Chiki Fawzi saat menjadi narasumber dalam Talkshow “Cerita Inspiratif Untuk Negeri,”  di Pekan Raya Saintek, Aula Anwar Mussaddad UIN Bandung, Selasa (19/12/2017).

Chiki yang merupakan seorang animator dan penyanyi dan juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dengan memiliki misi untuk turut mencerdaskan anak-anak Indonesia. Lulus dari Multimedia University di Selangor, Malaysia, membawa Chiki menjadi salah satu animator hingga tahun 2016, dalam serial anak Upin-Ipin yang cukup digemari di Indonesia. Selain itu, Chiki juga menulis buku yang berjudul “Catatan harian yang dibukukan” yang akan segera diterbitkan.

Namun sejak saat itu,  ia lebih memilih fokus pada berbagai kegiatan sosial yang memang sesuai dengan keinginan serta hatinya. Berbagai kegiatan sosial sering ia lakoni  adalah dengan menyisihkan sebagian dari penjualan CD album terbarunya, untuk rumah singgah bagi anak-anak yang lahir dikeluarga kurang mampu yang bernama Rumah Harapan Bandung.

Di rumah tersebut ia pernah menggambar mural di dinding salah satu ruangan dengan gambar  pohon yang ia namakan “Pohon Harapan”.   Pohon tersebut ditempeli gambar-gambar dari setiap cita-cita ataupun harapan para anak yang tinggal ditempat tersebut . “Aku senang karena semakin lama setelah “Pohon Harapan” itu dibuat, banyak anak yang termotivasi untuk menggapai mimpi-mimpinya,” ujarnya.

Tak mudah bagi Chiki untuk menggapai kesuksessannya kini, ia pernah mengalami kondisi di titik terendah dalam hidup.  Bahkan, ia dahulu pernah membuat  start up animasi sendiri sayangnya keberuntungan belum berpihak pada Chiki. Ketika, Sekolah Dasar ia juga pernah di cap sebagai anak bodoh.

“Sampai akhirnya dipindahkan kesekolah lain dan setelah itu baru mengetahui bahwa aku sebetulnya bukan bodoh.  Tapi,  memang setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda, ada Visual, Kinestik dan Auditori, nah aku lebih condong ke visual,” tuturnya ramah

Namun menurut Chiki, hal tersebut merupakan cara Allah untuk meninggikan derajat seseorang. Chiki belajar dari pengalaman, kini ia mengkampenyekan berbagai kegiatan sosial, yaitu dengan membagikan pengetahuan kepada guru-guru di Indonesia bahwa setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda.

Chiki tak khawatir dengan kesibukaannya kini, yang kebih fokus untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Menurutnya,  profesi yang ia jalani dapat menebarkan  manfaat bagi sesama. Ia pun mengajak  mahasiswa  untuk mencoba mejadi relawan. “Selain, mendapatkan teman-teman baru dengan mengikuti gerakan kemanusian, kelas inspirasi ataupun 1000, Kita juga akan menambah pengalaman.” ungkapnya.

Selain Chiki Fawzy, Pekan Raya Saintek ini juga dihadiri oleh Jemi Ngadiono (General Manager CT Arsa Founcation), Chiki Fawzi (Animator, Musisi, Penggiat Pendidikan), Alika Islamadina (Penyanyi), Rivet Sembel (Founder proud Project). Talkshow ini merupakan rangkaian acara dari Pekan Raya Saintek yang berlangsung sejak 12-24 Desember 2017. Hingga pada puncaknya di 24 Desember 2017, akan berlangsung Konser Sosial Saintek yang menghadirkan Penyanyi Yura Yunita dan Band Fourtwenty. (Agung Trilaksono, Riska Yunisyah Imilda/Jurnal Pos)